Fated To Love You

Fated To Love You
20


__ADS_3

Angga megikuti alur permainan Pengacara Malik. Merasa dirinya ditantang oleh Angga, Pengacara Malik terus saja menaikkan taruhan karena dia yakin pasti menang dan akan membuat Angga menerima kekalahan.


Namun Angga tampak santai saja mengikuti apa yang pengacara Malik inginkan. Benar saja Pengacara Malik menang dan merasa sangat senang. Termasuk juga Mila yang berada disampingnya ikut merasakan hal yang sama.



Angga hanya menatap remeh kemenangan itu dengan biasa saja. Ini baru permulaan. Nikmati saja dulu sebelum nanti merasakan kekalahan yang teramat menyakitkan. Sementara Icha sangat cemas karena chips Angga bisa-bisa habis jika kalah terus. Angga nanti pasti akan bangkrut nantinya. Icha sangat mengkhawairkannya.


Pengacara Malik yang sedang merasakan efek kemenangan dengan bangga berkata kalau ini karena dewi keberuntungan yang duduk disampingnya. Diapun mencubit pipi Mila dengan mesra. Mengungkapkan bahwa Mila membawa keberuntungan baginya dan menyindir Icha membawa kesialan bagi Angga.


__ADS_1


Namun Angga tampak tak terusik dengan ejekan dari Malik. Ia masih santai saja meskipun terus-menerus mengalami kekalahan.


Permainan nasib terus berlangsung dan Pengacara Malik masih mendapatkan keberuntungannya. Ia masih terus mengalami kemenangan. Namun, tiba-tiba saja Angga menawarkan permainan dengan mempertaruhkan semua chips yang dimiliki dan ia hanya menyisakan satu saja. Icha tentu syok melihat apa yang Angga lakukan.


Mila meminta Pengacara Malik mundur saja dari tawaran Angga, Ia khawatir bisa-bisa Pengacara Malik kalah, tapi sebagai lelaki, Pengacara Malik menolak itu dan mengikuti apa yang Angga mau. Toh chipsnya masih banyak jika mengikuti tawaran Angga. Tentu saja lagi dan lagi ternyata memang kali ini masih menjadi keberuntungan Pengacara Malik. Dia menjadi sangat senang dan bersorak begitu mengetahui chipsnya bertambah banyak.


Dia bersama Mila begitu menikmati kemenangan ini. Tapi Angga sama sekali tak tampak takut, Ia masih bersantai dengan situasi seperti ini. Dia hanya menunggu saat dimana dia akan menang, dan ketika saat itu tiba maka dia pastikan kekalahan yang sangat menyakitkanlah yang akan Pengacara Malik terima.


Kemudian Angga menunjukkan chips yang ia sisakan tadi kepada Icha dan meminta Icha mendoakannya. Icha tanpa ragu tentu saja tak menolak. Dengan konyolnya dia mengambil chips itu dan mendekatkan pada keningnya seraya berdoa dalam hati.


__ADS_1


Setelah selesai, Icha mengembalikan chips itu kepada Angga. Lalu Angga menaruh diatas kartunya lalu menutup kedua benda itu dengan gelas yang ada di meja. Dia yakin, inilah saatnya untuk menang.


Setelah itu, dengan penuh keyakinan Angga kembali mempertaruhkan chips yang dia miliki, dan hanya menyisakan satu saja. Chips merah yang sudah didoakan tadi. Icha terkaget-kaget melihat kenekatan Angga. Apa ia tak takut akan bangkrut.


Sebelum mengikuti Angga, Pengacara Malik mengintip kartu yang dia miliki, dia yakin sekali kalau kali ini dia akan menang. Kartunya Full House AS. Jadi mana mungkin dia kalah.


Dia kemudian berkata pada Angga kalau ini bisa saja tipuan.


Angga kemudian tertawa dan memberitahu Pengacara Malik ada tiga hal yang diperlukan untuk menang.


“Pertama adalah kesabaran untuk menunggu giliran. Kedua, tekad bermain sampai titik penghabisan. Dan yang terakhir…yang terakhir akan kukatakan nanti setelah kau menjadi sangat putus asa.”

__ADS_1


Pengacara Malik tentu merasa tertantang. Dia pastikan tidak akan mendengarkan yang ketiga karena dia tidak akan mencapai titik putus asa itu. Pengacara Malik masih berlagak sombong. Ia pun mengikuti alur permainan Angga dengan mempertaruhkan semua chips miliknya. Tentu Angga tampak puas melihat hal tersebut. Ia merasa Pengacara Malik sudah masuk dalam perangkapnya.


__ADS_2