Fated To Love You

Fated To Love You
27


__ADS_3

Saat ini Icha sudah berada di kapal penyeberangan menuju kampung halamannya. Pikirannya kalut mengenai hasil pada alat tes kehamilan yang sudah ia lakukan. Ia mendapati dua garis pada alat tersebut dan itu menandakan bahwa ia benar-benar sedang hamil. Apakah ia harus memberitahu semua orang terdekatnya mengenai kabar ini?


Bagaimana jika ibunya marah dan mencoretnya dari daftar keluarga bisa tamat riwayatnya?


Apa harus ia beritahu Angga saja? Angga adalah lelaki yang baik, tapi bagaimana jika Angga menolak? Tidak mungkin Angga ingin punya anak dari perempuan seperti dia. Lagipula saat ini Angga sudah memiliki kekasih.


Icha butuh menenangkan pikirannya sebelum ia memutuskan apa yang akan ia lakukan pada kehamilan ini. Oleh karena itu ia meminta cuti pada Pak Rudi.


Lagipula Icha juga sudah rindu pada kampung halaman, ibu dan juga kakak-kakaknya. Sembari diatas kapal Icha menghitung kelopak bunga yang ia pegang. Ia menghitungnya sambil menimbang-nimbang harus beritahu ibunya atau tidak.


Saat kelopak terakhir tersisa, juga berhenti pada pilihan Icha harus memberitahu ibunya. Namun Icha masih bingung seperti apa cara memberitahu ibunya?


Ia tidak ingin ibunya mendapatkan serangan jantung karena berita mendadak ini. Akan baik beritanya jika ia hamil setelah menikah. Tapi ini terjadi sebelum ia menikah dan juga ini terjadi karena ketidaksengajaan. Pasti ia akan mendapatkan masalah besar setelah memberitahukan berita ini.


Dua jam perjalanan laut, akhirnya Icha sampai di kampung halamannya. Udara disini sangat asri dan segar. Angin laut yang lembut menyapu pasir-pasir halus dipinggir pantai. Tampak juga burung-burung camar sedang berburu ikan-ikan kecil. Pemandangan indah yang takkan didapatkan di ibukota nan sesak.


Icha langsung melangkahkan kakinya memasuki Restoran seafood, tak jauh dari pinggir pantai berada. Itulah rumah Icha. Ibunya memiliki restoran yang terkenal di daerah ini. Seafood yang disajikan benar-benar segar dan rasanya benar-benar juara. Sekali mencoba pasti akan ketagihan untuk makan lagi dan lagi.


Mendengar suara Icha menyahut dari luar, Ibunya sangat senang dan langsung keluar menyambut putri bungsunya. Begitu juga dengan kedua kakak Icha yang ada disana ikut menyambut Icha.

__ADS_1


Kakak Icha yang kedua bernama Alia. Sedangkan yang pertama bernama Ayu.


Alia sudah menikah dan kita juga sudah melihat suami kakanya saat di Bali bersama Presdir Dodi. Saat ini Alia sedang hamil tua. Mungkin dalam waktu 1-2 bulan lagi dia akan melahirkan.


Saat sampai dirumah Icha langsung merengek pada ibunya untuk dibuatkan makanan kesukaannya. Sup Seafood pedas yang sangat Icha sukai. Tak butuh waktu lama untuk membuatnya, makanan yang Icha inginkan sudah tersaji didepan matanya.


Ia langsung melahapnya. Ibunya sangat senang melihat nafsu makan Icha meningkat dan dalam sekejap mata kepiting raksasa Icha habiskan.


Kemudian kakak Icha yang berada dihadapan Icha tiba-tiba bertanya tentang liburan Icha di Bali. Apakah menyenangkan? Apakah Icha bertemu pria tampan disana? Karena di kampung halamannya ini semua pria yang ada tidak menarik.


Bukannya menjawab pertanyaan sang kakak, Icha malah tersedak. Kakaknya itu baru saja mengingatkan Icha atas apa yang sudah terjadi di Bali.


"aku tidak mau membahasnya" ucap Icha setelah meneguk air.


Kedua kakaknya hanya saling melempar tatapan heran. Kenapa Icha tidak mau membahasnya? Bukankah setiap apapun yang terjadi Icha akan berbagi dengan mereka. Tanpa ditanya sebelumnya.


"sudah kau hentikan!" ucap Ibu Icha memotong dan menghentikan Alia makan. Alia makan sudah cukup banyak dari tadi.


Icha bersyukur Ibunya memotong pembicaraan itu hingga kakaknya tidak akan mendesaknya untuk memberikan jawaban.

__ADS_1


"ibu aku kan makan untuk dua orang" rengek Alia membela dirinya yang sedang hamil jadi tidak masalah jika ia makan banyak.


"kenapa kau tidak pulang dan makan dirumah suamimu" ucap sang ibu.


Alia memang lebih suka menghabiskan waktunya dirumah ibunya daripada dirumahnya. Suaminya terlalu sibuk mengurus pabrik. Jadi dia kesepian jika dirumah sendirian.


"kenapa ibu memarahi aku? Icha juga makan banyak seperti aku.." Alia melempar ke Icha.


Ia juga sudah memperhatikan Icha dari tadi makan seperti dirinya. Icha makan seperti orang hamil menurutnya.


Icha kembali tersedak. Ia tidak percaya kenapa kakaknya bisa berkata demikian? Apakah terlihat jelas ia hamil?


"aku makan banyak karena masakan ibu yang paling enak, aku tidak bisa makan ini terus-menerus" Icha mencari alasan untuk menutupi. Ia belum siap untuk memberitahukan siapapun mengenai kehamilannya.


Kemudian Icha memeluk ibunya. Di dalam hatinya ia meminta maaf sudah menunda berita kehamilannya pada sang ibu. Ia tidak ingin ibunya sedih jika ia beritahukan. Lalu setelah ia beritahu nanti, pasti ibunya akan bertanya siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Icha akan jawab apa atas pertanyaan itu?


Sementara Icha tidak ingin melibatkan Angga pada masalah ini. Sejauh ini Angga sudah terlalu baik padanya. Tidak mungkin juga Angga akan menerima bayinya sementara Angga tidak mencintainya. Angga sudah memiliki Anin disisinya.


"kau masih saja bertingkah seperti anak kecil" ucap sang ibu setelah melepas pelukan dari Icha.

__ADS_1


"aku kan anak ibu yang paling kecil, lagipula aku sudah lama tidak pulang, aku kan rindu sama ibu" ucap Icha sambil memelas seperti anak kecil.


Semua orang terlihat bahagia saat itu meskipun angin laut bertiup kencang diluar sana.


__ADS_2