
Sepulang dari Bali. Icha kembali bekerja seperti biasanya. Ia masih menjadi gadis baik yang tak bisa menolak permintaan orang lain. Saat ini seperti pagi-pagi biasanya, ia membawakan pesanan kopi teman-temannya di kantor.
Saat akan memasuki kantor. Langkahnya terhenti saat ada mobil sedan hitam berhenti. Sepertinya firma hukum tempatnya bekerja kedatangan tamu penting sampai disambut langsung oleh Pak Rudi.
Saat Icha memperhatikan siapa yang keluar dari mobil, Ia terkejut. Ia mengenal orang tersebut. Itu adalah Angga. Ia tak pernah menyangka akan bertemu Angga lagi. Lalu ada urusan apa Angga datang ke firma hukum tempatnya bekerja?
Ia tak ingin bertemu Angga. Akan canggung rasanya ia bertemu Angga sejak kejadian hari itu. Ia bahkan tak menceritakannya pada Mira, apa saja yang sudah terjadi di Bali. Bahkan ketika Mira bertanya tentangnya dan Pengacara Malik, Icha hanya diam dan tak mau mengungkit untuk menceritakannya.
Ternyata Angga datang ke firma hukum Icha untuk mengurus masalah pabrik yang dipermasalahkan oleh dirinya dan Presdir Dodi. Dia ingin segera menutup pabrik itu, tapi ia tak ingin terlibat banyak masalah. Oleh karena itu ia membutuhkan seorang Pengacara handal dalam menangani masalahnya.
__ADS_1
Saat ini Angga sudah berada di dalam ruangan Pak Rudi. Kemudian Pak Rudi memanggil sekretarisnya untuk membawakan Angga secangkir teh. Namun Angga terkejut ketika Pak Rudi menyebut nama Icha. Ia mengira itu nama orang yang ia kenal sebelumnya. Namun saat sekretaris Pak Rudi masuk, Ia lega itu bukanlah Icha yang ia kenal. Angga pun tertawa dan membenarkan apa yang di katakan Icha sebelumnya bahwa namanya sangatlah umum. Dimanapun berada pasti nama itu juga ada.
Setelah sekretaris Pak Rudi pergi, Ia mengajak Angga membahas tentang kerja sama mereka. Ia menanyakan pada Angga seperti apa permasalahan yang ingin diselesaikan Angga.
Setelah mendengarkan Angga berbicara. Akhirnya Pak Rudi merekomendasikan satu orang yang handal di bidang ini pada Angga. Kemudian Angga berkata jika Pak Rudi mengandalkannya maka ia akan pertimbangkan.
Angga yang juga melihat orang yang direkomendasikan Pak Rudi masuk hanya tertawa meledek. Inikah yang dimaksud Pak Rudi sebagai orang yang dapat diandalkan? yang benar saja pikir Angga. Orang tersebut adalah Pengacara Malik.
Kemudian Angga berdiri saat Pengacara Malik mengulurkan tangannya berkenalan dengan Angga. Ia harap Angga bisa melupakan kejadian tempo hari di Bali. Namun Angga hanya menghiraukan dan tak mau membalas menjabat tangan tersebut.
__ADS_1
Angga berkata ia harus bergegas pergi. Ia malas berlama-lama berada didekat sampah seperti Pengacara Malik. Oleh sebab itu ia mengatakan pada Pak Rudi bahwa ia masih punya urusan lain dan mengenai rekomendasi dari Pak Rudi ia akan pertimbangkan dan memikirkannya terlebih dahulu.
Namun saat Angga mengatakan hal itu, Pengacara Malik sudah yakin saja Angga takkan mau bekerjasama dengannya. Angga saat ini sudah meninggalkan ruangan tersebut.
Saat keluar dari ruangan. Angga tiba-tiba teringat pada Icha. Karena Pengacara Malik bekerja disini, itu artinya Icha juga berada disini.
Benar saja, Angga tiba-tiba melihat seseorang yang mirip dengan Icha. Ia tengah memasuki ruangan. Angga tak dapat melihat wajah orang tersebut, Ia hanya melihat sekilas dari belakang.
Saat Angga sudah memasuki lift. Ia tertawa getir menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana bisa tiba-tiba ia memikirkan dan ingin bertemu dengan Icha.
__ADS_1