
Nenek Angga, Ny Sekar sebenarnya sudah mendapatkan kabar mengenai video yang melibatkan Angga. Ia tak percaya Angga menghabiskan malam bersama perempuan lain. Tentu saja itu membuatnya sedih. Ia segera menelpon Angga untuk menanyakan Angga kebenaran dari video dan gambar itu. Ia harus dengar dari cucunya langsung baru ia akan percaya.
Keluarga Icha bersama Angga dan Reza tengah berbicara saat ini. Ibu Icha meminta Angga untuk memberitahu keluarganya tentang kejadian ini. Reza menatap Angga, apakah Angga bisa melakukan itu? Memberitahukan neneknya bahwa Angga menghamili perempuan lain?
Icha tahu Angga pasti enggan memberitahu keluarganya, sehingga Icha meminta pada ibunya biar dia dan Angga saja yang menyelesaikan masalah ini.
Ibunya tentu tidak setuju, dia tahu sifat Icha. Sehingga dia yakin kalau Icha malah akan membiarkan Angga pergi dan tidak bertanggung jawab atas situasi ini. Lalu Icha meminta maf pada Angga dan berkata kalau ini semua tidak akan terjadi jika dia tidak salah masuk kamar.
Angga yang sudah pusing dengan semua ini hanya bisa menatap Icha dan menjawab dengan lemas kalau semua sudah terjadi jadi untuk apa lagi minta maaf. Angga kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi neneknya.
Tepat ketika Nenek Angga akan menelpon, ponselnya malah berbunyi terlebih dahulu dan Angga-lah yang menghubunginya. Neneknya langsung mengangkat dan meminta agar Angga segera menemuinya, ada masalah yang harus ia jelaskan. Lalu Angga menjawab kalau dia tidak bisa menemui neneknya sekarang ini. Dia menelpon karena ada yang ingin dia sampaikan pada Neneknya.
Ibu Icha yang memperhatikan Angga, malah melihat Angga sepertinya bertele-tele dan menunda untuk memberitahu masalah yang terjadi. Ibu Icha menjadi geram. Ia langsung mengambil ponsel Angga dan mengajak Ny Sekar bicara.
Ibu Icha mengatakan semuanya pada Ny Sekar, bahwa Angga sudah menghamili putrinya. Nenek Angga terkejut mendengar kalau cucu kesayangannya menghamili anak orang.
Ny Sekar meminta ibu Icha berkata sekali lagi dengan jelas apa benar cucunya menghamili anaknya?
__ADS_1
Tanpa ragu Ibu Icha menjawab dia sangat yakin dan memang benar Icha tengah hamil anaknya Angga. Jika dia tidak yakin ngapain dia menghubungi keluarga Angga.
Lalu Ibu Icha bertanya, apa Nenek Angga juga akan lari dari tanggung jawab? Namun Nenek Angga malah terdengar senang dan menjawab kalau keahlian keluarganya adalah bertanggung jawab, jadi mana mungkin dia akan lari dari masalah ini.
Ny Sekar tampak senang dengan kenyataan hamilnya Icha. Itulah yang sudah ditunggu-tunggunya. Calon pewaris selanjutnya. Ny Sekar bahkan berjanji akan segera datang menemui ibu Icha.
Namun Ibu Icha menjelaskan kalau ke Pulaunya harus naik Ferry, tapi kapal Ferry sudah tidak ada lagi untuk hari ini. Sebab cuaca sedang tidak bagus. Jadi lebih baik Ny Sekar datang besok pagi. Pagi-pagi sekali.
Nenek Angga langsung setuju, apapun yang terjadi begitu matahari terbit dia akan langsung kesana dan dia meminta agar Ibu Icha menjaga cucu kesayangannya itu.
Ibu Icha menjawab tentu saja dia akan menjaga dan tidak akan melukai Angga. Tapi setelah berkata seperti itu, Ibu Icha memukul kepala Angga, sampai tubuh Angga terjengkang ke dekat Icha.
Ibu Icha meminta Icha dan Angga mengikutinya. Ibunya membawa mereka masuk ke ruang penyimpanan. Angga mengintip ruangan itu yang ternyata sangat berantakan dan membuatnya berteriak tidak mau. Dia tidak bisa tinggal diam ditempat seperti itu selagi menunggu neneknya.
“Tamu? Hah..kau pencuri yang mencuri pabrik sabun dan sekarang kau mencuri putriku?” ujar Ibu Iyang masih kesal.
Ibunya pun memaksa kedua orang itu untuk masuk dan setelah keduanya masuk ke ruang penyimpanan itu, Ibunya menaruh penghalang di depan pintu agar keduanya tidak kabur. Angga sadar kalau dia dikunci dan diapun berteriak meminta dilepaskan. Lebih baik dia dipukul daripada diperlakukan seperti ini. Namun Ibu Icha tak menghiraukan. Ia sengaja meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa berpikir dengan baik apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Angga masih saja berteriak-teriak minta dilepaskan. Ia memanggil-manggil nama Reza supaya dilepaskan. Namun Reza tak menyahut. Reza sedang dirumah Icha. Ibu Icha menyuruhnya tetap diam dirumah dan jangan menghampiri. Mau tak mau Reza harus menurut. Selagi Angga berteriak, Icha hanya bisa pasrah dan duduk di bangku yang ada dalam gudang.
__ADS_1
Kemudian Angga berkata pada Icha kalau ibunya galak sekali, berbeda dengan Icha. Lalu Icha hanya tersenyum. Kemudian menjawab kalau mereka tidak punya pilihan lain. Ibunya tetap tidak akan membukan pintu meski mereka merengek semalaman.
Angga tak putus asa, dia mencoba mencari jalan keluar di setiap pintu yang ada di ruang itu. Tapi ternyata semua pintu terkunci.
Tak habis akal, Angga kemudian menuju jendela yang ada di bagian atas dan Icha hanya melihat dan tak bergeming dari posisinya sambil berpesan agar Angga berhati-hati. Icha juga bertanya apa Angga yakin bisa keluar dari jendela itu?
Angga tetap mencoba, tapi karena tempat berpijaknya tak memadai, ia akhirnya terjatuh.
Icha sedih melihat Angga tersiksa karena tempat ini. Akhirnya Angga menyerah untuk keluar dari tempat ini dan beralih menatap punggung Icha lalu bertanya, kenapa Icha tidak pernah memberitahunya kalau hamil? Namun Icha hanya bisa berkata maaf.
Reza yang sedang bersama anggota keluarga Icha lainnya meminta pada Ibu Icha agar mengeluarkan mereka atau tidak ijinkan dia ikut bersama Angga di ruang penyimpanan itu.
Ibu Icha menatap tajam lalu bertanya, apa dia juga suka pada Icha? Reza terdiam sejenak lalu tersenyum. Ia tidak tahu apakah ia menyukai Icha. Tapi saat bertemu Icha waktu itu dia senang. Namun ia tak memberitahu ibu Icha tentang itu.
Lalu Ibu Icha menjelaskan pada Reza kalau dia membiarkan mereka didalam ruang penyimpanan itu sementara waktu agar mereka bisa sama-sama mengambil keputusan, seperti apa jalan yang akan diambil nanti?
Lalu Reza mengangguk paham maksud dari Ibu Icha. Ayu tampak menatap Reza dengan wajah yang berbinar-binar. Benar saja dia tertarik pada Reza. Kemudian meminta Reza memakan makanan yang sudah ia siapkan. Lalu Reza hanya mengangguk canggung.
Sementara Zaki bertanya pada Reza, bagaimana dengan pabriknya. Apakah Angga benar-benar akan menjualnya?
__ADS_1
Lalu Reza menjawab tujuan Angga datang ke pulau ini adalah untuk mengurus itu. Ia ingin bernegosiasi dengan penduduk disini mengenai keberadaan Pabrik itu. Tapi karena Angga ditimpa masalah ini tentu ia harus menundanya.
Lalu Alia nyeletuk, kalau Icha menikah dengan Angga sudah pasti pabrik itu tidak jadi dijual. Mana mungkin Angga akan bersikap sekejam itu pada istrinya. Lagipula tempat ini kan kampung halaman istrinya. Namun Reza hanya mengangkat bahunya. Ia tak bisa berkomentar mengenai itu. Memang benar suatu keuntungan buat keluarga Angga, Icha bisa melahirkan pewaris. Tapi Bagaimana dengan Angga? Apa mungkin ia akan menikahi Icha dan meninggalkan Anin?