
Tidak hanya Icha yang tiba di Bali. Angga juga sudah sampai terlebih dahulu. Ia datang tidak bersama Anin. Ia datang terlebih dahulu dan kemudian Anin menyusul. Ia harus mengerjakan sesuatu terlebih dahulu sebelum Anin datang.
Sekarang Angga tengah menikmati keindahan Bali dengan membayangkan betapa romantisnya lamaran yang akan dia lakukan untuk Anin nanti.
Sesampainya ia di resort, seorang staf sudah menyambutnya dan menjelaskan kalau nanti saat acara penting Angga berlangsung, maka akan ada musik orchestra yang menyambut kedatangan Anin.
Angga tersneyum puas, terlebih di tempat yang sudah dipesannya ini banyak poster yang menampilkan wajahnya dan Anin. Memperlihatkan keromantisan mereka.
Namun tak jauh dari tempat Angga berada, tampak dua orang laki-laki yang memperhatikan gerak-gerik Angga. Salah satu dari laki-laki itu berkata kalau musuh mereka yaitu Angga sudah datang. Mereka pun sudah merencanakan hal yang jahat untuk menjebak dan menggagalkan rencana Angga.
__ADS_1
Dua laki-laki yang berniat jahat pada Angga sudah menyiapkan semuanya. Dia menaruh bubuk yang entah itu apa ke dalam minuman yang rencananya akan disuguhkan pada Angga.
Kini keduanya menatap botol minuman yang sudah berisi serbuk aneh di dalamnya seraya berkata kalau sekarang mereka harus mencari cara agar minuman ini bisa sampai ke tangan Angga.
“Jika monyet itu meminumnya, maka dia akan kuat di malam hari”
Ternyata dua orang itu menaruh obat perangsang di dalam minuman tersebut yang akan membuat Angga menjadi pribadi bergairah ketika malam tiba dan juga sudah ada perempuan yang disiapkan untuk memuluskan malam Angga.
Tanpa pikir panjang, mereka meminta salah seorang staff resort memberikan minuman itu pada Angga dengan dalih mengatakan pada Angga bahwa minuman itu adalah minuman penyambut selamat datang untuk para tamu yang datang ke resort ini. Langsung saja Angga mengambil dan meminum habis minuman tersebut tanpa curiga sedikitpun.
Setelah memastikan angga meminum habis minuman itu, mereka berdua bergegas pergi, takut diketahui keberadaannya oleh Angga. Namun tanpa mereka duga, Icha berada didekat sana dan juga mengambil salah satu minuman tersebut. Icha juga menghabiskan satu gelas penuh.
Pria yang didengar Icha tengah bergumam menyusun kalimat pernyataan lamaran adalah Angga. Namun Angga tak dapat melihat Icha, begitu juga Icha tak dapat melihat dengan jelas wajah Angga.
__ADS_1
Angga berada di taman yang bersebarangan dengan tempat duduk Icha.
Angga duduk di kursi itu mulai berbicara sendiri. Icha mendengarkan kalimat itu dengan jelas tapi ia tak bisa melihat wajah Angga dengan jelas.
Angga bergumam “Anin…terima kasih karena kau telah kembali ke sisiku, dan mau pergi bersenang-senang denganku. Mungkin kau menganggap ini egois, tapi daripada berada disisimu saat kamu bahagia, aku lebih suka ada di sisi tersulitmu. Seseorang yang berbagi beban denganmu. Meski kau suka saat aku tersenyum.Tapi aku ingin menjadi seseorang yang ingin kau temui saat kau menangis. Waktu terasa berhenti saat bersamamu, Kau satu-satunya orang yang selalu aku undang dalam mimpiku. Mengingatmu saja sudah mampu membuatku tersenyum. Menggiggit bibir bawahku saat terbawa khayal dan rindu dalam dekapmu. Aku ingin itu menjadi nyata tidak lagi mimpi dan khayal. Bolehkan aku melakukannya? Aku mencintaimu Anin…maukah kau menikah denganku?”
Icha yang berada dibawah mendengar jelas semua kalimat manis Angga. Dia tersentuh dan merasa pasti wanita yang bernama Anin itu menjadi wanita yang berbahagia karena mendapatkan ungkapan cinta semanis dan seromantis itu.
Namun kalimat Angga tiba-tiba terhenti saat ia mendengar suara batuk. Seperti ada yang mengintip dan mengupingnya. Ia mencari-cari dimana asal suara itu. Tapi tak ada siapapun. Icha sudah pergi melarikan diri.
Mereka berdua tidak mengetahui apa yang mereka minum, sebenarnya sudah bercampur dengan obat perangsang yang akan membuat malam mereka menjadi energik dan aktif..
hihihihi kita lihat saja pa yang terjadi...
__ADS_1