Fated To Love You

Fated To Love You
Cerita Versi Mama Sita


__ADS_3

Papa Jo baru saja pergi kearah ruang belakang. Entah ke ruang makan, dapur atau justru halaman belakang, Mike sama sekali tak tahu. Tapi yang pasti pria paruh baya kesayangannya itu pergi dengan mengajak serta sang kekasih, Floryn.


Papa Jo memang sengaja meninggalakan Mike bersama Mama Sita, dan berharap sepasang ibu dan anak itu bisa saling bicara dari hati ke hati.


"Mike..." Panggilan dari sang ibu mengalihkan pandangan Mike yang sejak tadi fokus menatap kearah dimana bayangan sang kekasih menghilang.


Mike hanya menatap Mama Sita sekilas lalu menundukan kepalanya. Sungguh saat ini Mike sedang di landa kebingungan, bingung akan memulai pembicaraan mereka dari mana. Atau justru Mike langsung bicara ke intinya saja. Inti dimana Mike butuh konfirmasi sang Mama apakah Floryn sekarang memang sudah resmi menjadi saudara tirinya.


"Nak, apa kamu masih marah sama Mama karena kejadian belasan tahun yang lalu?" tanya Mama Sita sembari memberanikan diri menyentuh tangan sang putra.


Mike tak menolak sentuhannya dan itu membuat sedikit kelegaan di hati Mama Sita, karena setidaknya sang putra tak keberatan dengan keberadaannya disini saat ini.


Mike memberanikan diri menatap wajah sang Mama. Untuk beberapa saat hanya ada keheningan di antara keduanya, bahkan pertanyaan Mama Sita sama sekali tak di jawab oleh pria berusia dua puluh tahun itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?" Akhirnya satu pertanyaan lolos dari mulut Mike. Pertanyaan yang selama belasan tahun tercokol di pikirannya.


Papa Jo memang sudah memberi tahu alasan sebenarnya. Tapi saat ini Mike ingin tahu cerita versi ibunya. Bukan tak percaya dengan kedua orang tuanya, namun bayangan melihat langsung sang ibu bersama sopir pribadi ayahnya membuat Mike ingin tahu cerita langsung dari Mama Sita


Mendengar pertanyaan Mike membuat air mata Mama Sita kembali luruh tanpa bisa di cegah. Malu, marah dan kecewa dengan dirinya sendiri membuat Mama Sita merasa tak punya muka lagi di depan sang putra.

__ADS_1


Saat itu Mama Sita memang dalam pengaruh obat tidur, hingga dirinya tak tahu secara langsung jika Mike melihat dirinya tidur di kamar tanpa memakai sehelai benang bersama seorang pria. Cerita itu ia dapatkan justru dari ibu mertuanya saat memaki dan mengusirnya.


"Mike saat itu Mama di jebak. Maafkan Mama yang gak bisa menjaga diri Mama dan nama baik keluarga Papa kamu."


Dengan air mata yang sudah membanjiri seluruh permukaan wajahnya, Mama Sita memulai bercerita versi dirinya.


Berawal dari suster ibu mertuanya yang tiba-tiba datang ke kamarnya dan memberi secangkir teh hijau.


Awalnya Mama Sita heran, karena tak biasanya suster mertuanya itu berbuat baik padanya. Namun dirinya yang tak menaruh curiga langsung meminum teh hijau itu.


Setelahnya Mama Sita mulai mengantuk, padahal biasanya di jam sebelas siang dirinya tak pernah tidur karena harus menjemput Mike di sekolahnya.


Cerita selanjutnya yang kelur dari mulut ibunya sama persis seperti cerita yang Papa Jo katakan beberapa hari yang lalu. Bahkan tak ada perbedaan sedikitpun antara cerita versi sang ayah dengan versi sang ibu.


"Mike, Mama tau Mama salah karena sudah ceroboh. Tapi tolong jangan benci Mama. Mama sudah cukup menderita karena gak bisa sama-sama kamu. Gak bisa peluk kamu, gak bisa ada disisi kamu saat kamu butuh. Tapi sekali lagi Mama minta tolong. Tolong Maafin Mama," ucap Mama Sita memohon. Dia bahkan sampai berniat bersujud di bawah kaki sang putra demi meminta ampunan. Ampunan karena tak bisa menjadi ibu yang baik untuk putranya.


Tanpa berkata Mike langsung membantu ibunya bangkit saat wanita paruh baya itu hampir berjongkok di hadapannya. Mike tak suka. Dia justru merasa menjadi anak durhaka.


"Jangan lakukan hal itu lagi. Mike gak suka," ucap Mike dengan tegas.

__ADS_1


Mama Sita menganggukan kepalanya. Apalagi saat melihat sorot mata tajam Mike yang menandakan tak mau ada bantahan akan hal itu.


"Tapi kamu mau maafin Mama kan?"


Mike menganggukan kepalanya. Dia memang sudah memaafkan sang Mama. Bahkan mungkin jauh sebelum dirinya mengetahui kebenarannya.


Walau bagaimanapun Mama Sita adalah ibunya. Wanita yang rela berjuang antara hidup dan mati hanya demi menghadirkan dirinya ke dunia. Sesalah apapun sang mama, Mama Sita tetap selalu ada di hati Mike.


"Makasih sayang." Mama Sita merentangkan kedua tangannya, hendak memeluk Mike. Namun sayangnya sang putra justru mundur dan menjaga jarak dengannya. Hal itu tentu saja membuat hati Mama Sita sedih sekaligus kecewa. Padahal beberapa saat yang lalu sang putra telah mengisyaratkan jika sudah memaafkan dirinya. Lalu kenapa sekarang putranya itu justru menolak di peluk olehnya?


"Boleh Mike bertanya satu hal?"


Mama Sita menganggukan kepalanya, pertanda jika sang putra boleh menanyakan hal apapun yang mungkin masih mengganjal di hati. "Mike boleh bertanya apapun. Dan sebisa mungkin Mama akan menjawabnya."


Sejenak Mike terdiam. Ini adalah masalah inti yang sejak awal ingin dia tanyakan. Bahkan Mike harus menyiapkan hatinya untuk menerima apapun jawaban sang Mama nantinya.


"Mike...."


"Apakah aku dan Floryn saudara tiri?"

__ADS_1


__ADS_2