
Saat sedang mengelilingi mall, Icha tertarik pada cincin yang terpajang di sebuah etalase di toko perhiasan. Dia jatuh hati dan sangat mengagumi cincin tersebut. Tapi apalah dayanya, tak mungkin ia membelinya, pasti harga cincin itu sangatlah mahal.
Belum puas memandang, cincin-cincin tersebut diambil oleh pegawai toko yang menandakan bahwa ada calon pembeli yang mungkin menginginkan cincin itu.
Icha menatap kepergian cincin itu dengan tersenyum dan bergumam pasti bahagia sekali jika dapat cincin seperti tadi.
"pasti perempuan yang punya cincin ini akan menjadi perempuan yang paling bahagia." ujarnya mengikhlaskan kepergian cincin tersebut.
Ternyata Angga-lah yang sudah berada di toko perhiasan itu, ia hendak membeli cincin yang akan digunakan untuk melamar Anin setibanya Anin di Indonesia.
Karyawan disana menjelaskan, kalau cincin yang baru diambilnya dari etalase seperti yang dilihat oleh Icha tadi adalah cincin terbaik di toko mereka dan cocok untuk digunakan sebagai cincin lamaran.
Namun Angga menatap sinis si karyawan dan berkata kalau cincin yang terbaik itu kurang bagus dimatanya. Karyawan tersebut tetap tersenyum ramah. Melayani Angga bagai seorang Raja.
Angga hendak meninggalkan toko perhiasan ini. Menurutnya tak ada satupun yang menarik dan menggugah hatinya untuk memilih satupun dari sekian banyak cincin yang ada di toko ini. Angga memang dikenal pilih-pilih dan sangatlah perfeksionis.
Saat Angga akan berbalik pergi, karyawan wanita tersebut bertanya seperti apa kekasih Angga. Sehingga ia dapat merekomendasikan cincin seperti apa yang cocok untuknya.
Angga menatap si karyawan dan dengan penuh senyum mencoba mengingat seperti apa ia harus menjelaskan tentang Anin, wanita yang sangat dicintainya.
"Dia adalah melodi, bukan melodi yang bisa kau lihat atau kau dengar. Tapi melodi diatas pentas dengan seluruh tubuh yang memberikan sinar kenyamanan. Bagaikan embun yang menyegarkan saat kau kehausan. Memberikanmu dunia damai nan indah, seperti dunia anak kecil. Tangan kecilnya memelukku seperti pelukan seorang ibu. Suaranya yang manis, layaknya permen Cherry yang menggoda semut untuk mendekat" lirih Angga mengingat seperti apa sosok Anin baginya.
__ADS_1
Karyawan tersebut tersenyum mendengarkan Angga menjelaskan. Tampak dengan jelas bahwa Angga sangat mencintai kekasihnya. Kemudian karyawan itu merekomendasikan sebuah cincin pada Angga. Cincin yang tadi sempat mencuri perhatian Icha.
Ia menjelaskan bahwa cincin ini sangat cocok untuk kekasihnya, sebab cincin ini sangat sesuai dengan gambaran yang di ceritakan oleh Angga.
Angga menatap cincin tersebut, kemudian ia memutuskan untuk mengambilnya. Angga memandang cincin itu sambil bergumam “cincin ini sangat cocok dengan kamu Anin, semoga kamu mau menerimanya"
Setelah mengucap kalimat itu dengan diplomatis, Angga langsung tertawa terbahak-bahak. Betapa bahagianya ia jika cincin ini bisa melingkar di jari manis Anin.
Di sisi lain, Icha sudah berjalan meninggalkan toko perhiasan tersebut. Ia takkan pernah bisa membeli perhiasan karena ia harus menabung uangnya untuk sang ibu dan masa depan yang lebih baik.
Icha terus berjalan hingga akhirnya ia berhenti di sebuah toko manisan yang menyediakan banyak permen, kue, es krim dan lainnya.
Icha berhenti di wadah yang berisikan permen lollipop. Karyawan toko menjelaskan bahwa permen yang dilihat Icha terbuat dari buah cherry. Permen Cherry Pink, permen yang bisa mendatangkan cinta.
Icha tersenyum mendengarkan penjelasan karyawan. Apabila dia membeli permen ini, akankah cinta datang padanya? Apakah ia akan segera bertemu pangeran yang ada dalam khayalannya? Pangeran yang akan memberikannya seluruh cinta seperti yang sering di ceritakan oleh Ayahnya dahulu saat ia masih kecil. Icha memikirkannya.
Kemudian Icha membeli saja permen itu. Ia tak mampu untuk membeli cincin, tapi permen ini ia akan membelinya. Meskipun itu hanya strategi karyawan toko menjual dagangannya. Icha cukup terhibur dengan ucapannya itu.
Saat Icha keluar dari toko, ia tak memperhatikan jalannya. Matanya masih tertuju pada permen yang ada di tangannya. Membayangkan sosok pangeran di benaknya. Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan Angga yang berada di depannya. Tabrakan tersebut menyebabkan cincin yang di tatap Angga untuk Anin terjatuh dan menggelinding di lantai mall. Karena merasa bersalah, Icha langsung mengejar kemana cincin itu berlari.
Akhirnya Icha mendapatkannya. Ia memungutnya dan sempat memperhatikan cincin itu. Itu adalah cincin yang ia perhatikan dan inginkan tadi.
__ADS_1
"Alangkah bahagianya perempuan yang mendapatkan cincin ini sekaligus dengan pangeran tampan yang memberikannya." gumam Icha dalam hati saat melihat Angga.
Icha kembali ke tempat Angga, mengembalikan cincin itu. Namun sangat disayangkan, permen yang Icha beli tadi sudah tergeletak di lantai. Belum sempat ia memakannya padahal plastik pembungkusnya sudah terbuka.
"maaf.. ini cincinmu" Icha meminta maaf dan menyerahkan cincin itu pada Angga.
Angga memungut permen Icha yang berada di lantai dekat kakinya berdiri, Icha menatap sedih permennya. Kemudian Angga mengadahkan tangannya meminta cincin itu, Icha meletakkan cincin itu. Lalu Angga membuang permen Icha ke tempat sampah yang berada didepan toko.
Icha masih menatap lirih permen yang belum sempat ia makan malah dimasukkan kedalam tempat sampah.
"terimakasih... ayo ikut aku" ujar Angga dan kembali mengajak Icha masuk kedalam toko manisan. Icha hanya mengikuti dari belakang.
Angga tidak hanya mengganti permen Icha yang jatuh tapi ia juga membelikan Icha kudapan yang lain. Bagi seorang CEO, sepertinya hal seperti ini sangat kecil.
"ini..." Ia menyodorkan bungkusan berisi banyak permen dan kudapan lainnya pada Icha.
Icha mengambilnya, "terimakasih, kau malah menggantinya lebih banyak, ini tidak sebanding." ujar Icha sambil menunduk.
"itu bukan masalah besar, kau sudah menyelamatkan cincin ku hingga tak pergi jauh" jawab Angga.
"cincin yang bagus, lamaranmu pasti diterima. Takkan ada yang bisa menolaknya" ujar Icha. Angga memperhatikan Icha. Kemudian dia terseyum.
"semoga perkataanmu benar. Bantu doakan, semoga aku tidak ditolak dan lamaranku diterima" Angga menutup kotak cincin itu dan memasukkannya kedalam kantong jasnya. Icha mengangguk dan akan mendoakannya semoga sukses.
Setelah pertemuan yang singkat itu, mereka berpisah dan kembali pada tujuan masing-masing.
__ADS_1