
Icha menceritakan pada Angga bagaimana kehidupannya serta julukannya di kantor adalah gadis catatan tempel. Semua rekan kerjanya seperti itu padanya, tetapi hanya Pengacara Malik yang memperlakukannya dengan berbeda. Karena itulah dia benar-benar menyukai Pengacara Malik. Dia sangat berharap liburan kali ini membuat hubungannya dan Pengacara Malik bertambah baik, makanya dia juga mempersiapkan segalanya.
Angga terhanyut dan ikut sedih dengan cerita Icha. Dia merasa bernasib sama seperti Icha. Angga kemudian berkata, bagaimana bisa orang yang menyakiti mereka masih bisa baik-baik saja, sementara mereka disini sangat terluka?
Seperti itu juga yang Angga rasakan ketika ditinggalkan oleh Anin setelah semua yang ia persiapkan. Ia juga sangat menderita. Oleh karena itu ia bisa merasakan perasaan sama seperti yang dirasakan Icha.
Kemudian Angga mengajak Icha pergi dan mengikutinya. Icha bertanya mereka mau kemana? Angga menjelaskan kalau sekarang dia akan membuat Icha bukan lagi menjadi gadis catatan tempel. Akan dia tunjukkan pada sampah itu, betapa hebatnya Icha. Betapa spesial dan luar biasanya Icha. Sehingga Icha juga bisa percaya diri terhadap dirinya.
****
Icha diajak ke salon untuk dirubah penampilannya. Saat staff salon memperhatikan Icha secara keseluruhan, lalu mereka mengatakan itu adalah perbuatan yang sangat sulit untuk mengubah penampilan Icha . Namun jika Angga tetap memaksa maka biaya untuk make over ini bisa dua kali lipat. Tentu saja Angga menyanggupi. Uang bukan masalah baginya.
__ADS_1
Angga tidak peduli, mau dua kali lipat atau tiga kali lipat yang penting dia ingin penampilan Icha berubah.
Namun Icha bergumam kalau dia tak perlu mengubah penampilannya. Angga tidak mempedulikan pendapat Icha. Dia malah langsung melepas kacamata Icha karena menurutnya kacamata Icha inilah benda yang pertama kali harus disingkirkan. Icha tak bisa lagi berkutik dan akhirnya menurut saja.
Icha kemudian di dandani. Rambutnya pun di tata dengan cantik begitu juga riasan di wajahnya. Ketika memilih gaun, para staf salon sedikit bingung karena tubuh Icha yang pendek sementara gaun-gaun yang tersedia adalah untuk wanita-wanita berpostur tubuh tinggi.
Setelah memakan waktu cukup lama akhirnya Icha pun sudah siap dibawa kehadapan Angga. Lalu Angga pun langsung berdiri dan menoleh kearah mereka.
Kedua staff salon tersebut berkata kalau mereka sudah menciptakan sebuah maha karya yang luar biasa. Icha memakai gaun perak yang luar biasa bagus dan berjalan malu-malu. Angga ikut terpana melihat kecantikan Icha yang selama ini tersembunyi. Dia bahkan tertegun beberapa waktu saat memandangi Icha. Sungguh jauh berbeda dari Icha catatan tempel yang dilihatnya tadi.
__ADS_1
Angga membawa Icha memasuki klub kasino, karena dia yakin Pengacara Malik pasti ada disini.
Benar saja, Pengacara Malik tak sengaja menolehkan pandangannya pada Icha dan Angga yang masuk kedalam Casino. Ia berdecak takjub melihat kecantikan wajah Icha dengan penampilan Icha yang terlihat sangat berbeda. Saat ini Pengacara Malik ditemanin dan duduk berdua dengan Mila.
Angga langsung tahu dan mendekati meja dimana Pengacara Malik bermain, serta langsung ikut bergabung disana.
Icha mencoba bersikap biasa saja dan percaya diri seperti yang Angga telah katakan padanya. Ia duduk di kursi yang sudah disiapkan Angga untuknya.
__ADS_1
Angga ikut serta bermain poker bersama semua yang ada di meja itu. Dia bermain dengan sangat santai, seolah yakin jika nanti dialah yang akan menang.