
Icha dijemput oleh Reza di Pelabuhan. Reza yang akan mengantarnya kerumah Angga. Namun sebelum Icha kerumah, Ia ke Firma hukum tempatnya bekerja terlebih dahulu. Ia akan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan hanya akan fokus pada kehamilannya, sebab ia sudah berjanji dan bertekad untuk menjadi ibu yang baik untuk anaknya.
Saat sampai di Firma Hukum, Mira langsung memeluk Icha dan bertanya apakah benar Icha sudah menikah? Lalu Icha menjawab iya dan itu terjadi begitu saja sehingga Icha tidak bisa mengundangnya. Pernikahan dilaksakan mendadak dan hanya dihadiri oleh anggota keluarga.
Lalu Mira bertanya, apakah Icha mencintai lelaki yang dinikahinya? Lalu Icha menjawab, saat ini Icha belum dapat mengatakan bahwa Angga adalah lelaki yang dicintainya. Tapi Angga adalah lelaki yang baik dan suatu saat pasti Icha akan mencintainya.
Kemudian sekali lagi, Mira mengucapkan selamat atas pernikahannya pada Icha. Lalu ia berkata akan merindukan Icha sebab Icha tak ada lagi disebelahnya.
Setelah Icha berpamitan pada rekan sesamanya dan sudah mengemasi barang-barangnya. Kini Icha hanya perlu menyerahkan surat pengunduran diri dan berpamitan pada Pak Rudi.
Saat Icha memasuki ruangan Pak Rudi. Ternyata Pak Rudi sudah tahu jika Icha akan mengundurkan diri. Ia menerima surat pengunduran diri Icha dan memberikan Icha amplop coklat yang berisikan sebuah dokumen. Ia mengatakan pada Icha, dokumen itu adalah berkas yang diminta oleh Angga yang saat ini adalah suami Icha.
Pak Rudi meminta Icha untuk menyampaikan berkas itu pada Angga. Lalu ia berkata jika Icha memiliki masalah untuk diperkarakan, jangan segan untuk menghubunginya. Maka ia akan membantu dan memberi diskon untuk masalah yang diperkarakan Icha.
Namun Icha hanya tersenyum dan mengangguk. Ia tidak tahu apa maksud dari Pak Rudi. Tapi ia hanya perlu menerima kebaikan yang ditawarkan oleh Pak Rudi. Ia merasa takkan memiliki masalah selama pernikahan ini. Angga adalah lelaki yang baik, ia pasti akan mengurus dan menjaga anaknya dengan baik.
Setelah menerima berkas itu, Icha berpamitan. Pak Rudi mengantar Icha sampai loby, lalu ia mengatakan selamat atas pernikahannya dan semoga Icha berbahagia.
Reza sudah menunggu diluar. Saat ia melihat Icha membawa kotak besar yang berisi barang-barangnya, Ia langsung keluar dari mobil dan hendak membantu Icha.
Namun Icha merasa tidak enak. Ia menolak bantuan Reza, namun Reza tetap bersikeras merebut kotak itu dari Icha. Sehingga tidak sengaja amplop coklat yang dipegang Icha malah terjatuh.
Reza langsung memunggutnya dan memasukkan kembali kertas yang berceceran keluar dari amplop itu. Ia sempat membaca isi dokumen itu, sebelum menyerahkannya kembali pada Icha. Reza terkejut melihat dokumen tersebut, karena di dalam dokumen itu berisi surat perjanjian untuk pengajuan cerai. Bagaimana bisa Icha akan bercerai, padahal ia baru saja menikah?
__ADS_1
Ia merasa sedih dan kasihan pada Icha setelah membaca dokumen itu. Icha yang tak tahu apa isinya, masih tersenyum dan mengambil dokumen itu. Lalu Reza mengambil kotak Icha dan memasukkannya ke kursi belakang.
Saat menuju perjalanan kerumah, Reza mengajak Icha berbicara sepanjang jalan. Reza mencoba menanyakan pada Icha, apa isi di dalam amplop cokelat itu? dan Icha menjawab dengan singkat kalau itu milik Angga. Reza pun mengangguk dan Ia pun tak berniat memberitahu Icha apa isi sebenarnya dalam amplop cokelat itu. Lebih baik Icha mengetahuinya sendiri.
Lalu Reza mencoba bertanya kembali, apakah Icha sudah melihat isi di dalam amplop cokelat itu? Icha menggeleng dan menjawab tidak, dia beralasan kalau ini bukan miliknya jadi dia tidak berani dan tidak berhak untuk melihat isi di dalam amplop cokelat ini.
Kemudian Reza bertanya, apakah Icha merasa senang dengan pernikahannya? Tentu saja Icha senang dan menjawab iya sambil tersenyum. Lalu Reza berkata pada Icha, jika Icha membutuhkan seorang teman untuk bercerita maka ia siap untuk melakukannya. Ia akan menghibur Icha saat Icha membutuhkannya.
"apa aku boleh menjadi temanmu?" tanya Reza. Icha mengangguk dan menyetujui. Reza pun senang mendapat respon positif dari Icha.
Reza mengkhawatirkan Icha. Sebab ia tahu, Angga takkan pernah mencintainya. Angga dengan jelas mengatakan padanya semalam bahwa hubungannya dengan Icha hanyalah sebuah kesalahan. Bahkan Angga terdengar sama sekali tidak menyukai Icha.
Reza mengasihani Icha. Entah itu rasa kasihan atau rasa tertariknya? Tapi ia ingin membantu dan membuat Icha bahagia.
Ny Sekar hanya bisa tersenyum melihat kepolosan cucu menantunya dan kemudian berkata kalau sekarang Icha adalah Nyonya dirumah yang besar ini. Jadi Icha bisa melakukan apapun yang Icha suka. Lalu Ny Sekar keluar dari kamar dan meninggalkan Icha sendirian
"Sebentar lagi Angga akan tiba dan pulang dari kantornya" ucap Ny Sekar dan pergi.
Icha sudah tak sabar bertemu dengan Angga. Ia akan berkemas dan menunggu Angga tiba. Tak lama kemudian Angga datang dan masuk ke kamar, Ia melihat Icha sedang duduk di sofa,
"kau sudah datang?" Angga berkata dengan datar. Ia terlihat tak ada minat melihat Icha.
Icha yang masih tak menyadari ekspresi Angga, hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia menyerahkan dokumen yang dibawanya tadi pada Angga
__ADS_1
"Pak Rudi memberikan ini" Icha menyerahkan amplop coklat itu pada Angga.
Angga tidak mengambilnya. Ia malah berkata itu adalah dokumen milik Icha. Ia yang meminta Pak Rudi mengurusnya dan Icha hanya perlu menandatanganinya.
Lalu Icha membuka amplop itu untuk melihat isinya. Icha terkejut saat membaca semua isi di dalam surat perjanjian itu.
Kemudian Angga menjelaskan, saat bayi itu lahir maka tidak ada lagi alasan bagi mereka mempertahankan pernikahan ini. Jadi otomatis mereka akan bercerai setelah 10 bulan. Lalu Angga juga menambahkan, ia akan memberikan kompensasi sebesar 10 Miliar pada Icha.
Angga membuat perjanjian itu karena ia telah salahpaham pada Icha. Ia mengira Icha ikut serta menjebaknya dan sudah melakukan hal itu demi uang. Jadi itu adalah hal terbaik yang ia lakukan. Lalu Angga bertanya apa pendapat Icha, Apakah Icha setuju?
Icha menjadi terdiam dengan sekuat tenaga dia menahan tangisnya agar tak jatuh di depan Angga. Ini begitu menyakitkan hatinya. Ia tak menyangka Angga tega melakukan ini padanya. Dia hanya bisa berkata kalau alasannya menikah adalah untuk melindungi si bayi dan juga pulau yang menjadi kampung halamannya, bukan karena uang.
“Itu pertama kalinya banyak orang yang membutuhkanku dan pertama kalinya juga orang memberiku ucapan selamat. Aku berterima kasih padamu” Icha dengan lirih mengucapkannya.
Icha mengingat semua kebaikan Angga padanya bahkan ketika ia di Bali. Dia kemudian melanjutkan kalimatnya, kalau Angga selalu hadir saat dia mengalami masa sulit dan selalu membantunya.
“Aku bersyukur karena kupikir kau tulus. Aku juga lega menyadari bahwa kaulah ayah dari bayiku ini. Sehingga bayi ini akan lahir dengan berkat" Icha melanjutkan kalimatnya.
Disela-sela kalimat sedihnya, Icha kembali mengingat semua kebaikan Angga dengan jelas. Bahkan saat Angga sendiri yang datang menggagalkan aborsi yang akan dia lakukan. Semua terasa begitu menyentuhnya.
Icha tak bisa lagi menahan air matanya dan akhirnya dia menangis sambil berkata kalau dia benar-benar tulus untuk hidup dan ikut bersama Angga. Tapi jika Angga menginginkan ini, maka akan ia lakukan.
Icha tampak mengambil pulpen yang ada di atas meja dan melakukan sesuatu pada dokumen itu. Apakah dia menandatanganinya? Setelah selesai, Icha berkata kalau dia punya syarat.
__ADS_1