Fated To Love You

Fated To Love You
65


__ADS_3

Anin menjelaskan pada Angga mengenai kondisinya yang sebenarnya. Angga sedikit kaget dan berkata jadi ini seperti dalam sinetron, dimana pemainnya lupa ingatan sama seperti dia. Angga kemudian berkata santai kalau dia hanya kehilangan ingatan tiga bulan terakhir. Jadi itu tidak terlalu masalah. Urusan pekerjaan bisa dia tanyakan pada Sekretarisnya, sementara urusan pribadi bisa dia tanyakan pada Anin.


Anin tak bisa menjawab. Dia tidak mau memberitahu Angga yang sebenarnya telah terjadi antara dirinya dan Icha. Sementara Angga langsung bertanya apa mereka datang ke Bali? Apa dia berhasil melamar Anin? Angga tersenyum lebar dan tertawa karena yakin dia sudah berhasil melamar Anin. Namun Anin hanya terdiam dan kemudian berkata maaf karena dia sudah terlalu lama membuat Angga menunggu.


“Aku akan berhenti bermain piano di depan orang lain, Aku hanya akan bermain piano di depanmu dan hidup bersamamu.” ucap Anin lirih. Angga pun menjadi senang dan langsung memeluk Anin.


Nenek Angga masih sakit, tubuhnya lemah karena dia tidak nafsu makan. Dr Heri ada disana dan menyuruhnya untuk makan agar segera pulih. Tapi Ny Sekar malah bertanya dimana Angga dan kenapa dia tidak datang melihat neneknya yang hampir sekarat karena ulahnya?


Dr Heri menatap Sekretaris Angga yang berada disana seolah melempar tugas untuk menjelaskan dimana Angga sekarang. Sekretarisnya menjelaskan kalau masalah pemecatan sudah bisa diatasi dengan baik dan kini Angga dengan hasrat membara tengah menyelesaikan beberapa pekerjaannya di kantor.


Nenek bukannya tenang mendengar penjelasan Sekretaris Angga, dia malah semakin kesal karena Angga malah sibuk di kantor dan bukan menjemput Icha, cucu menantunya. Kalau Angga tidak bisa, biar dia saja yang menemui besannya dan meminta maaf. Ny Sekar mulai bangkit, tapi tubuhnya sangat lemah sehingga dia tidak sanggup berdiri. Dr Heri mulai beraksi, dia memarahi Ny Sekar yang tidak mau menurut perintah dokter.

__ADS_1


Setelah itu, Dr Heri dan Sekretaris Angga sama-sama melangkah pergi. Setelah agak jauh, Dr Heri berkata agar Ny Sekar tidak diberitahu keadaan Angga yang sebenarnya. Jika ia tahu maka kondisinya akan memburuk dan itu berbahaya untuknya.


Hari ini Icha datang ke Rumah Sakit dan menemui Dr Heri untuk mendengar penjelasan terkait kondisi Angga. Dr Heri menjelaskan semuanya. Dr Heri juga meminta agar Icha dapat bertahan meskipun ini terasa berat. Terlebih lagi Icha sedang mengandung, jadi tidak baik untuk bayinya jika Icha memikirkan hal ini terus. Jadi dia meminta Icha untuk tenang. Lalu Icha mengangguk tanda mengerti.


Tiba-tiba Angga datang dan langsung masuk ke ruangan Dr Heri. Angga menyadari adanya Icha disana dan bertanya heran, takdir apa ini? Kenapa dia bertemu lagi dengan perempuan aneh ini?


Icha berdiri dan menyapa Angga. Tapi Angga menatapanya heran dan bertanya kenapa dia selalu bertemu dengan Icha? Apa sekarang Icha disini karena ada orang yang ia kenal dirawat di Rumah Sakit ini? Icha mengangguk membenarkan pertanyaan Angga. Angga lalu bertanya lagi siapa orang itu?


Dr Heri terpaksa berbohong dan berkata kalau Icha ini kan sekretaris pribadinya. Tadi Icha datang karena khawatir, makanya dia menjelaskan kondisi Angga saat ini.


Kini, sebelum Angga mulai kembali menanyainya yang macam-macam, Icha memilih melepas cincin nikahnya. Bisa bahaya jika Angga melihat dia memakai cincin yang seharusnya dulu diberikan Angga pada Anin.

__ADS_1


Kemudian Angga dengan gaya konyolnya bertanya siapa nama Icha dan Icha menyebut lengkap namanya. Setelah mendengar nama itu, Angga tanpa sadar mengucap nama Icha berkali-kali dan dia sendiri merasa heran dan sangat familiar dengan nama itu. Lalu Icha menyebut mungkin karena namanya terlalu umum dan biasa. Makanya Angga merasa familiar.


Tanpa diduga Angga berkata hal yang sama persis ketika mereka berkenalan di Bali. Saat itu ia berkata bahwa memiliki nama yang biasa dan umum menandakan kalau nama itu banyak disukai orang. Ia mengucapkan hal yang sama persis dengan tiga bulan lalu. Icha pun tersenyum karenanya. Dia tahu Angga pasti lambat laun akan mengingat semua. Dia hanya perlu menunggu.


Lalu dengan heran Angga bertanya bagaimana bisa Icha jadi sekretaris pribadinya? Icha lalu merangkai cerita yang masuk akal bagaimana dia bisa menjadi sekretaris pribadi Angga.


Kemudian saat itu juga masuklah Sekretaris Angga menyelamatkan Icha dan membenarkan cerita Icha yang menjelaskan kenapa ia bisa menjadi sekretaris pribadi Angga. Angga pun menatap tak percaya pada keduanya dan kemudian bertanya pada Sekretarisnya apa benar Icha adalah Sekretaris Pribadinya? Sekretarisnya menjawab kalau dia dan Icha benar-benar kombinasi yang baik. Angga mempekerjakannya sebagai sekretaris karena pekerjaan dan masalah di kantor sangat banyak. Oleh karena itu, Angga membutuhkan tambahan tenaga seorang sekretaris yang lebih cekatan. Makanya ia mempekerjakan orang lain. Tapi hampir saja saat memberikan penjelasan Sekretarisnya keceplosan menyebut Nyonya pada Icha yang langsung diralatnya dengan kalimat “Aku memujimu, Nona Icha.” Sekretarisnya dan Icha bahkan tos bersama untuk meyakinkan Angga.


Saat Icha dan Sekretarisnya akan pergi, tiba-tiba Angga memanggil Icha dan menyuruhnya mendekat. Icha pun mematuhinya. Angga kemudian menunjukkan sebuah cincin dan bertanya, apa Icha tahu tentang cincin ini? Dia sudah bertanya pada Anin dan Anin bilang bukan Anin memberikan cincin ini padanya. Lalu mengapa cincin ini ada padanya?


Icha hanya tersenyum dan berkata kalau cincin itu miliknya karena suatu hal dia menitipkannya pada Angga. Jadi biar sekarang dia membawa cincinnya kembali. Tapi Angga tidak mau memberikan cincin itu pada Icha. Dia beralasan kalau dia akan menyimpan cincin ini sampai ingatannya kembali karena siapa tahu Icha berbohong padanya. Lalu Angga bertanya dengan nada heran  “Kenapa ya kita selalu berhubungan dengan cincin? Aneh..”

__ADS_1


Lalu Angga kembali teringat semalam, bukankah Icha bersama dengan Reza. Itu artinya apakah cincin ini milik Reza? Tapi dengan cepat Icha menjawab bukan. Itu bukan milik Reza. Icha juga menjelaskan bahwa dia dan Reza tidak ada hubungan apa-apa. Dia hanya kebetulan bertemu Reza dan mereka bersama karena mereka memiliki tujuan yang sama untuk melihat keadaan Angga.


__ADS_2