Fated To Love You

Fated To Love You
40


__ADS_3

Reza mengejar Icha yang keluar dari ruangan Angga. Ia segera menghampiri dan menghentikan Icha.


"Angga berubah pikiran, kau boleh ikut kelas Ibu hamil itu. Tapi ia tidak bisa pergi bersamamu, sebagai gantinya aku yang akan menemanimu. Apa kau mau pergi denganku?" Reza terpaksa mengucapkan kebohongan itu.


"Benarkah? Angga mengizinkan aku ikut kelas ini?" Icha tak menyangka semudah itu Angga berubah pikiran, tapi sesuai dugaannya diawal, Angga memanglah pria yang baik.


Kekecewaan yang tadi tampak di mata Icha langsung hilang setelah ia mendengar kalimat itu dari Reza.


Akhirnya Reza pergi bersama Icha untuk melakukan registrasi di kelas Ibu Hamil itu. Icha sangat berterimakasih Reza mau menemaninya. Hampir saja keinginannya itu lenyap. Ia juga berterimakasih pada Angga sudah memberinya izin.


Saat di dalam mobil Reza. Icha melihat secarik foto tergantung. Ia menanyakan pada Reza, apakah itu foto masa kecil Reza? dan yang bersama dengannya itu adalah adik perempuannya?


Reza menjawab tebakan Icha benar. Lalu ia memberitahu Icha, bahwa adiknya juga bernama Icha. Lalu Icha tersenyum mendengar itu.


Kemudian Reza menceritakan pada Icha bahwasanya ia telah kehilangan adiknya itu. Saat mereka tinggal di Panti Asuhan, mereka telah terpisah karena Reza diadopsi terlebih dahulu. Reza putus hubungan dengan adiknya sebab Reza di bawa meninggalkan daerah ini oleh keluarga angkatnya. Namun saat Reza kembali lagi kesini, Adiknya itu tidak ada lagi di Panti Asuhan mereka tinggal. Ia benar-benar menyesal sudah meninggalkan adiknya.


Sampai sekarang Reza masih mencari adiknya, namun masih belum ia temukan. Ia ingin sekali melihat adiknya. Ia menatap Icha dan berkata adiknya mungkin seusia Icha saat ini.


Icha mendengarkan cerita Reza dengan seksama. Ia merasa tersentuh dengan cerita Reza dan berharap semoga Reza bisa bertemu dengan Adiknya itu.


Reza menatap Icha dan mengucapkan terimakasih. Sebagai gantinya, sampai ia kembali menemukan adiknya, Reza berkata pada Icha, apakah boleh ia menganggap Icha sebagai adik perempuannya?


Icha tersenyum dan mengangguk, Ia mau melakukan itu. Reza sudah baik padanya dan mau menjadi temannya, maka Icha juga bersedia menjadi adik sementaranya.

__ADS_1


Mereka akhirnya tiba di tempat kelas ibu hamil itu diadakan. Icha masuk kedalam bersama dengan Reza. Ia melakukan registrasi dan mengisi formulir pendaftaran dan mendaftar sebagai anggota. Bagian yang harus diisi Angga dibantu jawab oleh Reza.


Tak ada yang tak Reza ketahui tentang Angga, sebab ia sudah bekerja dan bersahabat dengan Angga delapan tahun lamanya.


Saat hendak mengembalikan formulir yang sudah diisi. Karyawan yang menerima formulir itu mengatakan bahwa mereka harus berfoto bersama, untuk dijadikan sebagai foto yang akan ditempel pada kartu anggota. Itulah sebabnya pada saat melakukan registrasi, pasangan suami-istri diminta untuk datang bersama.


Icha dan Reza saling bertatapan saat karyawan itu memintanya. Mereka bukanlah pasangan suami-istri lalu bagaimana mereka akan melakukannya?


"maaf mbak, kami bukan pasangan suami-istri" ucap Reza pada karyawan tersebut.


Lalu karyawan itu menatap bingung. Jika mereka bukan suami-istri, kenapa mereka datang bersama? Bukankah sudah jelas tertulis pada tiketnya, bahwa registrasi harus dilakukan bersama suami-istri.


"saya datang menggantikan suaminya yang sedang sibuk, mbak.. Jadi apakah tidak boleh kita melewatkan sesi foto bersama ini mbak?" Reza kembali bertanya dan meminta karyawan tersebut untuk melewatkan sesi foto ini.


Reza melirik Icha yang terlihat hampir kecewa. Ia sudah sampai disini dan sudah mengisi formulir. Tidak mungkin mereka pergi begitu saja tanpa mendapatkan kartu anggota.


Lalu Reza berkata pada Icha, bagaimana jika kita lakukan saja foto bersama itu? Namun Icha tampak ragu, apakah itu diperbolehkan?


Kembali Reza bertanya pada karyawan itu, jika mereka melakukan foto itu bersama, apakah diperbolehkan?


Lalu karyawan itu tampak bingung, tadi Reza berkata bahwa mereka bukanlah suami-istri, lalu bagaimana bisa mereka melakukannya?


Tapi Reza membujuk karyawan itu dengan tatapan merayu. Wajah Reza juga tampan jadi itu bisa ia gunakan untuk merayu karyawan ini.

__ADS_1


"saya akan bayar dua kali lipat biaya registrasinya, tapi anggap saja saya suaminya dan lakukan foto itu. Maka urusan selesai kan?" Selain mencoba merayu dengan wajah dan senyumannya, Reza juga memberikan tawaran untuk membayar lebih.


Karyawan itu tampak berpikir terlebih dahulu sebelum menyetujuinya. Akhirnya mereka berfoto bersama dan Icha mendapatkan kartu anggotanya. Lalu foto mereka yang diambil tadi tidak hanya ditempelkan pada kartu anggota, tapi juga ditempelkan di papan informasi yang ada didekat ruangan itu.


Icha tampak senang menatap kartu anggotanya. Sementara Reza mengucapkan terimakasih pada karyawan tersebut dan menepati janjinya dengan membayar dua kali lipat.


Lalu Reza menatap foto mereka yang tertempel di papan informasi. Ia bergumam ini takkan jadi masalah, karena Angga tidak akan mengetahuinya. Jelas sekali Angga tadi berkata bahwa Ia tidak akan pergi ke tempat ini.


Setelah itu, Reza mengajak Icha pergi. Reza akan mengantar Icha kembali pulang, tapi sebelumnya Ia mengajak Icha pergi makan terlebih dahulu. Icha tidak menolak karena dia sudah merasa dekat dengan Reza. Ia sudah saling nyaman dengan Reza.


Saat di Restoran, Reza bertanya pada Icha. Apakah Angga memperlakukan Icha dengan baik? Tentu saja Icha menyembunyikan yang sebenarnya dan berkata kalau Angga sangat baik padanya.


Namun Reza tahu itu, Icha telah berbohong. Bagaimana bisa Angga baik sedangkan Angga telah memberikannya surat perjanjian pengajuan cerai pada Icha?


Lalu Reza berterus terang pada Icha, ia mengakui bahwa sebenarnya ia telah melihat dokumen Icha saat itu dan ia langsung meminta maaf pada Icha. Tentu Icha terkejut mendengar Reza berkata demikian, itu artinya Reza mengetahui isi surat itu.


Namun Icha tidak marah pada Reza bahkan ia menjelaskan kalau Angga bukanlah orang yang jahat. Dia tahu kenapa Angga melakukan hal itu. Dia tahu kenapa Angga mengajak bercerai, padahal mereka baru saja menikah.


Reza tidak percaya melihat Icha begitu tenang. Mana ada alasan yang membuat pasangan yang baru menikah langsung bercerai.


Lalu Icha berkata, awalnya dia memang terkejut, tapi sekarang dia memahami alasan kenapa Angga melakukan hal seperti itu.


“Dia mencintai wanita lain. Tapi karena aku, semua jadi berantakan. Aku ingin membesarkan bayi ini. Tapi aku kurang yakin, karena aku mungkin akan menjadi ibu yang kurang baik bagi bayiku.” ucap Icha

__ADS_1


Namun Reza menghibur Icha dengan memberitahukan kalau Icha tidak boleh ragu. Icha pasti akan menjadi ibu yang baik. Menurutnya Icha adalah orang yang sangat baik. Lalu ia juga berkata, Icha tak boleh bersedih sendirian. Ia akan selalu ada disaat Icha membutuhkan.


__ADS_2