
Mike mengalihkan pandangannya pada Floryn yang kini sudah menundukan kepalanya.
Sebenarnya Mike ingin menanyakan langsung pada Floryn bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Namun semua itu dirinya urungkan saat melihat respon Floryn saat mendengar pertanyaan Mom Lisa.
"Mike belum tahu Mom. Lagi pula Mike belum bertemu Papa Floryn dan meminta restu padanya."
"Papa sudah melamarkan Floryn untukmu. Ya walaupun belum secara resmi," sahut Papa Jo menimpali.
"Papa serius?" tanya Mike tak percaya. Apalagi yang dia tahu saat ini Papa Floryn sedang di rawat di rumah sakit yang berada di luar negeri.
"Seriuslah, ngapain bohong." Papa Jo kembali melanjukan makan malamnya, seolah pembicaraan mereka tak jauh lebih penting dari mengisi perutnya yang kosong.
"Trus gimana Pa? Apa Papa Floryn setuju kalau Mike nikahin putrinya?" tanya Mike antusias. Menikah adalah sesuatu yang sangat dia inginkan saat ini.
Apalagi permasalahan ayah dan ibunya dulu hanyalah sebuah kesalah pahaman. Hingga tak ada lagi alasan untuk Mike takut menjalani pernikahannya nantinya.
"Tanya saja pada Mamamu." Papa Jo memilih melempar pertanyaan Mike pada mantan istrinya. Bukan tanpa alasan, Papa Jo hanya ingin agar Mike bisa lebih dekat lagi dengan Mamanya seperti dulu.
"Ma, apa Papa Floryn merestui hubungan kami?" tanya Mike tak sabaran.
__ADS_1
Mama Sita tersenyum. Benar apa yang di katakan mantan suaminya tadi saat di rumah sakit, jika Mike putra mereka begitu tergila-gila pada sosok gadis cantik putri sahabatnya.
Mama Sita sendiri tentu akan merestui hubungan mereka. Apalagi dirinya pernah berjanji akan menjadi ibu sambung yang baik untuk Floryn.
Ya walaupun pada akhirnya Mama Sita tak menjadi ibu sambung Floryn, tapi setidaknya ia akan menjadi ibu mertua gadis itu. Dan itu tak ada bedanya bukan? Karena Mama Sita nantinya akan tetap bisa mencurakan kasih sayangnya pada calon menantunya.
"Ma..."
"Iya Mike, Papa Floryn merestui hubungan kalian. Lagian tak ada alasan Papa Floryn untuk menolak kamu. Apalagi kalian saling mencintai. Bahkan Papa Floryn sudah sangat ingin bertemu dengan kamu," ujar Mama Sita menjelaskan.
Mike mengalihkan pandangan kearah Floryn, lalu menggengam tangan gadis itu dengan erat. "Sayang, kita dapat restu dari Papamu."
Floryn tersenyum sembari menganggukan kepalanya. Dia memang sudah tahu jika hubungan mereka sudah di restui. Apalagi sepanjang waktu Papanya itu terus meminta Floryn untuk menceritakan bagiamana sosok Mike.
Ah, Mike... otak kamu sungguh mesum sekali.
"Besok kamu bisa jenguk Papa Floryn ke rumah sakit, sekalian anter Floryn tentunya,' ujar Papa Jo yang kembali buka suara.
"Rumah sakit? Mike akan pergi ke luar negeri maksud Papa?"
__ADS_1
"Kenapa ke luar negeri? Papa kan nyuruh ke rumah sakit."
"Bukannya Papa Floryn di rujuk ke rumah sakit yang ada di luar negeri?" tanya Mike semakin heran.
"Enggak Mike. Papa Floryn ada di rumah sakit internasional,"jawab Papa Jo yang baru menyadari ternyata sang putra ketinggalan berita. "Saat ini Papa Floryn di rawat oleh orang-orang Papa. Biar Floryn bisa istirahat dan menginap di sini."
"Menginap disini? Di kamar Mike?" tanya Mike spontan, namun bukannya mendapat jawaban iya, Mike justru mendapat sorakan dari Ello dan Ayura.
"Huuww... Ngarep."
...***...
Malam ini Mike sangat susah untuk memejamkan mata. Alasannya hanya satu, gadisnya ada di atap yang sama dengannya.
Ah, rasanya Mike ingin tidur sembari memeluk gadisnya itu. Namun sialnya bukannya tidur dengan memeluk Floryn, Mike justru terkurung di kamarnya bersama Ello.
Ayura memaksa menginap. Ibu muda itu ingin tidur bersama Floryn. Hingga mau tak mau dia harus berbagi kamar dengan Ello. Karena tiga kamar tamu di rumah ini sudah terpakai.
"Tidur ngab. Floryn juga udah tidur. Gue juga udah kunci pintu kamar ini. Lo gak bakalan bisa kabur nemuin pacar lo di bawah sana."
__ADS_1
Mike berdecak kesal, dia memang berniat menemui Floryn saat tengah malam nanti. Tentunya setelah memastikan semua penghuni rumah tertidur.
Namun niatan liciknya ternyata sudah terbaca oleh sang sahabat. Ello bahkan dengan tega menyembunyikan kunci kamarnya. Huh, sepertinya Mike memang harus sedikit bersabar sampai hari pernikahan itu tiba. Hari yang bahkan sampai saat ini belum di tentukan kapan.