Fated To Love You

Fated To Love You
Sesulit Itu


__ADS_3

Bukannya langsung menjawab, Mama Sita justru tersenyum ke arah Mike. Ia sudah menduga jika pertanyaan ini akan keluar dari mulut sang putra.


"Kalau iya kenapa? Dan kalau tidak kenapa?"


"Ma, please." Mike menatap Mama Sita penuh permohonan. Dia sedang tak ingin bermain kuis tanya jawab. Mike hanya ingin kejelasan.


Mama Sita mengulas senyum di bibirnya saat mendengar Mike memanggilnya dengan sebutan Ma. Entah sudah berapa lama sang putra tak pernah memanggilnya dengan sebutan Mama. Ah, bagaimana mau memanggil, sedangkan mereka saja tidak pernah secara langsung bertatap muka sejak belasan tahun lamanya.


"Ma, Mike menunggu jawabannya. Apa sesulit itu mengatakan yang sebenarnya?" tanya Mike dengan raut wajah yang mulai murung.


Mama Sita yang terkesan berbelit-belit menjawab pertanyaan simpelnya membuat Mike menyimpulkan jika jawaban Mama Sita pasti iya.


Namun beberapa saat kemudian dugaan sesaatnya itu terbantahkan oleh jawaban Mama Sita. "Kalian bukan saudara tiri."


Mike diam terpaku. Telinganya sedang tak bermasalah bukan? Tapi apa yang di dengarnya tadi begitu jelas.


Mike mencoba ngusap-usap telinganya berulang kali. Mungkin saja lubang telinganya tersumbat kotoran hingga ucapan yang Mike dengar jauh berbeda dengan yang selama ini dia kira. "Coba ulangi lagi Ma."


"Jonathan Michael dan Floryn Angelica Hermawan bukan saudara tiri." Mama Sita menuruti permintaan sang putra untuk mengulang jawabannya.

__ADS_1


"Tapi kata Floryn, Mama istri muda Papanya," ujar Mike masih tak percaya dengan apa yang dirinya dengar saat ini.


"Teenyata benar, kamu sama seperti Floryn."


"Maksud Mama?" tanya Mike tak mengerti.


"Kamu dan Floryn salah paham dengan hubungan Mama dan Hermawan. Dan tunggu, biar Mama tebak. Jangan-jangan waktu itu kamu langsung pergi dari rumah Floryn karena ngira Mamamu ini ibu tiri pacarmu?"


Mike menundukan kepalanya. Ingin membantah tapi yang di katakan Mama Sita benar. Hingga akhirnya Mike memilih diam.


"Mau denger penjelasan Mama?"


"Mama bersahabat dekat dengan Mama Floryn sejak kuliah. Namun setelah Mama menikah dengan Papamu dan Mama Floryn menikah dengan Papanya, kami sama-sama kehilangan kontak dan tak saling berkomunikasi untuk waktu yang lama," ujar Mama Sita yang mulai bercerita bagaimana bisa kenal dengan keluarga Floryn.


"Hingga setahun yang lalu, Mama tak sengaja bertemu Mama Floryn saat di rumah sakit. Mama Floryn sedang melakukan cuci darah yang rutin dia lakukan dua kali seminggu."


Pandangan Mama Sita menerawang kejadian yang sudah berlalu sekitar satu tahun yang lalu. Bertemu dengan Mama Floryn membuat kebahagiaan tersendiri untuk Mama Sita.


Bagaimana tidak, saat itu Mama Sita sama sekali tak memiliki teman bahkan sahabat. Semua orang terdekatnya menjauh saat mengetahui scandal dirinya. Apalagi pernikahan keduanya dengan seorang penjahat kriminal membuat semua orang tak mau mengenalnya lagi.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Mama Floryn. Wanita cantik itu justru mau mendengar semua cerita versi dirinya. Bahkan sama sekali tak menghakimi kesalahan Mama Sita.


Mama Floryn bahkan merangkul dirinya dan menguatkan Mama Sita. Wanita itu mengatakan semua akan baik-baik saja, ia bahkan dengan tulus mendoakan agar hubungannya dengan sang putra bisa segera membaik.


Sering bercerita satu sama lain membuat mereka sering bertemu. Menjalin kedekatan semakin erat, bahkan saat Papa Floryn ada pekerjaan di luar kota, Mama Sita lah yang akan mengantar Mama Floryn untuk cuci darah.


Hingga sekitar tujuh bulan yang lalu, Mama Floryn mengalami penurunan kesehatan yang sangat signifikan.


Dokter mengatakan jika dialisis atau cuci darah saja tak akan banyak membantu. Dan hanya satu cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan transplantasi ginjal.


Papa Floryn mengatakan jika sebenarnya mereka sudah lama mencari pendonor yang cocok. Namun sampai saat ini mereka sama sekali belum menemukannya.


Papa Floryn pun sudah melakukan tes dan hasilnya ginjal mereka sama sekali tak cocok.


Mama Sita yang begitu menyayangi Mama Floryn memutuskan untuk ikut melalukan pengecekan. Dan syukurlah hasilnya cocok. Mama Sita yang dalam kondisi kesehatan yang sangat baik pun memungkinkan untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk sang sahabat.


Hingga seminggu setelahnya operasi itu berlangsung. Mama Sita berharap satu ginjalnya bisa memberi kehidupan yang indah, bukan hanya untuk Mama Floryn saja namun juga keluarganya. Suami dan seorang anak gadis yang sering menangis diam-diam di samping ibunya yang tengah tertidur.


Mama Sita hanya meminta agar tak ada yang tahu tentang donor ginjal yang dia lakukan. Cukup dirinya dan sepasang suami istri itu saja yang tahu.

__ADS_1


"Jadi ginjal Mama sekarang hanya ada satu?" tanya Mike tak percaya.


__ADS_2