Fated To Love You

Fated To Love You
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Hanya ditanya tanggal berapa mereka akan menikah saja sudah membuat Mike ingin salto, koprol bahkan kalau perlu guling-guling di lantai. Rasanya sangat membahagiakan, sampai dia sendiri bingung bagaimana akan mengekspresikan kebahagiaannya saat ini.


Lampu hijau sudah di kantonginya. Dan kini sudah saatnya Mike menentukan tanggal cantik untuk pernikahannya.


Ah, semua tanggal rasanya sangat cantik jika di pakai untuk hari pernikahannya. Tapi dari semua deretan tanggal, besok merupakan tanggal tercantik menurut Mike.


Lagi pula bukankah suatu niatan baik itu lebih bagus kalau disegerakan.


"Jadi tanggal berapa?" Papa Floryn menggulang pertanyaannya. Dan kali ini dengan cepat dan mantap Mike menjawab.


"Kalau besok saja gimana Om?"


"Mike..." Floryn terlihat sangat kaget saat mendengarkan jawaban sang kekasih. Sedangkan sang papa justru tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sepertinya Papa Floryn mulai menyukai calon menantunya yang unik ini.


"Kenapa Yang? Bukan kah niatan baik itu lebih bagus di segerakan?" Mike menatap sang kekasih dengan tatapan tak berdosanya.


"Iya sih tapi tidak besok juga Mike," jawab Floryn salah tingkah. Ini bukan karena tatapan tak berdosa sang kekasih. Melainkan tatapan sang papa yang terlihat penuh dengan keingin tahuan.

__ADS_1


"Begini Nak. Memang benar jika sesuatu yang baik itu lebih baik di segerakan. Tapi lihatlah, saat ini Om masih di rawat di rumah sakit. Apa kalian ingin pernikahan itu berlangsung di sini?" tanya Papa Floryn. Dan sialnya pertanyaan itu justru terasa menyentil hati Mike.


Terlalu bersemangat membuat Mike mengabaikan kondisi sekitarnya. Dia terlalu fokus dengan kebahagiaannya sampai lupa jika pernikahan ini tak akan bisa berlangsung jika hanya ada dirinya dan Floryn di dalamnya.


"Maaf Om. Mike hanya terlalu bersemangat. Jujur saja pernikahan ini sudah Mike impikan cukup lama," ucap Mike apa adanya.


"Om mengerti Nak. Karena Om pernah di posisi seperti kalian," sahut Papa Floryn memaklumi. Dia pernah muda dan dia sangat tahu bagaimana rasanya ingin memiliki seutuhnya wanita yang sangat di cintainya.


"Bagaimana kalau setelah Om di izinkan pulang dari rumah sakit, kamu ajak Papa kamu ke rumah Om untuk membicarakan pernikahan kalian?" Papa Floryn memberi usul. Lagi pula besok atau mungkin lusa, dirinya mungkin sudah diizinkan pulang. Melihat kondisi kesehatannya yang semakin membaik.


Mike mengangguk setuju. "Baik Om. Setelah Om di bolehkan kembali ke rumah, Mike akan berkunjung bersama kedua orang tua Mike."


Sehari setelah kunjungan Mike ke rumah sakit, Papa Floryn sudah di izinkan pulang. Bahkan Mike sebagai calon menantu idaman ikut serta menjemput calon mertuanya itu.


Saat itu Mike tak lama berada di rumah Floryn, karena ingin memberikan banyak untuk calon papa mertuanya agar bisa beristirahat.


Semakin cepat kesehatan Papa Floryn membaik, maka semakin cepat pula pernikahannya akan di lansungkan.


Dan hari ini, Mike di temani keluarga berkunjung ke rumah Floryn untuk menjenguk Papa kekasihnya itu sekaligus membicarakan tentang pernikahan mereka tentunya.

__ADS_1


Dengan menggunakan tiga mobil, mereka berkendera beriringan menuju kediaman Papa Floryn yang berada di daerah Jakarta Selatan.


Mengapa menggunakan tiga mobil? Karena semua ingin ikut. Papa Arya menggunakan satu mobil bersama istri, anak dan menantunya. Dad Kim hanya berdua dengan Mom Lisa. Karena Alex dan Keyra tak bisa ikut, mereka bedua sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Keyra yang sudah masuk bulan ke sembilan.


Sedangkan Mike sendiri berada satu mobil dengan Papa da Mamanya. Papa Jo duduk di kursi kemudi, Mama Sita sendiri duduk di samping mantan suaminya. Sedangkan Mike? Pria tampan itu memilih duduk sendirian di kursi belakang, membiarkan kedua orang tuanya bernostalgia akan masa lalu. Siapa tahu dengan begitu mereka bisa kembali rujuk, dan itu adalah harapan Mike.


Di rumah Floryn kami di sambut hangat oleh tuan rumah. Disini juga sudah ada Kak Najwa. Dan konon katanya Kak Najwa akan tinggal disini bersama Floryn dan Papanya.


Selain di anggap kakak oleh Floryn, wanita dengan perut buncit itu juga sudah di anggap anak sulung oleh Papa Floryn.


"Jadi kapan sebaiknya kita mengadakan pernikahan untuk anak-anak kita?" tanya Papa Floryn setelah pembicaraan basa bagi mereka usai.


"Kalau saya sih maunya secepatnya," jawab Papa Jo mantap. "Saya khawatir mereka melakukan sesuatu yang melewati batas."


"Maksud anda?" tanya Papa Floryn tak mengerti.


"Beberapa waktu yang lalu saya tidak sengaja memergoki putra saya dan putri anda sedang...." Papa Jo menyatukan jari-jari tangan kanan dengan tangan kiri membentuk sebuah isyarat. Lalu mengucapan satu kata yang membuat semua orang kaget.


"Berciuman...."

__ADS_1


__ADS_2