
Setelah mendengarkan pesan suara dari Anin. Tiba-tiba kepala Angga menjadi sangat pusing. Hal yang sama ia rasakan seperti Icha setelah obat pada minuman yang ia minum beraksi. Ia pun menjadi tak sadar dan terhempas ditempat tidur begitu saja.
Kedua orang yang ingin menjebak Angga adalah Presdir Dodi dan temannya. Ia adalah presdir pabrik sabun yang berada di kampung halaman Icha. Temannya itu adalah saudara Ipar Icha. Mereka berdua terpaksa menjebak Angga, disebabkan Angga akan menjual pabrik itu karena sudah tidak menguntungkan lagi.
Mereka berdua sudah menyamar sebagai petugas kebersihan yang bebas masuk ke kamar-kamar. Mereka siap menuju kamar Angga dan melaksanakan rencana selanjutnya.
Saat sudah masuk ke kamar dan mendapati tubuh Angga tergeletak pulas di kasur, mereka pun mulai melepas pakaian Angga agar perempuan yang sudah mereka bayar bisa dengan mudah menjebak Angga. Kemudian kembali menutupi tubuh Angga dengan selimut.
Setelah selesai, merekapun keluar dan tak lupa menahan pintu kamar Angga dengan balok kayu agar tak sepenuhnya menutup. Itu dilakukan supaya perempuan yang mereka bayar untuk menjebak Angga bisa dengan mudah masuk dan melaksanakan aksi malam ini.
Presdir Dodi dan saudara ipar Icha pun kembali mendorong troli yang berisi alat-alat bebersih seperti gagang pel. Karena gugupnya, Presdir Dodi dan saudara ipar Icha hanya berputar-putar saja untuk memposisikan troli ini supaya jalan mereka nantinya tak terganggu. Namun saat itulah salah satu gagang pel tanpa sengaja menyentuh angka 9 di kamar 2009, kamar yang ditempati Angga saat ini dan membuat angka 9 itu berbalik menjadi angka 6. Jadi saat ini ada dua kamar dengan nomor yang sama, 2006
__ADS_1
Saat itulah Icha salah memasuki kamar. Ia menduga kamar yang dimasukinya adalah kamar 2006 yang ditempatinya.
Kesadaran Icha hanya tinggal seberapa. Setelah pintu terbuka. Dia dengan santai berjalan menuju tempat tidur dan langsung merebahkan dirinya. Icha mana sadar jika sudah ada pria di tempat tidurnya, yang penting dia butuh terpejam saat ini. Kepalanya sudah sangat berat.
Angga bergerak dalam tidurnya. Dia mendapati ada sosok di sampingnya. Angga masih mengira itu Anin. Ia mengira Anin pasti mengerjainya tadi dan sekarang datang memberikan surprise seperti yang biasa ia lakukan.
Angga pun membelai pundak Anin mesra. Dia bahkan memeluk wanita yang kini tengah tidur seranjang dengannya.
Obat perangsang itu benar-benar bekerja sesuai fungsinya. Mereka tak sadar satu sama lain dan mulai merasa saling membutuhkan. Setidaknya tubuh dan hasrat mereka malam ini adalah sama. Angga memeluk dan membelai mesra tubuh perempuan yang berada disampingnya saat ini. Ia sangat menikmati perasaan yang berkecamuk saat ini.
Sementara Icha juga mengira yang disebelahnya saat ini adalah Pengacara Malik. Ia berpikir Pengacara Malik benar-benar membuatnya bahagia malam ini, tanpa ia tahu siapa yang sebenarnya disampingnya. Ia juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Pria yang di kira Icha adalah Pengacara Malik mulai membalikkan tubuh Icha kearahnya dan menenggelamkan Icha kedalam pangkuannya. Terasa hangat merasup ke tubuh Icha. Ia mulai memberikan kecupan pada dahi Icha, matanya, hidungnya dan tak tertinggal bibirnya. Icha tak sanggup membuka matanya saat ini.
Disaat ia merasakan bibir itu menyentuh bibirnya. Ia merasa geli namun menikmatinya. Obat itu juga mulai beraksi pada Icha. Icha membiarkan bibirnya dilumat habis oleh pria yang berada disampingnya. Lalu ciuman itu terasa mulai menjalar disekitar lehernya.
Kemudian satu per satu helai pakaian yang melekat pada tubuh Icha dilepaskan. Pria yang disampingnya masih memeluk dan membelai tubuhnya dengan hangat. Malam ini terjadi dengan sangat liar. Icha melepaskan keperawanannya untuk pria yang ada di sampingnya. Pria itu melakukannya dengan pelan sehingga tidak terlalu menyakitkan bagi Icha. Mereka menghabiskan malam dengan bercinta tanpa tahu siapa yang sebenarnya disamping mereka.
Sementara ditempat lain, perempuan yang sudah dibayar Presdir Dodi bingung melihat dua kamar dengan nomor yang sama. Lalu ia memilih masuk ke nomor kamar yang disebelah kanan saja.
Sementara di lain tempat, Ny Sekar tengah menatap foto-foto para leluhur keluarga Budiman. Ny Sekar berdoa agar lamaran Angga kali ini bisa berhasil.
“Kini mereka pergi berdua, tapi aku harap setelah kembali mereka jadi bertiga.” harapan Ny Sekar sembari menatap foto-foto tersebut.
Keinginan yang jelas sekali. Ny Sekar berharap Angga bisa menanam benih di rahim Anin.
__ADS_1