Fated To Love You

Fated To Love You
45


__ADS_3

Angga di hubungi oleh asistennya, memberitahu bahwa Presdir yang membeli Pabrik sabun nya di kampung halaman Icha akan menjadikan wilayah itu sebagai tempat penampungan limbah.


Angga menjadi syok setelah mendengarnya, Ia tidak percaya jika DoDo industries akan membangun TPA limbah di Pulau tersebut. Lalu Angga segera menghubungi Pak Rudi agar membantunya menangani masalah ini. Jika Icha tahu bahwa kampung halamannya akan di jadikan sebagai tempat pembuangan limbah, pasti Icha akan sedih dan membenci dirinya.



Setelah mempelajari kasusnya, Pak Rudi mengatakan bahwa yang dilakukan oleh Presdir Dodo Industries memang ilegal dan merupakan tindakan kriminal mencemari lingkungan. Ia menambahkan kalau Dodo Industries juga mengumpulkan sampah dan membuangnya ke laut.


Akhirnya Angga memutuskan untuk membuat perhitungan dengan Dodo Industries. Ia ingin menarik kembali kontrak penjualan Pabrik Sabun itu. Bersama asistennya dan Pak Rudi, Angga mengunjungi kantor Dodo Industries.



Kedatangan Angga ke kantornya tidak membuat Presdir Dodo Industries tampak takut padahal sikap Angga sudah terlihat sangar. Melainkan Presdir Dodo Industries yang juga ditemani anak buahnya juga lebih tampak sangar. Mereka malah terlihat seperti gangster bukannya seorang pengusahawan.



Angga memutuskan duduk dengan gagah dan mengambil dokumen yang sudah dipegang Pak Rudi. Sambil memegang dokumen itu Angga berkata kalau kontrak pembelian Pabrik Sabun dia batalkan


Presdir Dodo Industries marah besar saat Angga mengatakan Ia akan menarik kembali kontrak penjualan. Dia bertanya memangnya Angga kira dia adalah badut? Sehingga Angga dapat dengan mudah mempermainkannya. Angga mendengar itu dan menjawabnya dengan tertawa keras.


Kemudian Angga berkata kalau dia akan memberikan kompensasi yang tak bisa Presdir Dodo industries bayangkan atas keputusan yang tidak jadi menjual pabrik itu. Ia akan membayar denda pembatalan kontraknya, jadi tenang saja.


__ADS_1


Lalu Presdir Dodo Industries menanyakan kenapa Angga tiba-tiba seperti ini? Bukankah Angga yang semangat untuk menjual Pabrik itu? Bahkan ketika Ia menawar dengan harga yang besar, Angga terlihat senang. Lalu kini kenapa Angga membatalkan kontraknya? Apa Ia tak masalah jika harus membayar denda pembatalan dua kali lipat biaya pembelian?


Angga mencondongkan tubuhnya dengan tampan dan menjawab “Pulau itu, bukan pulau yang payah dan tidak berharga sehingga bisa kau gunakan untuk membangun TPA Limbah Industri disana”


Presdir Dodo Industries terkejut mendengar dari mana Angga tahu jika wilayah itu akan Ia jadikan sebagai tempat pembuangan limbah? Namun Presdir Dodo Industries tetap saja berat untuk melepaskan kembali kontrak penjualan itu. Ia tidak bisa menemukan tempat se sempurna itu untuk di jadikan sebagai tempat pembuangan Limbah.


Lalu Ia berkata kalau jumlah kompensasi yang diberikan Angga sesuai maka dia mau melepas Pabrik itu. Angga tertawa dan bertepuk tangan, uang bukan masalah baginya. Dia kemudian berjalan mendekati meja Presdir Dodo Industries sambil terus tertawa terbahak-bahak.


Setelah mendekati Presdir Dodo Industries, Ia lalu berkata “Jika aku sudah mengatakan aku tidak akan menjualnya, maka tidak akan pernah aku jual. Lagipula, pulau itu adalah kampung halaman istriku. Sebelum aku mati, keputusanku tidak akan berubah. Aku tidak akan menjualnya. Urusan kompensasi kau tak perlu takut. sepuluh kali lipat kau minta, akan aku serahkan. Tapi aku takkan menjual pabrik itu.”


Setelah itu Angga pergi meninggalkan kantor Presdir Dodo Industries. Ia bersiap untuk kembali lagi ke kantornya. Urusan dokumen penjualan dan kompensasi Ia serahkan pada Pak Rudi dan Asistennya.


Dalam perjalanan Angga melihat jari manisnya yang kosong tanpa cincin pernikahan. Ia sudah salah melepaskan cincin pernikahannya. Bahkan Icha melihat itu saat mereka di kelas ibu hamil kemarin. Lalu Angga mengeluarkan cincin nikahnya dari saku jasnya dan menatap cincin itu lama.



Apa Ia sudah menerima pernikahannya?


Saat ini Icha sudah berada kembali di kantor Angga. Ia ingin menanyakan sesuatu dan mendapatkan penjelasan dari Angga. Ternyata Icha sudah mendapatkan pesan masuk dari ponselnya sebelum memutuskan ke kantor Angga. Dia mendapatkan pesan berisi kontrak penjualan pabrik sabun di kampung halamannnya.



Ia syok dan sedih ketika mendapatkan pesan itu. Ia tak menyangka Angga tega melakukan itu padanya. Bukankah Ia sudah meminta Angga untuk tidak menjualnya? Lalu kenapa Angga tetap masih menjualnya?

__ADS_1



Saat sampai di kantor Angga, Ia kembali bertemu dengan Reza. Icha tampak buruk dengan muka yang sedih. Reza menghampirinya dan bertanya, ada apa? Lalu Icha berkata Ia mencari Angga. Tapi Reza menjawab bahwasanya Angga belum kemabli dari urusannya di luar kantor.


Icha sedang menahan tangisnya. Lalu Reza bertanya apa terjadi sesuatu?


“Aku harus bagaimana? Kukira dia orang yang sangat baik. Tapi aku tak tahu. Dia boleh saja mengabaikanku dan bayiku. Tapi dia tidak boleh mengabaikan penduduk di kampung halamanku. Orang-orang disana sudah bergantung padanya dan berharap padanya. Kini, aku tidak tahu lagi siapa dia? Aku harus bagaimana?” jawab Icha tak sanggup menahan tangisnya.


Lalu Icha menunduk dan meneteskan air matanya. Reza bingung harus berbuat apa. Mereka sama-sama tidak tahu jika sebenarnya Angga telah menarik kontrak penjualan itu.


Kemudian Reza melihat Angga yang baru saja masuk kantor. Angga tengah berjalan dan mungkin saja akan menuju kearahnya. Sambil tersenyum Angga berjalan dan menatapi jari manisnya yang memakai cincin pernikahan. Seketika itu juga Reza mendapatkan ide. Ia akan melihat bagaimana reaksi Angga saat melihat Icha di dekatnya.



Angga yang tengah melangkah mantap, tiba-tiba terhenti karena dia melihat Icha bersama Reza. Icha tak menyadari kehadiran Angga karena dia berdiri membelakangi. Lalu Angga memutuskan segera mendekat.


Icha yang sudah menangis berkata kalau dia lebih baik pergi saja. Tidak ada gunanya Ia datang kemari, pasti Angga tidak akan mendengarnya dan mengabulkan permintaannya. Tapi tiba-tiba Reza memegang lengan Icha, membuatnya berhenti menangis dan menatap Reza dengan tatapan heran.


Reza kemudian bertanya pelan, apa perlu kita pastikan orang macam apa Angga tu? Tapi Icha tidak mengerti apa maksud Reza. Lalu Reza memilih tidak menjelaskan dan langsung memeluk Icha. Ia sengaja melakukan itu biar Angga melihatnya.



Angga pun tertegun di tempatnya berdiri melihat istrinya di peluk Reza. Kemudian mereka saling menatap tajam. Bagaimana bisa Reza dengan beraninya memeluk Icha langsung di hadapannya?

__ADS_1



__ADS_2