Fated To Love You

Fated To Love You
30


__ADS_3

Ibu Icha masih tidak percaya jika alat tes kehamilan yang ditangannya ini milik Icha. Ia mengira itu adalah milik Alia, "Alia, apa ini milikmu?"


Namun Alia langsung menyangkal, "mana mungkin punyaku, aku sudah mau melahirkan untuk apalagi alat itu, apa Icha hamil?" ujar Alia dan mengatakan Icha-lah yang sebenarnya hamil, sebab semalam Icha menanyakan tentang kehamilan padanya.


Ibunya semakin terkejut dan berharap apa yang dikatakan Alia bukanlah kenyataan, sementara Icha sudah tak mampu lagi berkutik atau menghindar dari situasi ini.


Ibu Icha menatap tajam ke Icha dan meminta Icha untuk menjelaskan. Namun Icha hanya bisa bicara dengan terbata-bata, "aku.. aku.. aku.."


Melihat Icha tak mampu menjelaskan, Ibunya menjadi naik pitam dan menarik Icha. Tak bisa mengelak, Icha hanya mampu merengek dan memohon ampun pada ibunya. Ia meminta ibunya melepaskannya dan memaafkannya.



Ibunya melepaskan Icha, tapi setelah itu ibunya bertanya siapa ayah dari bayi yang dikandungnya? Icha sudah menduga pertanyaan ini akan ditanyakan Ibunya, namun Icha tetap tak bisa menyebut nama Angga.


Ia hanya mengatakan Ayah bayi yang dikandungnya sudah meninggal tanpa tahu bahwa dirinya mengandung. Ia memintanya agar ibunya membiarkannya saja. Namun Ibu Icha tampak kesal dengan jawaban anaknya. Kenapa Icha polos sekali?


Kemudian ibunya kembali bertanya dengan keras, "dengan siapa kau lakukan?"


Icha tak menjawab, dia hanya menunduk. Setelah itu Ayu nyeletuk apakah Icha melakukan cinta satu malam saat di Bali? Apakah Icha melakukannya bersama pria yang ia temui di Bali?


"apa itu cinta satu malam?" Ibunya kebingungan dengan kosata yang disebut Ayu.


Kemudian Ayu menjelaskan, maksudnya adalah tidur bersama di malam hari, lalu keesokan paginya pura-pura bersikap seperti orang asing, dan melupakan kejadian itu. Bahkan Ayu iri pada Icha, karena berhasil melakukan cinta satu malam padahal dari dulu dia sangat ingin melakukannya.


Ibu Icha memukul kepala Ayu dan dengan stres dia berkata, "apa yang salah dengan anak-anakku?

__ADS_1


Sambil mengurut dadanya ibunya berkata dan menyalahkan dirinya bahwa ini semua kesalahannya karena kurang perhatian dan telah membesarkan anak tanpa ayah, maka beginilah jadinya.


Mendengar ibunya bersedih dan berkata demikian, Icha menjadi ikut merasa bersalah dan menangis. Ia memohon maaf pada ibunya dan berkata ibunya jangan berkata demikian.


Kemudian Icha mulai menjelaskan bahwa sebenarnya ayah dari bayi yang dikandungnya sebenarnya masih hidup, tapi ia tak mungkin meminta pertanggungjawaban darinya. Sebab laki-laki itu mencintai orang lain bukan dirinya. Semua yang sudah terjadi hanya karena ketidaksengajaan.


Mendengar penjelasan itu, Ibunya malah semakin marah, karena Icha terus membela pria yang tidak bertanggung jawab tersebut. Kenapa putrinya selalu memikirkan orang lain?


Icha kemudian memegang tangan ibunya dan memohon agar dia saja yang menanggung semua. Ini adalah kesalahannya karena dia masuk ke kamar yang salah, makanya kecelakaan itu terjadi.


Ibunya bertambah frustasi karena ketiga anaknya benar-benar menicptakan masalah sendiri-sendiri dan menyebabkan dia stres. Lalu Ibunya pun mengajak semuanya untuk pergi mati saja bersamanya dengan lompat ke laut.


Sebenarnya Zaki, kakak ipar Icha berada diluar dan sudah mendengar apa yang terjadi. Ia juga merasa bersalah pada Icha. Apa yang terjadi pada Icha juga adalah kesalahannya. Kemudian ia masuk kedalam, menenangkan sang mertua dan berkata kalau dia tahu ayah dari bayi yang dikandung Icha. Lalu Icha terkejut karena kakak iparnya pasti akan memberitahu tentang Angga.


Saat sampai didepan tempat makan itu, terdengar suara-suara bising seperti tengah terjadi keributan. Kemudian Angga meminta Reza mencari tempat lain saja. Disini sepertinya tidak nyaman.


Namun saat Angga akan beralih pergi, Zaki sudah melihatnya terlebih dahulu. Kemudian Zaki berkata pada sang mertua bahwa itulah prianya. Pria yang bertanggungjawab atas anak yang ada didalam perut Icha.


Melihat Angga, Ibu Icha langsung naik pitam dan berkata akan membunuh Angga. Dia bahkan sudah mencoba memukul Angga tapi langsung dihalangi oleh Icha.


Angga bingung, kenapa dia tiba-tiba hendak dipukul? Segitu bencikah orang-orang dipulau ini dengannya? Namun saat Angga menyadari bahwa ada Icha. Ia berkata kenapa Icha ada disini? Icha hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Angga. Ia mengisyaratkan bahwa Angga tak usah menyebut namanya dan berpura-pura saja tak mengenalnya.



Kemudian Icha meminta ibunya berhenti dan lebih baik pukul dia saja. Angga tidak salah dan juga ia tak tahu apa-apa.

__ADS_1


Reza yang berada disana tahu maksudnya, tahu apa yang terjadi. Ia sudah bertemu Icha sebelumnya dan mengetahui Icha hamil. Ditambah lagi ia sudah melihat video yang ada pada USB itu, sudah dipastikan bahwa dugaannya benar jika Icha mengandung anak Angga.


Angga jadi bingung dengan apa yang terjadi, kemudian ia mengajak Ibu Icha tenang dan duduk bersama sambil membicarakan masalah ini baik-baik. Ibu Icha menolak dan kembali bergerak memukul dengan sendok kayu besar yang sedari tadi dia pegang.


Angga menghentikan pukulan itu sebelum sampai di kepala Icha dengan memegang sendok kayu besar itu dan meminta ibu Icha bicara baik-baik padanya jika masalah ini ada hubungannya dengannya dan tidak perlu menggunakan kekerasan seperti ini.


Ibu Icha tetap saja tidak mau menerima ajakan Angga untuk bicara baik-baik, dia malah memarahi Angga yang melakukan cinta satu malam dengan putrinya. Ibunya tidak peduli, dia terus saja memarahi Angga, dan hampir sampai pada kalimat kalau Icha hamil hasil perbuatan Angga.


Namun Icha langsung memotong kalimat itu sebelum angga mendengarnya. Icha memohon pada ibunya agar jangan seperti ini, karena ini bukanlah salah Angga.


“Dia adalah orang yang membantuku dan memberiku semangat ketika situasiku sedang sulit. Dia yang memberikan kepercayaan diri padaku. Jadi tolong jangan beritahu dia. Biar aku yang urus semua, Ibu” Icha memohon agar ibunya tak mengatakannya pada Angga.


Namun Ibunya tak menghiraukan, Ia harus memberitahukan Angga sebenarnya. Tapi Icha menghentikan dan berkata bahwa dia saja yang katakan. Lalu Ibunya berkata Icha harus katakan sekarang tidak nanti-nanti. Sebab Ibunya tahu Icha seperti apa, dia takkan ingin membebani orang lain. Jika ia katakan nanti maka itu takkan ada artinya dan takkan pernah terjadi.


"Angga, aku membawa.." kalimat Icha terbata,


"iya,, kamu membawa apa?" Angga kebingungan dengan apa yang ingin dikatakan Icha.



Namun Icha hanya terus mengulang-ulang kalimatnya. Sampai akhirnya Angga kesal dan bertanya apa sih sebenarnya yang Icha bawa?


Lalu Icha menuntaskan kalimatnya yang terputus dan dia menjelaskan kalau sekarang dia membawa anak Angga.


Awalnya Angga bingung tapi kemudian ia tertawa terbahak-bahak. Seolah tadi Icha hanya bergurau saja. Tapi sedetik kemudian ketika dia ingat kalimat Icha kalau itu anaknya, tubuhnya menjadi lemas dan terjatuh. Apa yang sudah terjadi di Bali kembali muncul dalam pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2