Fated To Love You

Fated To Love You
12


__ADS_3

*Icha Pov


Aku dan Pengacara Malik sudah berada di Bali. Wah kota ini memang indah, tak hentinya mataku menatap dan menikmati pemandangan indah yang disuguhkan disini. Untuk sampai ke resort kami menaiki bis wisatawan. Banyak pasangan kekasih lainnya didalam bis ini. Aku juga bahagia ada pengacara Malik yang menemaniku.


Pengacara Malik menengok ke belakang, dimana ada pasangan yang tengah asik berciuman. Dia pun merangkulkan lengannya ke pundakku mencoba lebih dekat denganku, seperti janjinya padaku sebelumnya ia akan menjagaku dan membuatku bahagia.


Aku sangat senang karena akhirnya bisa ke Bali menikmati liburan ini bersama pria yang kusukai. Pengacara Malik sangat baik.



Pengacara Malik mengatakan, seharusnya biarkan dia membayar setengah dari tiket yang aku punya. Tapi aku bersikukuh menolaknya dan tidak mau diganti. Itu membuatku sedikit tidak enak. Itu kan tiketku jadi sudah seharusnya aku yang membayar. Kalau bayar setengah-setengah rasanya sedikit tidak enak. Sudah untung dia mau menemaniku.


Pengacara Malik tersenyum dengan manis berkata kalau malam ini dia akan menjaga dan membuatku jadi perempuan yang paling bahagia. Dia akan pastikan itu. Aku tersipu mendengarnya. Aku kaget ketika tangan Pengacara Malik tiba-tiba menggenggam tanganku.


Akhirnya kami sampai di resort tempat menginap. Aku masuk ke kamar yang bernomor 2006. Kamar ini sangat luas dan begitu mewah, Aku menyukainya.


Pengacara Malik ikut menyusul ke kamar, dia duduk di sampingku yang langsung membuat suasana menjadi canggung.



"apa yang akan kita lakukan sekarang?" Dia bertanya padaku

__ADS_1


Aku gugup harus menjawab apa. Apa aku harus melakukan ‘hal itu', Seperti yang dikatakan Mira? Saat ini lebih baik, Aku diam saja lah cari aman.


Kemudian Pengacara Malik bertanya, apa ada tempat yang ingin aku kunjungi? aku sedikit bingung ingin mengunjungi yang mana duluan karena di resort ini ada Restoran, Spa, Salon dan juga Casino.


Mendengar kata Casino, Pengacara Malik tampak tertarik dan malah menyuruhku istirahat di kamar saja dulu karena pasti capek setelah tadi melakukan perjalanan.


Biarkan dia berkeliling dan melihat-lihat sebentar. Aku hanya menurut saja, terlebih lagi Pengacara Malik memanggilku dengan sebutan sayang. Kata itu cukup membuatku klepek-klepek. Dia bisa saja membuat suasana hatiku meleleh.


Aku membiarkan Pengacara Malik berkeliling dan menikmati waktunya. Aku memang sedikit lelah dengan perjalan ini.


*****


Saat di Casino, mata Pengacara Malik mulai jelalatan. Dia melihat bokong seorang wanita seksi yang bergerak-gerak dan membuatnya tergoda. Perempuan ini lebih menarik daripada Icha.



Wanita seksi itupun menoleh dan menatap Pengacara Malik. Dia juga tertarik pada pengacara Malik yang juga terlihat sangat mematikan. Mereka pun saling berkenalan. Tampak sekali Pengacara Malik tergoda dengan kecantikan dan keseksian perempuan itu. Sehingga ia lupa dengan keberadaan Icha yang bersamanya.


*****


Aku merasa Pengacara Malik sudah terlalu lama berkeliling sendirian.

__ADS_1


Aku harus pergi mencarinya.


Udara Bali sepertinya tak bersahabat denganku. Membuatku sedikit tidak enak badan. Aku kan ga boleh jatuh sakit. Kalau aku sakit, aku tidak bisa menikmati waktu bersenang-senang disini bersama Pengacara Malik.


Aku sudah berkeliling kemana-kemana, tapi Pengacara Malik tak kutemukan. Aku tidak memeriksanya ke Casino, mana mungkin dia kesana. Dia terlihat seperti pria baik-baik.


Aku lelah hingga aku sampai di sebuah tempat dimana ada aliran air disana. Aku duduk di tepi tempat itu dan mulai bergumam kemana sebenarnya Pengacara Malik pergi, kok ga ketemu-ketemu?



Cuaca disini sangat dingin. Tidak cocok denganku. Aku tiba-tiba mendengar suara seseorang. Terdengar seperti ia akan melamar kekasihnya. Kalimat yang ia ucapkan terdengar sangat manis. Pasti perempuan yang mendengar pernyataan seperti itu akan menjadi perempuan yang beruntung.


Aku menoleh karena penasaran, apakah di hadapannya juga ada perempuan yang akan menerima lamaran tersebut? Aku ingin melihat apakah lamarannya diterima atau ditolak.



Tapi, tiba-tiba saja aku bersin dan terbatuk-batuk. Cuaca disini benar-benar tidak cocok untukku. Tentu saja suara itu terdengar jelas oleh pria yang sedang bergumam itu. Aku langsung panik bagaimana jika aku ketahuan sedang mengintip?


Untung saja ada karyawan resort yang ada dihadapanku, sehingga aku bisa berpura-pura tidak mengintip orang itu.


Karyawan ini membawa minuman, tentu saja aku ingin minum untuk menghilangkan batuk ini.

__ADS_1



__ADS_2