Fated To Love You

Fated To Love You
63


__ADS_3

Saat ini Icha sudah sampai di tempat janjiannya dengan Angga. Mereka akan bertemu diam-diam tanpa diketahui oleh wartawan. Berita tentang mereka masih tersebar luas dan belum berhenti. Masyarakat dan media massa masih hangat membicarakan pernikahan kontrak mereka. Tapi mereka tampaknya tak terusik dan untuk itu mereka masih memutuskan untuk bertemu.


Tiba-tiba Reza menelponnya dan bertanya Icha dimana? Lalu Icha memberitahu bahwa ia akan bertemu dengan Reza di taman kota.


Angga sedang di perjalanan menuju tempat Icha menunggu. Tapi tiba-tiba saja Sekretarisnya malah memutar balik mobil yang akan membawa Angga bertemu dengan Icha. Dia baru saja mendapat telepon kalau para pemegang saham sedang mengadakan rapat dewan direksi mendadak untuk memutuskan apakah Angga masih pantas menjadi Presdir Budiman Corporation.


Angga lalu bertanya kenapa Sekretarisnya malah putar balik? Sekretarisnya menjawab kalau Angga tidak punya waktu untuk bertemu Icha karena saat ini mereka harus segera kembali ke kantor. Mereka hanya punya waktu dua puluh menit untuk bisa mempertahankan posisi Angga sebagai Presdir. Tapi Angga dengan wajahnya yang tampak lelah malah meminta untuk menghentikan mobil. Pikirannya melayang keluar. Apa yang harus ia lakukan? Ia harus menemui Icha tapi ia juga harus menyelesaikan masalah yang terjadi di Perusahaan.


Setelah mobil menepi, Angga keluar dari mobil dan berjalan kembali ke arah semula. Ia menuju kearah tempat janjiannya dengan Icha. Sekretarisnya menyusul dan masih memohon agar Angga ikut rapat terlebih dahulu. Ini penting karena ini terkait posisi Angga dan Perusahaan. Sekretarisnya memberi ide agar lebih baik Angga menelpon Icha sehingga Icha mengetahui kondisi saat ini dan Icha pasti akan mengerti. Tapi Angga tidak mau, dia merasa sudah membuat Icha menderita dan dia takkan membuat Icha menderita lagi dengan menunggunya.


Jika dia memberitahu Icha mengenai situasi ini maka yang ada Icha akan menyalahkan dirinya atas keadaan kacau ini dan Angga tidak mau itu terjadi. Dia akan segera kembali ke kantor setelah dia bertemu dengan Icha.


Sekretarisnya lalu berteriak dengan sedikit membentak Angga. Ia meminta Angga agar segera sadar. Saking kesalnya dia bahkan menarik jas Angga dan tak memanggilnya dengan sebutan Presdir seperti biasanya. Dia memanggil nama Angga dengan lengkap.



“Sadarlah Anggara Budiman. Berfikirlah yang benar.” Teriak sekretarisnya dengan putus asa


Sementara itu wajah Angga terlihat semakin lelah seolah tak ada warna. Dia dengan suara lirih bertanya lalu apa yang harus dia lakukan? Sekretarisnya takkan tahu bagaimana perasaannya saat ini. Lalu sekretarisnya melepaskan cengkaramannya pada jas Angga dan membiarkan Angga untuk pergi. Sebelum itu dia menatap Angga dengan sedih dan kasihan.


Tapi belum jauh Angga melangkah, tiba-tiba dia terjatuh di jalan dan pingsan seketika.

__ADS_1



Sementara itu di tempat janjiiannya, Icha mencoba menghubungi suaminya tersebut. Tapi Angga tak menerima panggilannya. Icha tak berprasangka apapun. Dia hanya yakin jika nanti Angga pasti datang. Dia harus menunggunya saja.


Akhirnya tanpa Icha tahu, Reza sudah sampai di tempat Icha menunggu. Dia melihat Icha dari dalam mobilnya. Icha tampak sendiri. Sudah berjam-jam, tapi Angga tak kunjung datang. Orang-orang di tempat itu juga sudah mulai pergi. Icha bahkan sampai tertidur karena menunggu Angga.




Sementara itu Angga sudah dibawa ke Rumah Sakit dan di dadanya sudah dipasangi alat-alat medis. Dr Heri datang dan meminta agar segera dilakukan MRI. Staff medis mematuhi hal tersebut dan mereka mulai melepas cincin pernikahan Angga.



Icha berbohong dengan berkata kalau sekarang dia sudah bersama Angga dan sekarang dia senang sekali. Mereka berdua baru saja akan makan malam. Reza tahu Icha berbohong karena dia melihat Icha sendirian. Dia hanya mengatakan semoga Icha bersenang-senang dan telepon pun berakhir.


Kemudian Reza memutuskan keluar dari mobilnya dan menemui Icha. Dia tersenyum saat sudah ada di depan Icha. Lalu Icha berdiri dan menatap heran padanya. Icha bertanya kenapa Reza ada disini? Lalu dia menjawab dia kebetulan lewat dan tak sengaja melihat Icha dan dia mengkhawatirkan Icha.


“Sampai kapan kau terus menerima disakiti olehnya?” ujar Reza


“Bukan begitu. Aku tidak pernah disakiti olehnya.” jawab Icha tenang.

__ADS_1


“Kau baru saja berbohong padaku. Kau bilang kau bersamanya. Kau berbohong seperti itu karena kau merasa terluka, kan? Sejak bertemu dengannya kau hanya menahannya dan selalu menunggu.” Reza mengungkapkan kekesalannya.


“Kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau jadi kesal?” Icha balik bertanya


Lalu Reza menjawab, dia sudah tidak tahan lagi melihat Icha menderita karena Angga. Dia tidak mau Icha terus-menerus seperti ini. Reza berkata, “Aku .... untukmu .... aku akan lebih berani lagi.”


Icha hanya bisa terdiam dan bertambah heran dengan yang Reza katakan. Apa maksudnya itu?



Di rumah sakit Angga sudah mulai tersadar. Dia membuka mata dan mendengar ada yang masuk ke kamarnya. Pandangannya masih samar. Seorang wanita mendekat ke ranjangnya dan menggenggam tangannya. Dia menatap wanita itu yang ternyata adalah Anin. Wanita yang selama tujuh tahun ini dia cintai.


Anin hanya berkata “Ga .... ini aku.”




Mata Angga pun membelalak seolah terkejut melihat Anin di hadapannya.


__ADS_1


__ADS_2