Fated To Love You

Fated To Love You
22


__ADS_3

Icha sudah berganti pakaian dan kembali menjadi Icha yang biasanya. Ia berdiri di lobi resort menatap aliran air. Kemudian Angga melihatnya dan menghampiri. Angga bertanya kenapa Icha begitu mudah memaafkan Pengacara Malik, padahal ia sudah memperlakukan Icha dengan buruk? Apa karena Icha tak sanggup melihat sesuatu yang menyedihkan?


“Melihatnya berlutut di hadapan uang, aku merasa bukan dia yang menyedihkan, tapi aku. Aku tahu, Dia orang jahat. Tapi perasaanku dulu padanya adalah perasaan yang nyata. Aku benar-benar menyukainya.Tapi kini setelah semuanya, perasanku menjadi sia-sia.” lirih Icha.



Angga mengerti perasaan Icha. Ia juga terlihat menyedihkan setelah Anin yang ia tunggu tidak datang padahal semua sudah ia persiapkan untuk melamar Anin. Mereka sama-sama sendirian.


Mendengar nama Anin. Icha teringat pada kalimat lamaran yang dia dengar di tepi kolam kecil waktu itu. Waktu hari pertama dia datang ke resort ini. Ternyata pria itu adalah Angga.


Tapi karena mengingat itu, Icha jadi bersalah dan meminta maaf pada Angga. Ia mengira itu adalah kesalahannya. Icha kemudian teringat pada kakak iparnya dan Presdir Dodi. Diapun meminta pada Angga memaafkan kedua pria itu. Dia tahu apa yang dilakukan keduanya salah, tapi keduanya melakukan semua itu karena putus asa. Angga pun mau menerima permintaan Icha itu.


Angga teringat kalau dia belum memperkenalkan namanya pada Icha. Diapun berkata “Kita sudah dari tadi bersama, tapi belum saling memperkenalkan diri. Namaku Anggara Budiman, kau bisa memanggil dengan Angga”


Icha kemudian berkata kalau nama Angga sangat baik. Menggambarkan kepribadian Angga yang Budiman. Angga pun tertawa mendengar pujian Icha. Kemudian Icha mengatakan namanya sangat biasa dan umum. Angga menjawab tidak masalah, dia ingin dengar sebiasa apa nama itu.


“Namaku terdiri dari dua suku kata yang keduanya adalah nama yang sangat umum, Anissa Icha” ucap Icha memperkenalkan namanya.

__ADS_1


Angga malahan heran dimana letak biasanya nama itu? Itu terdengar bagus. Icha lalu menjelaskan nama depannya atau nama belakangnya. Pasti dimanapun ia berada dia menemukan namaku. Di kantornya saja ada tiga orang yang bernama Anisa dan empat orang yang bernama Icha. Sementara di seluruh negeri, mungkin ada sekitar 20 ribu orang yang memakai nama Anisa dan Icha.


Angga tersenyum lalu berkata agar Icha percaya diri saja.


“Mempunyai nama seumum itu membuktikan bahwa betapa nama Icha dan Anisa banyak disukai. Berarti kamu punya nama yang banyak disukai oleh orang-orang. Lalu aku bisa memanggilmu dengan Icha?" Ucap Angga. Icha mengangguk.


Mereka pun sama-sama tersenyum. Kemudian Angga teringat pada chip yang tadi sengaja dia sisakan. Chip yang didoakan Icha. Angga mengeluarkan chip itu dari lengan jasnya dan langsung memberikannya pada Icha.



“Ini chip yang membuatmu jadi dewi keberuntungan. Kita memang tidak bisa selalu memenangkan permainan dalam hidup. Tapi selama kau punya chip itu., kau akan selalu punya kesempatan dan harapan, jadi simpanlah baik-baik.” Icha menerimanya dari Angga.



“Katanya, permen ini bisa membantu mewujudkan cinta. Aku ingin mempercayai kata itu, karena orang yang menyukai hal-hal manis adalah orang yang ingin bahagia. Semoga kau berbahagia"


Angga pun menerimanya dengan tersenyum dan mengharapkan ucapan Icha benar adanya.

__ADS_1


Lalu datanglah sebuah mobil menjemput Angga. Dia harus segera pergi. Icha mengangguk tanda mengerti. Ketika baru berjalan beberapa langkah, Angga berhenti dan Icha berkata padanya.


“Mengenai kejadian kemarin, lupakan saja.”


Angga mengangguk. Lagipula mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Angga hanya tersenyum kemudian berkata lagi 


“Tidak baik menjadi seseorang yang terlalu baik. Percaya dirilah dan jangan mudah diintimidasi. Kau tahu? Jadilah wanita tangguh.”


Ketika selesai mengucapkan nasihatnya untuk Icha, Ia kembali tertawa. Icha pun mau tak mau tersenyum dan menjawab kalau dia akan berusaha untuk mencoba nasihat Angga meskipun dia sudah terbiasa untuk bersikap baik pada orang-orang.


Angga masuk ke mobilnya, dan menatap permen Cherry Pink yang diberikan icha. Tentu saja Angga juga mengingat semua kejadian hari ini yang melibatkan dia dan Icha. Bahkan melibatkan tubuh mereka juga.



Sementara itu Icha, masih di tempatnya berdiri juga tampak mengingat semua yang terjadi hari ini, termasuk tentang Angga. Dia nampak lega karena sepertinya semua akan kembali berjalan normal.


__ADS_1


Mereka tidak akan menduga bahwa akan ada kejadian besar menanti. Bagaimana efek dari obat perangsang yang mereka minum.


__ADS_2