Fated To Love You

Fated To Love You
44


__ADS_3

Saat ini Icha sudah ada di kamarnya. Ia menunggu Angga pulang dari kantor, namun Angga belum kunjung pulang. Mungkin Angga sibuk dan banyak kerjaan di kantor, makanya ia telat sampai ke rumah.


Kemudian Icha beralih ke meja rias di kamar itu. Dia melihat kotak penyimpanannya dan membuka kotak tersebut. Disana dia melihat chip yang pernah Angga berikan padanya ketika di Bali. Chip yang membuat dia menjadi dewi keberuntungan. Itu yang Angga katakan padanya dan masih terekam jelas di memorinya saat ini.


Icha mengambil dan menatap chip itu sambil mengingat kenangannya bersama Angga. Setelah dia menatap lama pada chips itu, Ia lalu bergumam sendiri “Apa yang ku harapkan pada chip ini?”



Apakah Icha mulai tertarik dengan Angga?


Angga sudah sampai di rumah tapi Ia tak mendengar keberadaan Icha. Lalu Ia mencoba menghubungi ponsel Icha, tapi tak ada jawaban. Dia sedikit cemas karena mengira Icha belum pulang. Apakah mungkin Icha pergi lagi dengan Reza? Membayangkan itu membuat Angga geram.


Ketika memasuki kamarnya, Angga pun melihat kalau ternyata Icha sudah terlelap dan tidak mendengar ponsel yang bergetar. Hatinya pun menjadi lega mendapati Icha yang terlelap. Apa yang Ia bayangkan untung saja tidak terjadi. Lalu dengan langkah sangat pelan Angga mendekati Icha dan memastikan apa benar Icha sudah terlelap?



Angga kemudian melihat baju pertama bayi mereka yang dia jahit di kelas hamil tadi, tergeletak di meja sebelah tempat tidur. Angga menyentuh lembut baju itu dan tersenyum. Ini baju anaknya dan dialah yang menjahit baju ini. Ia bangga dengan hasil kerja kerasnya.

__ADS_1



Setelah puas menatap baju untuk bayinya, Angga kembali melihat Icha. Kemudian Angga menyelimuti, melepas kacamata Icha dan menatap Icha cukup lama. Lalu Ia membelai lembut anak rambut Icha dan menyibaknya ke balik telinga Icha.


Di lain tempat, saat ini Anin sudah menyiapkan hadiah untuk Angga. Ia akan memberikan kejutan pada Angga. Minggu depan adalah hari ulang tahun Angga. Oleh karena itu, Ia akan pulang ke Indonesia dan memberikan kejutan pada Angga. Ia sudah tak sabar menunggu hari itu tiba. Sambil tersenyum Ia menatap hadiahnya membayangkan betapa bagusnya jika di kenakan oleh Angga kelak. Anin masih belum tahu bahwa sebenarnya Angga sudah menikah.


Anin mencoba menghubungi ponsel Angga, namun tak ada jawaban. Saat Ia melirik jam dinding di kamarnya. Ini ternyata sudah terlalu larut bagi Angga jika di bandingkan dengan waktunya sekarang. Angga pasti sudah tidur dan Ia menutup panggilannya. Ia mengurungkan niatnya tak jadi menghubungi Angga.


****


Hari ini kediaman Ny Sekar di datangi oleh para sesepuh keluarga Budiman sekaligus mereka juga para dewan direksi yang mengincar posisi Angga. Berita mengenai pernikahan Angga yang mendadak telah sampai ke telinga mereka.


Lalu Angga meminta maaf karena tidak memberitahu dan mengundang mereka dalam pernikahannya. Lalu Ny Sekar berkata yang terpenting sekarang sudah ada yang meneruskan keturunan keluarga Budiman. Apa lagi yang perlu di ributkan? Kebahagiaan apa yang lebih dari ini?


Tapi mereka yang tidak suka terus saja mencurigai dan bertanya, Apa Ny Sekar yakin jika istri Angga hamil anak Angga? Apa itu bukan kebohongan semata? Dunia ini kan penuh dengan kebohongan.


Tapi Ny Sekar menjawab dengan santai, bagaimana mungkin Ia akan termakan kebohongan murahan seperti itu dan Ia juga jelaskan bahwa ini sudah benar. Anak yang ada di dalam perut cucu menantu nya itu adalah anak Angga. Itu adalah keturunan ke sepuluh keluarga Budiman.

__ADS_1


Mereka yang tidak menyukai pernikahan ini masih saja terus mencari celah untuk mencari kesalahan Ny Sekar dan Angga. Mereka mencoba mengalihkan percakapan dengan bertanya pada Icha mengenai latar belakang keluarganya. Bagaimana pekerjaan ibunya? Restoran seperti apa yang dikelola ibunya? Apa itu Restoran waralaba?


Icha pun menggeleng menanggapi mereka yang bertanya dan Ia tidak tersinggung dengan pertanyaan mereka. Ia bahkan menjelaskan kalau ibunya hanya punya restoran kecil yang menjual olahan Seafood di kampung halamannnya.


Namun hal itu malah menjadikan alasan ketidaksukaan bagi mereka pada Icha. Mereka berkata kalau ternyata Icha hanyalah seorang gadis dari desa kecil di sebuah pulau bukan dari kota.


Tapi Icha tidak diam saja, dengan sopan dia berkata pada semua yang ada di ruangan itu “Pantai di kampung halamanku menjadi salah satu yang memiliki air terjernih di Negara ini. Di malam hari, Anda bisa melihat banyak sekali bintang dan juga udaranya sangat segar. Meski kecil, pulau itu indah sekali. Itu sebabnya aku bangga berasal dari desa ku”


Icha tersenyum saat mengatakan semua itu, sementara Angga mencoba membayangkan apa yang Icha katakan. Ternyata Icha memang memiliki hati yang baik. Meskipun para sesepuh itu mencoba memojokkannya tapi Icha tak merasa terpojok. Ia malah menceritakan kelebihan dari kampung halamannya.


Tak disangka dan tak diduga, kejujuran dan kepolosan Icha tadi malah membuat mereka terdiam dan tersadar bahwa ternyata cucu menantu Ny Sekar benar-benar baik dan luar biasa. Mereka yang menolak tak percaya, jika akhirnya para sesepuh memihak pernikahan Angga dan malah memuji Icha yang berasal dari pulau itu.


Kemudian Ny Sekar menceritakan tentang pabrik sabun di kampung halaman Icha yang di kelola oleh Angga. Disana lah Angga dan Icha bertemu dan saling jatuh cinta.


Kemudian Icha menambahkan kalau Angga juga berjanji pada penduduk pulau untuk tidak pernah menjual pabrik itu. Sehingga pabrik bisa terus beroperasi dan menguntungkan semua pihak. Icha sungguh memuji Angga dengan tulus. Sementara Angga merasa bersalah pada Icha setelah mendengar pujiannya, karena sebenarnya dia sudah menjual pabrik tersebut tanpa sepengetahuan Icha.


Lalu dengan sembunyi-sembunyi, Angga mencoba menelpon asistennya. Dia ingin bertanya, sebenarnya apa yang akan dibangun si pembeli Pabrik Sabun di pulau kampung halaman Icha. Lalu Asistennya menjawab kalau dia tidak tahu. Kemudian Angga menjadi kesal dan memarahi asistennya tersebut. Ia menyuruh asisten nya itu untuk segera mencari tahu.

__ADS_1


Angga sungguh merasa bersalah pada Icha karena telah menjual pabrik tersebut. Kalau bisa Ia akan kembalikan pabrik itu lagi dan tak jadi menjualnya. Jika Icha tahu kalau Angga menjualnya, Icha pasti sedih dan tak mau lagi percaya padanya. Icha pasti akan menghindarinya dan makin mendekat pada Reza. Angga tak mau hal itu terjadi.


__ADS_2