
Angga begitu senang setelah pertemuan dengan para dewan direksi selesai. Ny Sekar pun bisa melihat dari ekspresi yang terpancar jelas oleh cucunya itu.
"Apa kau yakin dengan rencanamu?" sang nenek masih khawatir karena dua tahun yang lalu ia juga seperti ini.
Angga tetap tersenyum dan dengan senang dia berkata kalau Anin akan kembali dan akan menetap untuk selamanya.
Ny Sekar tentu saja terkejut dengan kabar bahagia ini, dia lalu bertanya
"apa artinya Anin akan berhenti bermain piano?" tanya sang nenek
"tidak... dia tetap akan bermain piano tapi hanya untukku saja hahahaha" dengan percaya diri Angga mengucapkannya.
Ny Sekar langsung memukul lengan Angga. Dia kesal kenapa berita sebagus ini baru sekarang dikabarkan Angga padanya. Lalu Angga mengaduh kesakitan, tersenyum dan berkata itu karena dia terlalu bahagia makanya dia lupa memberitahu.
Namun kesenangan dan kebahagian Angga terganggu karena rekan kerja sekaligus sahabatnya, Reza. Tiba-tiba bertanya "bagaimana kalau nanti Anin menolak lamaran lu?"
Langsung Ekspresi Angga berubah menjadi kesal dan langsung memukul Reza.
"apa lu bilang?" Ia mendelik geram kearah Reza.
__ADS_1
Kemudian Reza tersenyum dan meminta maaf pada Angga atas pertanyaan leluconnya barusan. Ia hanya menggoda Angga.
Lalu Angga meminta bantuan Reza untuk menyiapkan apa-apa saja yang dia butuhkan dan harus dilakukan untuk menyambut kepulangan Anin.
Tentu saja Reza bersedia membantu sahabatnya itu. Ia juga ikut bahagia melihat sahabatnya bahagia. Hanya saja ia mengeluhkan nasibnya yang tidak mempunyai kekasih sama sekali. Selalu saja bersama dan menemani Angga. Lalu kapan dia akan bertemu belahan jiwanya seperti Angga?
Sekarang Angga ingin membeli cincin untuk Anin. Dia harus memilih sendiri cincinnya, karena itu special untuk sang kekasih.
Angga pamit pada Ny Sekar bahwa masih banyak yang harus ia kerjakan. Kemudian dia meminta bantuan Reza untuk mengantarkan neneknya pulang kerumah.
Sang nenek sambil tersenyum menatap Angga bahwa ternyata cucunya ini sudah semakin dewasa lalu mengucapkan sampai jumpa kepada Angga. Ny Sekar diantar pulang oleh Reza. Angga menatapi kepergian sang nenek hingga meninggalkan tempat itu.
"kau tidak akan mengecewakanku, bukan?" bisiknya lirih
"aku sangat menantikan keberadaanmu disini" matanya tampak berkaca-kaca.
Ia kemudian mendekap ponsel itu ke dadanya. Tiba-tiba saja ponselnya berdering, orang yang dirindukan menghubunginya. Ekspresinya langsung berubah menjadi senang. Itu adalah panggilan video. Langsung saja Angga menggeser layar ponsel dan menerima panggilan itu.
Tampak Anin dengan anggun dan sangat cantik dibalut pakaian yang menawan. Angga tersenyum dan tertegun dibuatnya.
__ADS_1
"beri aku semangat,, sebentar lagi aku tampil" ucap Anin memelas seperti anak kecil.
Angga terseyum melihat tingkah manis kekasihnya. Ia memajukan bibirnya memberikan kecupan dari jauh untuk Anin. Lalu Anin merespon dengan pura-pura menangkap ciuman itu dan meraihnya, kemudian medekapnya di dadanya.
"Semangatku langsung terisi penuh" ucap Anin membuat Angga ikutan bersemangat.
"kau selalu terlihat cantik" ucap Angga tiba-tiba.
Meskipun Angga selalu memujinya, Ia selalu saja tersipu malu tiap Angga mengatakannya.
"kau juga tampan,, jangan nakal disana selagi aku disini" Anin mengingatkan Angga.
"tidak ada yang lebih cantik dan lebih menarik daripada mu di sini,, hahaha" Angga bercanda namun terdengar serius. Anin langsung tersenyum menanggapi ocehan Angga.
Tiba-tiba Angga mengatakan "kau tidak akan mengecewakanku kan?"
Namun Anin tak dapat mendengarnya jelas, karena di saat yang bersamaan teman Anin memanggil namanya.
Anin menoleh kemana suara itu berasal. Ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan Angga, "aku sudah dipanggil, nanti aku telpon lagi, Bye" Anin menutup panggilan video itu dan memajukan bibirnya seperti yang dilakukan Angga tadi. Lalu Angga membalas dengan melambaikan tangan kanannya.
__ADS_1
Panggilan video yang singkat itu berakhir. Angga menghidupkan mesin mobilnya dan melaju kearah mall berada. Ia masih harus mencari cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Anin nanti setibanya ia di Indonesia.