Fated To Love You

Fated To Love You
21


__ADS_3

Icha cemas dengan permainan ini. Sebab Angga sudah mempertaruhkan banyak chip untuk menerima tantangan Pengacara Malik. Lalu apakah kali ini keberutuntungan akan berpihak pada mereka?


Setelah kartu di buka, Pengacara Malik tersenyum senang karena dia yakin dialah yang menang. Kartunya Full House AS. Namun raut wajah Angga tampak tak berubah sama sekali. Ia tidak cemas ataupun takut. Dia hanya tersenyum lalu mencium chip yang ia sisakan tadi dan sudah didoakan oleh Icha.


Setelah itu Angga membuka satu kartu miliknya, kartu daun dengan nomor 8. Pengacara Malik langsung menertawakan kartu milik Angga karena merasa kartu Full House AS miliknya masih jauh diatas Angga.


Tak berhenti disitu, Angga sedang bersiap membuka satu kartu miliknya yang tersisa dan itu adalah kartu dengan gambar hati dan bernomor 8 juga. Setelah kartu terakhir milik Angga dibuka, Ia langsung tertawa terbahak-bahak, memperdengarkan tawa khas miliknya yang penuh kesombongan dan seolah mengejek Pengacara Malik.


Icha tentu tidak mengerti dengan situasi ini sampai Angga akhirnya menjelaskan pada Icha kalau dialah yang menang, karena dia punya dua kartu berangka 8 dan di meja juga ada dua kartu delapan. Icha berteriak senang dan memeluk Angga. Dia lega sekali karena Angga tak jadi bangkrut karena permainan taruhan bersama Pengacara Malik.


“Aku khawatir tadinya kita akan kalah karena nasib burukku.” ucap Angga


Sementara Mila yang masih berada disamping Pengacara Malik tampak kesal karena sebagian chip yang dipertaruhkan adalah miliknya. Ia ikutan kehilangan uangnya karena kekalahan Pengacara Malik.

__ADS_1


Dia tidak rela dan menginginkan semua uangnya dikembalikan. Ia juga menyinggung kejadian tadi malam saat ia bersama dengan Pengacara Malik. Ia menarik kalimatnya yang mengatakan Pengacara Malik mematikan. Sesungguhnya Pengacara Malik tidaklah hebat. Dia bahkan jauh dari biasa. Dia berada dibawah rata-rata katanya.


Pengacara Malik tentu kesal dan merasa Mila plin plan. Semalam saja Mila memujinya dan berkata kalau semalam mereka bersenang-senang. Lalu sekarang Mila malah mengejek aksinya tadi malam.


“Kau bilang tidak ada kuda putih yang sepertiku.” berontak Pengacara Malik,


Mila memandang kearah bagian kejantanan milik Pengacara Malik berada dengan tatapan mengejek lalu berkata


Angga dengan senyum kemenangan dan merendahkan seperti saat Pengacara Malik mengatai Icha tadi siang kini mendekati Pengacara Malik lalu berkata tentang hal ketiga yang dia janjikan tadi.


Hal ketiga yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk mengenali dewi keberuntungan. Angga melirik pada Icha. Dia lalu menambahkan kalau ternyata Pengacara Malik tidak mampu mengenali siapa dewi keberuntungan yang memang bisa membawa keberuntungan.


Pengacara Malik yang tampak putus asa mencoba mengajak Angga bertaruh dan bermain lagi, dia memungut chips yang berserakan di meja.

__ADS_1


Angga tentu saja menolak dan menyebut kalau Pengacara Malik benar-benar seperti kaum rendahan dan bukan seperti bangsawan seperti yang ia katakan pada Icha.


Pengacara Malik tentu saja tidak kehilangan akal, dia mendekati dan mencoba membujuk Icha untuk memaafkannya. Serta meminta Icha mau membujuk Angga untuk menurutinya bermain kembali. Ia tampak memaksa Icha. Ia berusaha memanfaatkan Icha seperti diawal.


Kemudian Angga berkata jika Pengacara Malik mau semua uangnya kembali maka Ia harus berlutut dan memohon maaf pada Icha.


Tanpa mempedulikan harga dirinya. Pengacara Malik melakukan apa yang diminta Angga. Dia langsung berlutut di depan Icha serta disaksikan semua pengunjung casino. Ini dia lakukan hanya agar uangnya kembali. Hanya itu.


Icha tak tega melihat Pengacara Malik melakukan itu. Itulah kelemahan Icha. Dia selalu tak tega melihat orang seperti ini. Icha meminta Pengacara Malik berhenti dan berdiri saja.


Angga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Icha malah memaafkan Pengacara Malik, padahal sudah jelas Angga memberikan Icha kesempatan bagus untuk membalas semua hinaan Pengacara Malik padanya tadi. Tapi Icha malah memilih tak melakukannya.


Icha kemudian berlari pergi meninggalkan tempat itu. Sebelumnya dia sempat menundukkan kepala sebagai ucapan terima kasihnya kepada Angga. Kemudian Angga tak mengerti kenapa ada orang yang terlalu baik seperti Icha?

__ADS_1


__ADS_2