
Setelah acara di kelas hamil selesai, mereka tengah berada di Restoran. Icha mengatakan pada Angga bahwa mereka sering datang kemari. Bahkan Angga sering bertingkah konyol untuk menghibur Pangeran kecil. Tapi Angga mengelak dan berkata mana mungkin dia seperti itu, “Aku ini seorang pria yang berkelas dan tidak pernah kehilangan martabatnya.”
Icha lalu menggeleng dan berkata kalau Angga salah. Banyak kok hal-hal yang mungkin bagi Angga terdengar konyol tapi ia memang pernah melakukannya, seperti ia pernah karaoke bersama ibu mertua dan teman-temannya.
“Kau benar-benar suami yang baik. Kau selalu membuatku tersenyum.” ucap Icha
“Lalu.. Apakah aku pernah menyakitimu? Atau membuatmu menangis?” Angga yang balik bertanya.
Icha menggeleng dan menjawab kalau Angga tidak pernah sekalipun membuatnya menangis. Sedikitpun tidak pernah. Angga bahkan merubahnya dari gadis catatan tempel menjadi gadis lem super. Dia bahkan pernah jadi tuan putri dalam semalam seperti di film-film karena Angga.
Angga pun teringat saat di Bali, dia merubah penampilan Icha hanya untuk membalas rekan kerja Icha yang sudah merendahkannya kala itu. Icha benar-benar membuatnya terpesona karena tampil sangat cantik kala itu.
“Tapi, tak ada yang bisa bersamamu selamanya, kau tahu itu kan? Pada akhirnya kau harus berjuang sendiri.” ujar Angga
“Aku berusaha hidup seperti itu karena aku ingin menjadi kekuatanmu sehingga kau bisa bersandar padaku seperti aku bersandar padamu. Pada saat kau mengingat semua kembali, aku ingin bisa bersama denganmu lagi.” jawab Icha. Angga hanya tertegun dan tersenyum saat Icha mengatakan hal demikian. Icha tak bisa menyadari bahwa sebenarnya ingatan Angga sudah kembali. Tapi Angga juga tak mengatakannya. Sebab Angga tak ingin Icha terluka. Penyakit genetikanya ini akan datang lagi dan saat itu bisa saja dia benar-benar melupakan Icha. Oleh karena itu, dia tetap tak bisa bertahan dengan Icha meskipun dia juga menginginkannya.
Setelah mengantar Icha kembali. Angga meminta pengacaranya, Pak Rudi untuk datang. Pak Rudi menyerahkan surat perjanjian cerai yang sudah direvisi yang sudah dibuat sebelumnya. Dia membacakan surat tersebut yang ternyata berisi bahwa mereka akan bercerai jika Icha yang memintanya. Icha juga akan mendapatkan tunjangan meskipun Icha menolak dan yang terakhir mereka akan membagi hak asuh anak mereka dengan adil hingga anak mereka berusia dewasa.
Secara mengejutkan Angga merobek surat perjanjian cerai tersebut dan membuat Pak Rudi terheran-heran. Angga berkata kalau surat perjanjian cerai yang pertama dan yang tadi sudah tidak berlaku karena dia akan membuat surat yang baru.
“Pertama, aku ingin Icha memiliki hak asuh anak tanpa syarat. Kedua, setelah bercerai Icha akan mendapatkan tunjangan yang layak. Ketiga dan yang terakhir, pada saat Angga meninggal, Icha dan anaknya akan mewarisi semua harta Angga"
__ADS_1
Pak Rudi lalu bertanya apa saat ini Angga sedang membuat surat wasiat? Kenapa isinya jadi aneh seperti ini?
Angga lalu menjawab “Kurasa semua karena penyakit genetikaku yang bodoh itu. Aku tak bisa membayangkan betapa aku akan membuatnya menderita”
Setelah itu Angga mengajak Anin bertemu. Anin sangat senang karena sebenarnya dia juga ingin bertemu dengan angga. Dia jujur agak terkejut karena waktu itu Angga tiba-tiba pergi pergi meninggalkannya.
“Anin..kita berpisah saja.” ucap Angga
“Kenapa..? Ini karena dia kan? Karena perempuan itu?” jawab Anin
“Tidak. Aku juga akan menyelesaikan masalah ini dengannya.” Terang Angga.
Tapi Angga hanya diam, dia tak berkata apapun. Dia menyesal membuat Anin mengalami semua hal ini. Tapi itulah keputusannya dan dia ingin Anin menerimanya. Setelah ia mengatakan semuanya, Angga akhirnya pergi.
Tapi tanpa sengaja Angga malah meninggalkan dokumen perjanjian harta warisan dalam amplop kuning sebelum pergi. Anin melihat amplop itu dan membaca judulnya "Perjanjian harta warisan." Anin mengira ini adalah milik Angga yang tidak sengaja tertinggal. Anin terlihat cemas. Dia tidak ingin putus. Dia tidak bisa membiarkan Angga meninggalkannya karena Icha.
Saat ini Reza pergi menemui temannya yang menjadi DJ di sebuah Diskotik. Dia sengaja bertemu karena dia akan pamit pergi ke Perancis dan kemungkinan dia tidak akan kembali. Saat Reza telah selesai berpamitan dan akan berjalan pulang, dia menangkap lengan seorang perempuan yang akan terjatuh dan bertanya “Apa kau baik-baik saja.”
Ternyata perempuan itu adalah Anin. Dia tampak mabuk dan mulai tidak bisa berdiri tegak. Tubuhnya sempoyongan makanya tadi dia nyaris terjatuh.
__ADS_1
Reza lalu berkata, “Maaf sebelumnya. Tapi, meski kau sangat menderita jangan menyakiti orang lain dengan alasan itu. Kau sepertinya sedang terluka dan kau akan menjadi semakin dingin karenanya.”
Anin tertawa dan mengucapkan terima kasih atas nasihat yang Reza berikan. Tapi dia tidak bisa menerima nasihat tersebut “Kau tahu.. Aku sudah banyak kehilangan dan menderita. Dunia ini mungkin hangat dan indah untukmu, tapi bagiku hanya ada satu hal yang tersisa… yaitu rasa sakit.”
Keesokkannya Anin mengajak Icha bertemu di sebuah tempat makan. Anin sudah menunggu Icha. Ia terlihat ingin marah. Tapi ia kembali sopan ketika Icha datang.
Anin bertanya apa Angga sudah mengatakan kalau Angga akan berpisah dengan Icha?
Icha lalu menjawab jujur tidak, dia yakin Angga tidak menginginkan perpisahan.
“Kenapa menurutmu Angga tidak mengingat pernikahannya? Itu karena dia ingin melupakan pernikahannya. Bahkan di alam bawah sadarnya Angga berharap pernikahan itu tidak pernah terjadi, makanya Angga melupakan pernikahan itu. Ia tidak mengingatnya karena dia hanya mengingat satu-satunya perempuan yang ia cintai.”
Anin memberikan amplop kuning yang ada ditangannya pada Icha dan Icha terlihat kebingungan, "Angga ingin memberikan ini kepadamu. Tapi tertinggal di rumahku. Aku membawakannya untukmu. Dia ingin kamu menandatanganinya. Angga bilang dia akan kembali padaku. Dia ingin kami lebih sering menghabiskan waktu bersama.”
Anin juga menyuruh Icha membaca surat perjanjian itu. Icha pun melihat isi surat perjanjian cerai tersebut. Isinya sungguh berbeda dengan surat pejanjian cerai yang Angga buat.
Icha membuka amplop tersebut. Ia membaca judulnya, formulir persetujuan aborsi dan ia sangat terkejut.
Anin sengaja memberikan surat palsu itu pada Icha. Anin mengira Angga tidak mau melepaskan Icha karena anak yang dikandungnya. Jika anak itu tidak ada, maka Angga pasti akan kembali padanya.
__ADS_1
Icha tak percaya. Anin meliriknya tajam. Lalu ponsel Icha berdering. Ia mendapat telepon dari Angga. Ia gantian yang mengajak Icha bertemu jam 8 malam ini. Setelah Icha menyetujui ajakan Angga dan menutup teleponnya. Anin tersenyum licik padanya.
" Apa itu Angga?" tanya Anin. Icha mengangguk dan dia telah salahpaham. Icha mengira Angga mengajaknya bertemu pasti karena surat yang dibawa Anin ini adalah benar. Tapi Icha tak menyangka Angga akan setega ini padanya.