
Hati, pikiran dan tubuh Mike belum selesai menelaah semua kejutan yang terjadi saat ini.
Bagaimana bisa wanita itu ada disini. Wanita yang telah melahirkannya kedunia ini, namun juga dengan tega meninggalkannya begitu saja hanya demi bisa hidup bersama dengan pria yang di cintainya.
Perasaannya marah, sedih dan kecewa yang selama ini dia pendam bercampur menjadi satu. Bahkan seakan siap meledak kepermukaan seperti bom waktu.
Semua emosi itu belum mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri. Namun kejutan-kejutan berikutnya justru terjadi.
"Mike, ini Tante Sita. Yang pernah aku ceritain dulu."
Duar
Hal menakutkan yang pernah terlintas di pikirannya kini justru menjadi sebuah kenyataan. Sita istri muda Papa Floryn adalah Sita ibunya, ibu kandungnya.
Merasa tak mampu lagi membendung semua perasaan di hatinya, Mike memilih berbalik dan lekas meninggalkan tempat itu.
"Mike!" Sita berlari menuruni beberapa anak tangga demi mengejar sang putra. Bahkan karena tidak hati-hati membuat wanita paruh baya itu terjatuh, hingga ia hanya bisa menyaksikan mobil sang putra yang telah melesat keluar halaman rumah berlantai dua itu.
"Tante," pekik Floryn saat melihat Tante Sita terjatuh cukup keras.
Namun seolah belum mau menyerah, Tante Sita bangkit dan kembali mengejar Mike tanpa memperdulikan kakinya yang terluka. "Mike, tunggu. Dengerin penjelasan Mama dulu."
Semua usaha Sita berakhir sia-sia. Bahkan saat dirinya berlari sampai di depan gerbang, mobil yang dikendarai Mike sudah tak terlihat sama sekali.
__ADS_1
...***...
Dengan perasaan kacau, Mike melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia bahkan mengabaikan keselamatannya sendiri.
Kalaupun saat ini dia mati, Mike tak peduli. Sungguh dia sudah tak sanggup menahan sakit yang terasa sangat menyesakan ini.
Citt....
Mike menghentikan mobilnya di tepi jalan yang cukup sepi. Entah sudah berapa puluh kilometer jarak yang dirinya tempuh, Mike tak tahu.
"Kenapa? Kenapa harus Papa Floryn Ma." Mike menelungkupkan kepalanya, sesekali dia membenturkan kepalanya di roda kemudi hingga menimbulkan suara cukup keras.
Mike sangat berharap semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk. Mike ingin segera terbangun. Namun setelah berkali-kali membenturkan kepalanya, Mike akhirnya harus pasrah jika dirinya ternyata tak bisa mengubah kenyataan memuakan ini.
"Dari sekian banyak laki-laki di dunia ini kenapa harus dia. Apa Mama tak tahu jika dia ayah wanitaku. Wanita yang sangat aku cintai," gumam Mike mulai frustasi.
Mike masih ingat saat terakhir kali dia menangis. Saat itu adalah ketika dirinya merengek merindukan sang ibu. Dan kali ini, saat air matanya kembali menetes, lagi-lagi karena orang yang sama.
"Jika laki-laki itu bukan Papa Floryn, mungkin aku bisa memaafkan Mama."
Ingatan Mike kembali saat dirinya tanpa sengaja memergoki sang ibu yang tak memakai sehelai benang pun di dalam kamar bersama sopir pribadi ayahnya.
Tak berselang lama setelah kejadian itu, kedua orang tua Mike bercerai. Dan yang Mike tahu Mamanya dipaksa menikah dengan pria tak bermoral itu.
__ADS_1
Mike sangat yakin jika mantan sopir pribadi Papa Jo bukan ayah Floryn. Karena pria itu dulu masih berstatus lajang diusianya yang tak lagi muda.
Apa mungkin Mamanya dan mantan sopir pribadi ayahnya sudah bercerai? Lalu Mamanya kembali menikah lagi dengan Papa Floryn yang saat itu masih berstatus suami orang?
Cih, membayangkan hal itu membuat Mike jijik. Bagaimana bisa dia lahir dari wanita tak berperasaan seperti itu.
Mike memilih keluar dari dalam mobil, sepertinya dia membutuhkan lebih banyak oksigen agar paru-parunya tak terasa semakin sesak.
Mike duduk termenung di atas kap mobilnya dengan pandangan lurus kedepan. Pikirannya mulai melalang buana menyambungkan setiap kejadian demi kejadian yang telah lewat menjadi satu kesatuan yang mulai utuh.
"Papa Floryn dan Mamanya sudah menikah." Mike berulang kali mengulang kalimat itu, hingga otaknya akhirnya menyadari jika mereka sudah menikah artinya....
"Aa, shiit..." Mike meninju kap mobil sekuat tenaga demi meluapkan emosi yang kembali meletup-letup.
"Damnn..." Lagi, Mike mengumpat dengan tangan yang kembali meninju kap mobil miliknya. Mike tak peduli dengan kap mobilnya yang sedikit penyok. Dia bahkan juga mengabaikan tangannya yang mulai lecet dan terasa nyeri.
"Floryn saudara tiri gue," gumam Mike lirih. Bening kristal dari kelopak mata Mike kembali berjatuhan semakin deras. Sakit, rasanya sangat sakit.
Tubuh Mike terhuyung hingga jatuh begitu saja di atas aspal jalanan. Mike merasa takdir selalu mempermainkanya. Apa memang takdirnya harus sebercanda ini.
Bagaimana dengan nasib hubungannya dengan Floryn kedepannya? Apa bisa seorang kakak menikahi adiknya? Walaupun darah yang mengalir di tubuh keduanya tak sama, namun apa kata orang disekitarnya nanti, jika sepasang saudara tiri justru menikah.
Lalu bagaimana dengan Papa Jo. Bagaimana perasaan Papanya itu jika ia mengetahui mantan istrinya sudah menikah lagi dengan Papa Floryn.
__ADS_1
Bagaimana hancurnya hati Papa Jo jika Wanita yang sudah mengkhianatinya justru menjadi ibu tiri dari wanita yang di cintai putranya.
Demi kebaikan bersama, apa Mike harus merelakan hubungannya dengan Floryn berakhir sampai disini?