Fated To Love You

Fated To Love You
17


__ADS_3

Angga dan Icha masih berada di ruang CCTV. Angga mendekati dan menatap Icha tajam. Ia bertanya, Icha dibayar berapa oleh orang yang telah menjebaknya. Angga tak menyangka dengan wajah polos dan lugunya Icha menipunya dan melakukan hal ini kepadanya.



Namun berkali-kali Icha membantah dan mengatakan kalau dia tidak tahu apa-apa. Dia tidak mengetahui rencana Presdir Dodi dan kakak Iparnya meskipun mereka saling kenal.


Angga masih tidak percaya dan menganggap Icha bersandiwara di depannya. Icha menjelaskan kalau kamarnya 2006, jadi dia mengira itu adalah kamarnya. Dia sungguh-sungguh tidak tahu jika ternyata itu kamar Angga. Namun Angga tetap saja tidak peduli dengan semua penjelasan konyol Icha. Ia hanya mempercayai bahwa Ia sudah dijebak dengan cara yang kotor.


Manager resort akhirnya datang dan menjelaskan pada Angga bahwasanya Icha memang benar tamu dan menginap di kamar nomer 2006. Namun tetap saja ia tak percaya sebelum dia melihat hal tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Icha pun menyetujui, Angga harus melihatnya sendiri agar ia tak terus-menerus disalahkan.



Kini, mereka tengah berdiri di lorong kamar yang memiliki nomer sama dengan nomor 2006. Angga langsung mengetahui bahwa nomor kamarnya terbalik. Kamar miliknya adalah 2009, tapi angka 9 nya terbalik dan berubah menjadi 6. Ia menyerah dan telah bersalah menuduh Icha berbohong padanya.


Untuk menutupi rasa bersalahnya, Angga memarahi manager resort kenapa hal sesepele ini bisa terjadi. Lalu Angga juga bertanya bagaimana Icha bisa membuka pintu yang bukan kamarnya. Kemudian Icha menjawab kalau pintunya terbuka saat ia memasukkan kartunya.

__ADS_1


Angga memeriksa sekitar pintu, apa yang menyebabkan pintu ini bisa terbuka, sementara kartu yang dimasukkan Icha bukan kunci kamarnya. Dia membuka pintu dan terkejut menemukan balok kayu. Ternyata Inilah penyebabnya.



Angga masih kesal bahkan ketika semua staf resort sudah pergi.


Icha yang kini hanya berdua saja dengan Angga kembali meminta maaf untuk semua yang terjadi meskipun itu bukanlah kesalahannya. Dia juga berkata bahwa kakak ipar dan Presdir Dodi sebenarnya adalah orang baik. Icha lalu bertanya kira-kira apa yang akan terjadi pada Presdir Dodi dan kakak iparnya. Dia tidak ingin Presdir Dodi dan kakak iparnya masuk penjara. Bisakah Angga membantu untuk itu dan membiarkannya saja?


Angga tidak memberikan jawaban, dia hanya menatap Icha lalu melihat kaki Icha tak beralas kaki. Berarti ia sudah seperti itu sejak tadi. Tapi ia masih mengkhawatirkan orang lain.



Mereka berpisah dan Icha ingin kembali kamarnya. Namun saat sampai di depan kamarnya, dia malah mendengar suara perempuan bersama Pengacara Malik. Percakapan itu terdengar sangat mesra. Icha pun penasaran, apa dia salah dengar atau bagaimana. Dia lalu mendekat agar bisa melihat dengan jelas.


Pendengarannya memang benar. Ia melihat dengan jelas, dimana Pengacara Malik tengah asik memijat punggung seorang perempuan seksi di atas tempat tidurnya. Icha masuk ke kamar itu dan tentu terluka melihat apa yang dilakukan Pengacara Malik. Ia sudah menganggap Pengacara Malik adalah pria baik. Tapi ternyata tak sesuai harapannya, Pengacara Malik malah mengkhianati hatinya.

__ADS_1



Menyadari Icha masuk kamar, Pengacara Malik tampak sedikit gugup. Namun ia tak merasa bersalah pada Icha.


Mila yang sedari tadi menikmati pijatan Pengacara Malik menatap kearah Icha dengan tatapan mengejek dan merendahkan penampikan Icha. Lalu Mila bertanya pada Pengacara Malik apakah wanita ini yang Malik ceritakan, yang sangat tergila-gila padanya. Mila bahkan mengejek lingkar hitam yang nampak jelas di mata Icha, menandakan bahwa semalaman Icha pasti habis bersenang-senang dengan orang lain. Icha hanya terdiam mendengar hinaan itu.


Pengacara Malik yang tak tahu malu dengan santai berkata agar Icha tak usah heran dengan semua ini, anggap saja mereka semalam bertukar pasangan. Lagipula mereka datang ke Bali kan untuk bersenang-senang. Icha semakin terluka, dia hampir menangis dan bergetar saat Pengacara Malik berkata dan begitu tega padanya. Ia melihat Pengacara Malik yang berbeda dari yang ia kenal.



Mila terus berdiri dan mendekati Malik sambil terus merendahkan Icha. Ternyata Icha melihat Mila memakai anting miliknya dan tentu saja Icha tak menyukainya dan memintanya untuk melepaskan anting itu.


Mila tersinggung dan menyebut kalau anting Icha ini barang murahan. Dia kemudian melepas anting itu dan melemparnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan kamar itu dan meninggalkan Icha berdua dengan Pengacara Malik.


Icha memungut anting itu karena ini adalah miliknya. Ia tak ingin orang lain mengambil ataupun memakai miliknya. Sama halnya dengan Pengacara Malik. Icha sudah berpikiran bahwa Pengacara Malik adalah miliknya, makanya saaat ini ia terluka melihat Pengacara Malik malah mengkhianatinya bersama orang lain.

__ADS_1


__ADS_2