Fated To Love You

Fated To Love You
73


__ADS_3

Pagi harinya, Angga datang kerumah Icha. Tapi saat disana, Angga tidak dapat menemui Icha. Ibunya berbohong kalau Icha sudah pergi ke luar negeri hari ini. Dia membiarkannya pergi agar Icha bisa melupakan semua dan memulai hidup yang baru. Angga tertegun, ia pun tak menyangka.


Lalu Ibu Icha juga mengembalikan uang yang sempat diterima suami Alia untuk membuka usahanya. Dia mengembalikan semuanya. Angga berkata kalau dia tulus membantu. Tapi Ibu menjawab mulai sekarang dia tidak bisa menerima apapun, “Dengan ini tak ada yang tersisa antara aku dan kau. Kita sekarang adalah orang asing.”


Ibu memegang lembut tangan Angga dan berkata kalau dia tahu mereka sudah berusaha keras tapi sepertinya mereka memang tidak ditakdirkan bersama. Angga kemudian bertanya bolehkan dia bertemu Icha untuk terakhir kalinya? Tapi ibunya tidak mengizinkannya. Ibu bahkan melarang Angga untuk datang lagi. Muka Angga jadi pias dan dia pun pergi.


Angga kembali ke kantornya dan ia tampak murung. Angga menceritakan bahwa Icha telah pergi ke tempat yang jauh pada Sekretarisnya. Jika ia tahu kemana perginya pasti ia akan menyusulnya. Tapi saat itu juga Sekretarisnya berkata ia melihat Icha. Angga terkejut. Sekretarisnya berkata ia melihat Icha dalam keadaan baik. Sehingga Angga tak perlu khawatir.


Saat ini Icha sedang melamun di teras rumahnya. Di dalam rumah, ibunya bersama yang lainnya sedang menenangkan anaknya Alia. Zaki berniat menitipkan bayinya pada ibu mertuanya karena Alia sedang sakit sementara dia harus bekerja. Makanya dia terpaksa menitipkan bayinya di Rumah mertuanya supaya ada yang menjaganya. Awalnya ibu mertuanya keberatan karena situasi di rumah sedang kurang baik sekarang. Zaki harusnya mengerti itu mengingat bagaimana Icha telah kehilangan bayinya. Mereka semua ingin agar Icha cepat melupakan Angga. Zaki tahu hal itu tapi tetap saja ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya mengandalkan mereka untuk menjaga anaknya. Terpaksa ia meninggalkan anaknya di rumah ibu Icha.


Di tengah perdebatan antara Zaki dan ibunya. Icha melihat keponakannya yang tertidur tanpa ditemani siapapun. Ia menghampiri lalu membelainya. Ia terlihat bahagia. Tanpa Icha ketahui, mereka melihatnya. Lalu ibunya menghampiri dan menanyakan, apa bayinya boleh tinggal di rumah ini untuk sementara waktu. Icha tersenyum lalu mengiyakan.


****


Sekretarisnys Angga datang berkunjung ke rumah Icha. icha menyambutnya sambilkan membawa secangkir teh. Sekretaris Angga senang melihat Icha yang baik-baik saja. Lalu ia bertanya dimana keberadaan ibu Icha karena Sekretaris Angga takut jika bertemu ibunya. Lalu Icha menjawab kalau ibunya sedang membawa bayi kakaknya jalan jalan.


Lalu ia bertanya keadaan Icha karena Angga juga mengkhawatirkannya. Icha hanya diam dia tidak menjawab. Lalu Sekretaris itu bertanya apa Icha mau bertemu dengan Angga? Icha menjawabnya dengan menggeleng. Lalu Sekretaris itu memohon agar Icha mau menemui Angga karena Angga tampak sangat menderita. Ia memohon agar Icha mau memberikan Angga kesempatan untuk menjelaskan. Tapi Icha malah meminta maaf dan matanya tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


*****


Angga tidak tahu jika Sekretarisnya pergi menemui Icha. Ia masih tampak murung. Lalu Anin tiba-tiba saja datang ke kantornya dengan raut wajah yang sama. Angga heran melihat Anin begitu. Apa itu karena ia tidak menghubunginya dan telah membuatnya khawatir.


Tapi saat itu Anin tiba-tiba mengakui kesalahannya, ia yang menyebabkan Icha mengalami kecelakaan. Tapi Angga berkata itu bukan salahnya. Angga hanya tak mengerti maksud Anin berkata demikian. Anin menggeleng-gelengkan kepala sambil menangis, ia bercerita hari itu ia memberikan Icha sebuah dokumen formulir persetujuan aborsi. Angga terkejut dan bertanya apa maksudnya.


Anin meminta maaf. Ia menceritakan ia melihat perjanjian harta warisan yang Angga buat. Anin berpikir saat itu ia akan kehilangan Angga. Ia tidak ingin hal itu terjadi. Oleh karena itu ia meminta Icha datang menemuinya dan berkata bahwa Angga ingin memberinya dokumen itu dan harus menandatanginya. Anin mengatakan itu kepada Icha dan sengaja memberinya formulir persetujuan aborsi.


Angga terkejut mendengar penjelasan Anin. Ia kembali ingat saat memaksa Icha menandatangani dokumen itu. Lalu Anin kembali menangis dengan tersedu-sedu dan dia meminta maaf karena melakukan sesuatu yang tak bisa dimaafkan.


Angga lalu berkata kesalahan yang Anin buat memang tidak bisa dimaafkan tapi dialah yang telah membuat Anin melakukan hal seperti itu. Angga merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Anin terus merasa bersalah. Ia menangis dan terus berkata itu salahnya dan Angga berusaha menenangkannya.


*****



Mereka sudah tiba di Bandara. Icha kembali teringat semua kenangan manisnya bersama Angga. Tapi setelah itu, ia memastikan bahwa ini terakhir kalinya dia mengingat kenangan itu.

__ADS_1


“Aku pernah mengingkan sesuatu yang tidak bisa kumiliki. Baru-baru ini aku ingin menjadi istrimu yang baik.” ucap Icha di dalam hatinya sambil mengingat kenangannya bersama Angga.


Dalam kenangan itu, tampak keromantisan mereka dengan penuh cinta. Icha masih berkata di dalam hatinya, "Seorang istri yang melepaskan jasmu saat kau pulang kerja dan membuatkan makan malam saat kau sedang mandi. Lalu mengobrol tentang harimu di meja makan dan tertidur dengan kepalaku di lenganmu sambil mengucapkan selamat malam padamu."


Angga diberitahu bahwa hari ini, Icha akan pergi. Ia tak ingin Icha pergi dan ia langsung bergegas mencari Icha. Disela-sela pencariannya, Angga memanggil nama Icha dan entah mengapa Icha mendengar itu. Tapi dia sedikit tak yakin.


Angga berhasil menemukan mereka. Angga mencegat mereka pergi. Tapi Reza menegurnya. Bukankah dia sudah selesai dengan Icha? Tidakkah dia ingat dengat peringatan yang pernah Reza katakan? Kini ia harus merelakan kepergian Icha jika dia memang menginginkan Icha bahagia. Tapi Angga tak menghiraukan Reza, dia tetap ingin berbicara dengan Icha.


Icha pun mau berbicara dengannya. Icha meminta Reza untuk membiarkannya. "Angga, kamu yang mengajariku gadis catatan tempel berubah menjadi lem super agar lebih percaya diri. Aku sungguh bersyukur.” Icha tiba-tiba menangis, “Berkat kamu aku bisa mulai menyukai diriku sendiri. Tapi jika ini terus berlanjut aku akan kembali menjadi gadis catatan tempel. Akan tiba hari di mana aku bisa sungguh mengatakan bahwa aku percaya diri. Jika aku tidak pergi sekarang aku akan menyesalinya."


Lalu ia berkata, “Akan menyenangkan jika kita memang ditakdirkan bersama. Kau pernah memberitahuku bahwa, akan menjadi sebuah takdir jika kita bertemu dalam situasi yang baik. Tidak akan sesakit ini, jika kita memang ditakdirkan untuk bersama. Meski jika nanti kita bertemu lagi, berpura-puralah tidak saling kenal. Angga, jaga dirimu.”


Angga sadar bahwa dia tidak bisa memaksa Icha. Ia lalu mendekati dan berkata, “Icha pergilah”


Icha menangis mendengarnya dan Angga berkata, “Aku tidak akan melupakanmu. Tidak akan pernah. Selamanya. Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal tapi semoga kita berjumpa lagi”


Mereka menangis sesenggukan. "Aku akan berdoa untuk kebahagiaanmu" Angga melepas Icha pergi.

__ADS_1


Icha berbalik dan tersenyum padanya. Angga menatapnya dan berusaha untuk tersenyum kembali. Tapi saat Icha membelakanginya dan pergi. Ia semakin menangis menyaksikan kepergian Icha bersama Reza.


__ADS_2