
Mengetahui kondisi tubuhnya yang tak berbentuk, Mike langsung lari menaiki tangga menuju kamarnya. Bahkan panggilan Mama Rani dan Mama Sita pun Mike abaikan begitu saja.
Sungguh ini jauh lebih penting dari apapun. Bagaiamana bisa Mike keluar kamar dengan kondisi semengenaskan ini. Kalau hanya bertemu dengan Papa Jo, Mama Rani dan Mom Lisa, Mike tak akan peduli.
Tapi kali ini Mike bertemu dengan kekasihnya. Bagaimana bisa dia berpenampilan gembel seperti ini.
Mike mulai mengendus ketiaknya.
Wuekk....
Tentu saja ketiaknya mengeluarkan bau tak sedap, Mike sudah tidak mandi selama empat hari. Mike membuang nafasnya dengan meletakan telapak tangannya lima senti di depan mulut.
Oh.. Tidak....
Tadi dirinya sempat berciuman dengan Floryn. Apa gadis itu menolak karena bau mulutnya? Tadi Mike juga sempat beberapa kali memeluk Floryn bahkan juga sang ibu. Apa mereka berdua harus tahan nafas agar tak pingsan saat mencium bau tubuhnya?
Mike menghela naas kesal. Ah, sepertinya bau kambing akan lebih enak dari bau tubuh Mike saat ini.
Dengan langkah gontai, Mike masuk kedalam kamar mandinya. Dia harus menggosok setiap inci tubuhnya agar bersih. Kalau perlu, Mike akan mandi dengan beberapa botol sabun cair yang ada. Mike harus memastikan bau menjijikan tadi lenyap dari tubuhnya.
__ADS_1
Mike membutuhkan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mandi dan mengganti pakaian. Hingga hal itu membuat Ello yang sudah kembali menggerutu kesal.
Bagaimana tidak, dirinya sudah sangat lapar. Namun tetap harus menunggu si tuan rumah lebih dahulu. Kalau saja disini Mike bukan sedang menjadi bintangnya, Ello pastikan semua makanan di depannya sudah masuk kedalam perut kosongnya.
"Kemana aja sih lu ngab. Mandi aja lama banget," tanya Ello begitu melihat Mike masuk ke ruang makan.
"Mandilah emang ngapain lagi?" Mike balik bertanya dengan cuek. Karena kini fokusnya justru tertuju pada seorang gadis yang sudah duduk manis. Dan di sebelahnya ada sebuah kursi kosong yang Mike yakini itu adalah tempat duduk khusus untuk dirinya.
"Gaya lu mandi lama banget. Biasanya juga cepetan elu daripada mandinya bebek."
Daripada terus di samakan dengan bebek, Mike memilih mengabaikan ucapan pria beranak satu itu. Apalagi saat ini duduk di antara sang ibu dan sang kekasih hingga membuat Mike merasa sangat bahagia. Lagi pula dia juga tak mau menghancurkan kebahagiaannya dengan meladeni ocehan sang sahabat yang biasanya akan berakhir dengan adu mulut dan saling meledek.
Ah, Mike jadi ingat tadi pagi Papa Jo mengatakan kalau Mom Lisa dan Mama Rani sedang sibuk di apur untuk membuat makanan kesukaannya.
"Kamu kenapa?" Pertanyaan lembut dari Papa Jo mengalihkan pandangan Mike dari semua jenis makanan kesukaannya.
Papa Jo menggengam tangan Mama Sita yang terlihat murung. Bahkan Mike juga melihat saat mamanya itu menghapus buliran kristal yang sempat keluar dari kedua matanya.
"Mama kenapa?" Seperti sang Papa, Mike juga bertanya sembari mengenggan satu tangan Mama Sita.
__ADS_1
Mama Sita menggelengkan kepalanya, ia tersenyum kearah Mike. "Mama cuma seneng. Banyak yang menyayangi putra Mama."
Walau hatinya terasa sesak karena selama belasan tahun tak pernah bisa memasakan masakan kesukaan sang putra, tapi Mama Sita senang karena ada dua orang wanita yang sudah menganggap Mike seperti putra mereka sendiri.
Mereka adalah ibu dari dua sahabat putranya. Dulu Mama Sita belum mengenal Mama Rani dan Mom Lisa. Karena pertemanan putra-putra mereka berawal saat Mike, Ello dan Alex yang masuk di SMP yang sama.
Mike memeluk Mama Sita. "Mulai besok, Mama juga harus masakin Mike. Mike kangen masakan Mama," ungkap Mike jujur. Dia memang sangat merindukan masakan ibunya itu.
Mama Sita menganggukan kepalanya. "Mama janji, Mama akan masakin apapun yang kamu mau."
"Ehem... Udah, udah. Sekarang kita mulai makan malemnya. Lihat itu Ello udah megangin perutnya." Papa Jo sengaja menghentikan drama melow antara ibu dan anaknya. Dia tak ingin air matanya menetes karena tak bisa menahan haru lagi.
Makan malam sudah di mulai, Mama Sita benerapa kali memuji masakan kedua ibu Mike. Mama Sita bahkan meminta diajarkan beberapa masakan korea dan jepang yang sama sekali tak dia ketahui bagaimana cara memasaknya.
Tentu saja hal itu di sambut baik oleh Mom Lisa dan Mama Rani. Mereka bertiga bahkan sudah terlihat sangat akrab. Sepertinya Mama Sita dan kedua ibu Mike akan menjadi sahabat yang solid seperti putra-putra mereka.
Ditengah-tengah makan malam, Mom Lisa justru membuat keheningan dengan pertanyaan yang ia ajukan untuk Mike.
"Mike apa kamu jadi melanjutkan rencana pernikahanmu?"
__ADS_1