
Keesokan paginya. Icha tampak sudah tak berbusana di balik selimut putih yang menutupi tubuhnya saat ini. Dia terbangun ketika sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya. Icha baru sadar dan terkejut menyadari kalau dia tengah bersama pria saat ini. Tapi ini tidak masalah, Ia menyadari pria disampingnya adalah Pengacara Malik dan ia menyukai Pengacara Malik begitupula sebaliknya yang Icha ketahui.
Icha tampak tersipu dan bergumam sendiri, apa benar semalam dia melakukan hubungan itu? Icha mencoba menjangkau kacamatanya agar dia bisa lebih jelas melihat, tapi gerakan tangannya yang tiba-tiba itu membuat pria disampingnya ini menahan tangannya dan kembali memeluk erat dirinya.
“Tetaplah berbaring seperti ini sebentar saja.”
Icha merasa aneh dengan suara Pengacara Malik yang terdengar berbeda, tapi Icha menepisnya dengan berkata dalam hati mungkin suara Pengacara Malik saat bangun tidur memang terdengar seperti itu. Icha kembali tersenyum malu mengetahui kalau punggungnya menempel di dada Pengacara Malik, dan dia baru tahu bahwa pengacara Malik ternyata kekar juga.
Kali ini Angga membalikkan tubuh icha dan tetap mendekapnya. Icha masih tidak bisa melihat wajah pria yang dia kira Pengacara Malik ini.
Angga yang mengira wanita yang dipeluknya adalah Anin berkata kenapa Anin selalu saja mengerjainya dan memberikan kejutan padanya.
“Kapan kau datang?” tanya Angga
“Kita kan datang bersama.” Jawab Icha
Angga merasa aneh dan membuka matanya. Dia kemudian melepas dekapannya dan melihat degan jelas wajah wanita yang dia kira Anin.
Icha juga akhirnya bisa menatap pria yang dia kira adalah Pengacara Malik. Sedetik dua detik mereka hanya saling menatap, tapi setelah itu Icha tersadar dan langsung menjerit.
__ADS_1
Icha bangkit dari tidurnya sambil menarik selimut menutupi tubuhnya. Karena selimut yang ditarik Icha terlalu banyak kearahnya, membuat bagian intim milik Angga terlihat jelas dan membuat icha kaget.
Angga juga kaget karena barang berharganya dilihat oleh orang lain bukannya Anin. Icha langsung menyembunyikan wajahnya di balik selimut, sementara Angga mengambil bantal untuk menutupi kejantanannya.
Kemudian Presdir Dodi datang dengan saudara Ipar Icha dan sudah siap menyorot wajah Angga dengan kamera. Dia mengabadikan momen ini untuk skandal heboh yang akan segera terbit dan menggemparkan dunia. Angga tidak bisa berkutik karena dia sedang telanjang saat ini. Padahal dia ingin sekali menghentikan Presdir Dodi yang terus merekam dirinya dengan kondisi sekacau ini.
Saudara Ipar Icha yang mengira bahwasanya perempuan yang bersama Angga adalah permepuan yang mereka bayar, dengan santai berkata kalau dia akan memperkenalkan wanita tercantik di pulau mereka tinggal. Perempuan yang bernama Mila. Ia langsung menarik selimut yang menutupi wajah Icha.
Icha tahu situasi kali ini buruk sehingga dia memilih kabur ke kamar mandi dan mengunci diri disana.
Mereka berdua langsung keluar kamar dan melarikan diri sebelum diterkam oleh Angga.
Angga sangat ingin membuat perhitungan dengan Icha. Sementara Icha sangat bingung kenapa semua jadi seperti ini. Angga bahkan menuduh Icha melakukan hal yang buruk pada Anin, kekasihnya. Ia melupakan bahwasanya Anin memang tidak datang menemuinya.
Icha yang masih ada di dalam kamar mandi menjawab jujur kalau dia tidak mengenal siapa Anin. Icha juga bersikeras kalau ini adalah kamarnya, sementara Angga tentu menyangkalnya.
__ADS_1
Icha bingung melihat sekeliling kamar mandi yang berbeda dengan kamar mandi ia sebelumnya. Tapi bagaimana bisa dia salah masuk? Icha akhirnya mengalah, dan memilih keluar karena dia memang salah masuk kamar.
Sesampainya di luar, Angga langsung menghempaskan tubuh Icha di kasur dan ketika dia menatap lekat wajah Icha.
Angga ingat kalau Icha adalah perempuan yang di Mall saat itu menabraknya dan tak sengaja membuat cincinnya menggelinding. Angga langsung menuduh Icha yang sengaja mendekatinya sejak hari itu untuk melaksanakan rencana semalam. Bahkan Angga menyebut Icha perempuan penipu.
Icha membantah, dia menggeleng keras dan berkata kalau dia tidak seperti itu. Dia mencoba melepaskan diri dari Angga dan berkata kalau dia juga kaget dengan semua kejadian ini. Angga duduk di kasur dengan lemas dan bertanya sedih pada Icha apa yang sudah dia lakukan semalaman adalah kesalahan.
Untuk membuktikan pada Angga bahwasanya Icha tidak bersalah maka mereka pergi memeriksa rekaman CCTV. Manager resort itu melihat kemana larinya Presdir Dodi agar kepergian orang jahat itu bisa dicegah.
Sementara Angga masih memegangi tangan icha agar tidak bisa kabur melarikan diri. Masalah ini belum selesai jika kedua orang itu belum tertangkap.
Sampai akhirnya Manager resort berhasil mendapati dimana Presdir Dodi dan saudara ipar Icha itu berada.
Presdir Dodi dan rekannya tengah bersembunyi, tiba-tiba ada SMS dari Mila, perempuan yang mereka bayar mengatakan kalau ia tak dapat menemukan kamar 2009. Kamar itu menghilang. Presdir Dodi dan suadara ipar Icha heran lalu berkata bagaimana mungkin kamar bisa menghilang?
__ADS_1
Petugas keamanan berhasil mengejar Presdir Dodi dan bahkan berhasil menangkap mereka. Petugas keamanan berusaha merebut kamera yang ada di tangan Presdir Dodi, tapi Presdir Dodi menggenggamnya erat. Dia kemudian melempar kamera itu namun karena lemparan Presdir Dodi terlalu bersemangat, kamera itu malah masuk ke kolam yang ada di bawah tempat itu. Angga tersenyum senang mengetahui kamera itu tak bisa diselamatkan. Dia akan aman dari video skandal itu.