Fated To Love You

Fated To Love You
34


__ADS_3

Angga berhasil menerobos masuk ruang operasi sesaat sebelum Icha dibius. Ia memaksa Icha turun dari tempat tidur dan membantu Icha dengan menggendongnya.


Icha tampak bingung dengan kelakuan Angga. Ia melihat Angga sangat serius dan bersungguh-sungguh. Akhirnya ia hanya menuruti Angga keluar dari ruang operasi itu.



Dokter tidak marah dengan kelakuan Angga, malahan dokter senang akhirnya mereka tidak jadi menggugurkan bayinya. Dokter tersenyum saat melihat Angga menggenggam tangan Icha keluar dari ruang operasi tersebut. Pasti karena sudah mendengar suara detak jantung bayinya, makanya Angga tidak tega membuat Icha harus menggugurkan bayinya.


Saat keluar dari rumah sakit Angga masih memegang erat tangan Icha. Tiba-tiba Ibu Icha sudah tiba dirumah sakit itu, melihat mereka sudah keluar dari rumah sakit Ibu Icha mengira mereka sudah menggugurkan bayinya.


Belum sempat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Ibu Icha sudah langsung saja memukul Angga. Sementara Icha dihalangi dan dilindungi oleh Angga dibalik punggungnya. Biar dia saja yang menjadi sasaran kekesalan ibunya.



"Ibu tunggu, bayinya...." Icha mencoba menjelaskan, tapi ibunya tak mau dengar, malah makin serius melampiaskan kekesalannya pada Angga.


Di waktu yang bersamaan Ny Sekar juga sudah tiba disana. Melihat cucu kesayangannya dipukuli, ia ikutan geram dan mencoba membantu Angga lepas dari cengkraman ibunya Icha.


"apa yang kau lakukan pada cucuku?" teriak Ny Sekar.


"tanya pada cucumu apa yang sudah dilakukannya pada calon cucuku dan putriku" Ibu Icha tak mau kalah berteriak,


"dia sudah membuat putriku melakukan hal yang berbahaya dengan menggugurkan bayi itu" lanjut Ibu Icha.


Mendengar apa yang diucapkan Ibu Icha bahwasanya bayi tersebut tidak jadi dilahirkan, membuat Ny Sekar ikutan marah dan kini ia malah balik memukul Angga. Neneknya bahkan menyebut Angga pembunuh karena sudah tega membunuh janin tak berdosa yang merupakan darah dagingnya sendiri.


Saking emosinya Ny Sekar pada Angga. Darah tingginya jadi kambuh dan tubuhnya hampir limbung. Untung saja tubuh Ny Sekar ditahan oleh Reza yang juga berada disana.


Angga kemudian berkata kalau dia mau semua mendengarkan apa yang dia katakan. Jangan langsung marah-marah dulu.

__ADS_1


“Nenek, Ibu Icha, dan semuanya, tolong dengarkan aku dulu, nanti marah-marahnya. Icha dan bayinya tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Bayinya baik-baik saja. Dan juga Icha, aku minta maaf kejadiannya jadi seperti ini. Tapi aku ada permintaan.” Ucap Angga dengan tegas.


Icha mendengarkan kalimat Angga, permintaan apa yang diinginkan Angga?


Semua orang penasaran dengan apa yang akan dilanjutkan Angga. Ia mengatakan bahwasanya ia ingin mempertahankan bayi ini.


Lalu Icha menatap Angga, apakah Angga bersungguh-sungguh menginginkan itu?


Apakah benar mereka bersama-sama akan mempertahankan bayi ini?


Kini mereka telah kembali kerumah Icha. Semua anggota keluarga Icha, Angga, Ny Sekar dan Reza berkumpul dan membicarakan masalah ini. Apakah benar yang diinginkan Angga? Ia akan mempertahanka bayi ini?



Angga menjelaskan ia akan mempertahankan bayinya, tapi ia tidak menginginan pernikahan. Ia tidak bisa menikah dengan Icha.


Kemudian Angga menjelaskan bukan itu maksudnya. Dia tidak menganggap dan menjadikan Icha seperti yang ada dalam bayangan Ibu Icha. Ia bahkan akan menjamin Icha hidup bahagia setelah melahirkan bayi ini. Ia berjanji takkan membuat Icha sedih apalagi menderita. Hanya saja ia tidak bisa menikahi Icha.


Mendengar Angga berkata demikian, Ny Sekar juga ikut memarahi Angga dan ia berkata dengan ramah pada Ibu Icha kalau dia sama sekali tidak bermaksud memanfaatkan Icha demi keuntungannya saja


“Di mataku, kau adalah besan dan Icha adalah cucu menantuku, dan bayi di perut icha adalah cicitku. Sudah kuputuskan, aku akan memastikan mereka menikah.” ujar Ny Sekar


Angga terkejut dengan keputusan neneknya. Kemudian Ibu Icha meminta Icha mengeluarkan pendapatnya. Icha mengetahui bahwa alasan Angga tidak mau menikah karena ada perempuan lain yang dicintainya dan Angga pasti ingin menikah dengan perempuan itu saja.


Lalu Icha berkata, ia juga belum kepikiran untuk melakukan pernikahan. Mendengar Icha berkata demikian, tentu saja Angga ikut lega.


“Hal ini terjadi karena kesalahan dan bukan karena cinta. Pernikahan itu harus didasari oleh rasa cinta.” ujar Icha


Angga setuju dengan yang Icha katakan. Diapun ikut menjelaskan kalau itulah yang dia maksud, persis seperti apa yang Icha katakan barusan.

__ADS_1


Ibu Icha menjadi kesal dan menyuruh keluarga Angga pergi saja. Diskusi ini percuma saja, Angga tidak mau bertanggungjawab dengan menikahi Icha. Jadi biar dia saja yang mengurus putrinya.


Namun Ny Sekar memohon pada Ibu Icha, jangan berkata demikian. Berikan Ia waktu berdua Angga untuk berbicara dan meyakinkan Angga. Ny Sekar berkata ia akan pastikan Angga untuk bertanggungjawab. Ibu Icha memberi mereka waktu terpisah.


Kini Ny Sekar hanya berdua dengan Angga dan membujuk Angga untuk menikah saja dengan Icha. Namun Angga menolak dan berkata,


"nenek kan tahu aku hanya mencintai dan hanya akan menikahi Anin, kenapa sekarang nenek menyuruhku menikahi perempuan yang tidak aku cintai? Aku tidak ingin menyakiti perasaan Anin. Bagaimana nanti jika Anin tahu aku mengkhianatinya dan sudah menikah dengan orang lain? Aku tidak ingin itu terjadi." Angga menolak dengan keras.


Lalu Ny Sekar tak kehabisan akal, Ia kemudian berkata, "Kau masih ingin menikah dengan perempuan yang meninggalkanmu dan hanya memberikanmu harapan! Sudah berapa kali ia lakukan ini padamu?"


Kemudian Angga menjawab Anin pergi karena terpaksa karena impiannya bukan karena ia pergi bersama pria lain. Ia kembali mengatakan bahwasanya Ia tidak ingin mengkhianati Anin.


Namun Ny Sekar berkata, "kau hanya akan dikira berkhianat jika kau ketahuan. Jadi kau tidak perlu memberitahunya. Kau berkata ingin mempertahankan bayi itu, jadi kau harus menikahi perempuan yang mengandung bayi itu. Jika kau tak bisa menikahinya maka kau tak usah saja menjadi cucuku" Ny Sekar mengancam.


Angga jadi terdiam dan berpikir dengan panjang, apa yang akan ia lakukan? Ia tidak ingin neneknya ini sedih. Hanya neneknya satu-satunya anggota keluarga yang ia miliki.


Di lain tempat, Icha bersama keluarganya juga berdiskusi. Namun tiba-tiba saja Zaki dan Presdir Dodi datang bersama segerombolan orang dan mendekati Icha. Mereka meminta Icha mau saja menikah dengan Angga. Jika Angga dan Icha menikah maka Icha akan dianggap sebagai penyelamat di pulau ini.


Mereka meminta Icha menikah dengan Angga, supaya Angga tidak bisa menjual Pabrik sabun yang berada di pulau ini. Bahkan salah satu orang dengan wajah sedih meminta pada Icha dan berkata mereka akan kelaparan jika pabrik sabun itu dijual dan ditutup.



Ibu Icha menjadi pusing mendengar semua permintaan orang-orang itu pada Icha. Kenapa orang-orang ini mendesak putrinya dalam kondisi seperti ini? masih saja ingin mengambil kesempatan.


Kemudian Ibu Icha kesal dan berkata, “Apa yang kalian lakukan pada putriku. Dia memang seperti yang kalian lihat. Tidak cantik dan tidak seksi. Dia juga tidak pintar dan payah di sekolah.”


Icha malu dan meminta ibunya berhenti. Ia sadar dirinya memang tidak cantik dan juga payah. Tapi ibunya tak peduli dan terus melanjutkan kalimatnya


“Icha-ku juga selalu menjadi terakhir di pelajaran Matematika. Meski dia punya banyak kekurangan, dia tahu saat seseorang berusaha mencari kesempatan. Dia juga tidak bisa mengacuhkan perasaan seseorang. Dia selalu tak mendengarkanku yang berpesan agar jangan terlalu lemah. Dia juga tak pernah menolak permintaan seseorang, sekali pun itu orang asing. Tapi, kenapa kalian seperti ini pada Icha-ku yang sangat baik hati. Beraninya kalian menekan dia seperti ini. Memangnya siapa kalian Hah? Kalian hanya peduli dengan keadaan kalian saja, Apa kalian pernah peduli selama ini dengan putriku?” Ibunya hampir menangis saat menyudahi kalimatnya itu. Semua orang akhirnya terdiam dan tak mampu lagi berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2