Fated To Love You

Fated To Love You
8


__ADS_3

**Icha Pov


Saat ini aku sudah kembali ke kantor. Aku langsung saja menuju mejaku berada. Mira tampak sibuk dengan pekerjaannya. Aku hidupkan layar komputer di hadapanku, masih banyak laporan yang harus aku kerjakan.


Tiba-tiba Mira mengajakku bicara. Di sela-sela aku hendak menyelesaikan laporan ini, Dia sepertinya penasaran dengan apa yang terjadi tadi.


"Chaa., kamu kok gak bilang dekat sama pengacara Malik?" gugatnya.


"aku...?" sambil menunjukan jariku kearahku,


Aku terkejut, kenapa Mira bilang aku dekat sama pengacara itu? Aku saja baru bertemu dengannya pagi ini. Itu karena dia sudah membantuku serta dia juga yang sudah membuat kantongku jebol karena makanan Jepang itu.


"iyaa kamu, siapa lagi?" ujar Mira tak heran.


"aku tidak dekat dengannya" ucapku dengan tegas. Lalu Mira menekan-nekan ujung pulpen.


"aku heran dan penasaran, kenapa dia tiba-tiba mendekatimu, apa dia tertarik denganmu?" tiba-tiba saja kalimat itu meluncur dari mulut Mira.


Aku tak sangka dia akan mengucapkan itu "ahh.. tidak mungkin, ngawur kamu.." ujarku dan kembali memperhatikan layar komputerku. Mira mengangguk-angguk dan kembali pada kerjaannya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja pak Rudiantara menghentikan pekerjaan kami semua. Ia meminta kami untuk memperhatikannya sejenak. Ia mengatakan akan melakukan undian. Ya, Undian ini selalu dilakukan setiap Firma berulang tahun, dan tahun ini adalah ulang tahun ke 10.


Pak Rudiantara sudah menyiapkan kotak undian dimana ada nama-nama para staf disana. Informasinya undian ini berisikan tiket liburan ke Bali selama tiga hari dua malam. Semua gratis ditanggung firma. Namun aku yakin takkan mendapatkan undian ini, tiap tahunnya aku tak pernah beruntung mendapatkannya.


Pak Rudi mulai memasukkan tangannya ke dalam kotak undian dan mengambil satu kertas yang tertera sebuah nama disana.



Semua merasa tak sabar dan ketika Pak Rudi sudah melihat siapa nama yang terpilih, dia terdiam sejenak. Membuat kami makin penasaran saja.


Dia kemudian menyebut nama Icha.


Nama Icha tidak hanya satu di kantor ini, maka Pak Rudi kembali memeriksa kertas undian untuk memastikan Icha yang manakah yang terpilih.


Tentu saja aku sangat senang karena aku tak pernah mendapatkan keberuntungan seperti ini. Tiket liburan itu diserahkan padaku. Ternyata ini tiket untuk pasangan dan aku langsung saja mengajak Mira untuk pergi bersama.


"tiketnya ada dua Mir,, ikut pergi bersamaku" aku mengaja Mira.


Namun Mira menjawab "gila kamu pasangan itu lawan jenis. Harusnya kamu pergi dengan pria. Aku tidak mau pergi. Aku masih normal" Mira menolak untuk pergi.

__ADS_1


"ayooklah mira,, kita bersenang-senang" paksaku memohon Mira untuk ikut.


Apa gunanya aku menang undian kalau cuma pergi sendirian?


"aku gak mau Cha, kamu saja pergi atau kamu ajak saja pengacara Malik bersamamu" ujar Icha memberikan solusi.


Saat itu Pengacara Malik sedang melewati ruanganku. Ia berhenti sejenak, masuk ke ruangan kami dan memberi senyuman.



Yang benar saja aku pergi dengannya. Tidak mungkinlah, Dia tidak dekat denganku dan tidak mungkin juga dia tertarik padaku.


"apa yang sedang terjadi? sepertinya ada sesuatu yang menyenangkan?" tanyanya.


"Icha memenangkan undian tiket liburan ke Bali" ujar Riana yang ada disebelahku.


Pengacara Malik berjalan mendekatiku. Ia mengucapkan selamat padaku. Kemudian dia pergi. Semua rekanku di ruangan memberi tatapan sinis tak suka padaku, karena aku memenangkan undian ini atau karena Pengacara Malik menyelamatiku?


Aku hanya tersenyum canggung. Kemudian Mira mendekatiku, "pergi dengan dia saja..." bisik Mira lirih bersemangat selagi membiarkan pengacara Malik pergi

__ADS_1



Aku masih memikirkannya. Tidak mungkin aku mengajak sembarangan orang, jika aku tidak menemukan pasangan untuk pergi. Undian ini aku kembalikan saja pada firma. Daripada aku pusing dibuatnya.


__ADS_2