
Sekretaris Angga menceritakan kejadian sebelum Angga pingsan pada Icha. Sebenarnya saat itu Angga bersikeras datang menemuinya di tempat janjian. Tapi ternyata Angga malah pingsan di jalan. Demi Icha, Angga bahkan rela untuk dipecat dari jabatannya sebagai Presdir karena saat itu Dewan direksi mengadakan rapat mendadak untuk memutuskan pemecatan. Tapi sekarang malah Angga dengan mudahnya melupakan Icha. Sungguh tidak masuk akal. Ia berharap semoga Angga bisa kembali mengingat Icha dengan cepat.
Icha menjawab kalau dia merasa semua adalah salahnya. Angga jadi seperti sekarang adalah karenanya. Mengingat itu hatinya menjadi sakit. Lalu Sekretarisnya meminta icha untuk tidak berfikir seperti itu karena sesungguhnya Angga memang sangat khawatir pada Icha, jadi ini bukanlah salah Icha.
Saat Anin tiba di Rumah Sakit, dia melihat Icha juga berada disana. Dia langsung mengajak Icha bicara berdua dan berkata kesal kenapa Icha muncul disini? Bukankah dia sudah memberitahu supaya Icha tidak muncul dan menunggu? Apa Icha tidak bisa menunggu? Apa Icha ingin Angga semakin sakit? Tapi Icha tanpa takut menjawab kalau dia tidak bisa memenuhi permintaan Anin. Dia tidak mungkin diam saja melihat kondisi Angga seperti itu.
"Dia.. seperti itu karena akan menemuiku. Aku ingin membantu dan melindunginya hingga dia memperoleh ingatannya kembali. Aku ingin berada di sampingnya daripada harus menunggunya hingga ia ingat kembali” Icha mengucapkannya dengan percaya diri. Dia bukan lagi gadis catatan tempel, Angga sudah mengubahnya menjadi gadis lem super. Maka dalam keadaan seperti ini dia harus menjadi kuat dan berjuang mempertahankan posisinya disamping Angga.
Anin menjadi kesal dan bertanya apa Icha kira keberadaannya sangat berarti untuk Angga? Dia sudah membaca semua berita di media massa. Hubungannya dengan Angga hanyalah pernikahan kontrak. Jadi apa perlunya Icha membantu dan melindungi Angga?
“Setelah Angga pulih bukankah yang tersisa diantara kalian hanyalah perceraian? Setelah itu Angga akan kembali padaku karena posisi itu hanya milikku dari awal itu hanya milikku.” Ucap Anin tajam.
Icha tak gentar. Ia tetap tangguh walaupun hatinya sedikit perih. Dia menjawab “Mengenai hal itu, kita akan mengetahuinya setelah ingatan Angga kembali.”
Lalu Icha pergi meninggalkan Anin. Saat berjalan pulang Icha mengajak Pangeran kecil berbicara sambil mengelus perutnya. Dia berharap anaknya tidak marah meski ayahnya tidak ingat dengan mereka. Selama ini dia cukup terhibur dan tetap kuat berkat adanya Pangeran kecil.
__ADS_1
Tak jauh dari tempatnya, terlihat mobil Reza yang ternyata sedari tadi menunggu Icha. Reza keluar dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Icha. Mereka berbicara berdua, lagi-lagi Reza mengkhawatirkan Icha dan berkata bahwa Icha boleh bergantung padanya jika Icha merasa tak sanggup lagi bertahan dengan Angga. Dia siap melakukan itu.
Icha tahu maksud perkataannya, dia ingat saat Reza datang menemuinya di tempat janjian dia dengan Angga dan saat itu Reza berkata sesuatu padanya. Sesuatu tentang Reza yang akan menunjukkan keberaniannya padanya. Reza yang berkata akan lebih berani lagi di depannya. Icha tahu kalimat itu menjurus kemana. Dia pun kemudian menjawab kalau dia tahu saat itu Reza mengatakan hal tersebut hanya karena kekhawatiran Reza padanya sama seperti saat ini.
“Aku merasa terhibur karena orang baik sepertimu ada disisiku.” ujar Icha
Reza tidak menyangka mendengar kalimat Icha, seolah itu adalah penolakan halus dari Icha. Ternyata Icha hanya menganggapnya sebagai orang baik saja, tidak lebih. Reza tidak marah. Dia tersenyum dan membenarkan kalimat Icha kalau dia adalah orang baik.
Lalu Reza bertanya tentang kondisi Angga. Icha menjawab kondisi Angga masih sama saja dan menambahkan kalimatnya kalau setidaknya masih ada yang bisa disyukuri dari semua masalah ini. Setidaknya Angga tidak sepenuhnya melupakan tentang keberadaannya. Bukankah itu suatu hal yang bagus, Angga mengingat saat pertama mereka bertemu.
Icha mengangguk tanda mengerti. Reza kemudian menambahkan dan mengingatkan Icha bahwa dia adalah orang baik. Jadi Icha jangan pernah lupa telah memiliki orang baik sepertinya di sisinya. Lalu Icha tersenyum dan mengiyakan. Reza benar-benar menghiburnya.
******
Angga sedang sendirian di kamar rawatnya. Dia bergumam apa benar penyakit genetika itu sudah menyerang dirinya. Angga kemudian mengkhawatirkan orang-orang yang disayanginya. Neneknya dan juga Anin. Tapi tiba-tiba Angga bergumam “Kenapa rasanya masih ada orang lain?”
__ADS_1
Angga mencoba menghilangkan pikiran itu, dia kemudian mengambil ponselnya dan di panggilan keluar ternyata ada sebuah nama aneh yang sering dihubunginya. Nama itu tertulis Siput ♥ Pangeran kecil. Dia pun merasa aneh. Dia tak kenal dengan nama tersebut. Tanpa pikir panjang Angga langsung menghubungi nomor tersebut dan terkejut mendengar suara Icha, Sekretaris pribadinya. Sementara Icha sangat senang Angga menghubunginya.
Angga langsung bertanya apa Siput dan Pangeran kecil itu adalah Icha? Lalu Icha menjawab mungkin Angga memang menyimpan nomornya dengan nama itu. Dia memang memiliki banyak julukan. Angga kemudian bertanya dimana Icha dan Icha menjawab kalau dia sedang mengerjakan pekerjaan lain di luar.
Angga lalu menyuruh Icha segera melakukan apa yang dia perintahkan. Mulai sekarang dalam tiga puluh menit, Icha harus menemui Sekretarisnya dan bawa semua laporan yang harus dia tanda tangani. Bawa juga baju yang akan dia pakai keluar rumah sakit. Angga juga menambahkan agar Icha juga membawa Sweet Americano dengan 2,5 sirup, donat vanilla, dan juga cokelat. Jangan sampai ada yang terlupakan satupun dan jangan sampai datang terlambat.
Icha terdiam membuat Angga kembali bertanya, apa Icha keberatan mengerjakan tugas pribadinya? Icha tersenyum dan menjawab tidak mungkin dia keberatan. Dia malah paling suka mengerjakan tugas pribadi.
Setelah selesai menelpon, Angga berniat melihat apa yang tengah terjadi di dunia luar melalui internet. Dia seperti ketinggalan berita karena tiga bulan ingatannya yang hilang. Saat itulah Angga menemukan berita tentang nikah kontraknya dengan seorang wanita yang ternyata itu adalah Icha. Sekretaris pribadinya. Apa maksudnya ini? Angga berteriak kesal dan bertanya apa berita seperti ini masuk akal?
Icha sudah sampai di Rumah Sakit, sebelum masuk ke kamar rawat Angga dia melepas cincin kawinnya. Tapi belum sempat Icha masuk ke kamar, Angga sudah lebih dulu keluar. Icha terkejut dan nyaris saja memanggil Angga hanya dengan sebutan nama, bukan Presdir.
Angga lalu menatap tajam padanya. Dia mengambil semua barang yang dibawakan Icha dan meminta Icha menunggu dulu disini. Dia akan berganti pakaian. Setelah itu ia akan pergi bersama Icha
__ADS_1