
Angga langsung meminta persiapan yang sudah dikerjakan Reza terkait lamaran yang akan ia lakukan untuk Anin nantinya.
Reza sudah mempersiapkannya meskipun ia tak memiliki pasangan. Hal seperti itu sangatlah mudah baginya, tinggal searching di mesin pencari, semua selesai.
Ia bangga dengan hasil kerjaannya dan langsung mempresentasikannya di depan Angga. Presentasi tentang bagaimana proses lamaran romantis yang harus Angga lakukan. Reza sudah menyiapkan steb by stepnya, Angga hanya perlu mengingat dan mengikutinya kelak.
Reza menjelaskan kalau lokasi untuk lamaran nantinya berada di resor terbaik di Bali dekat degan pantai Pandawa. Angga tampak tak bergeming ia menyukai persentasi ini. Bahkan ia tertawa terbahak-bahak karena ide Reza sangat cemerlang.
Saat presentasi lampu dimatikan, presentasi belum berakhir tiba-tiba saja ada yang menghidupkan lampu. Kemudian berseru “Surprise”
Angga sangat mengenal suara itu, ia kelabakkan menyuruh Reza cepat segera mematikan layar presentasi. Mereka menyembunyikan persiapan itu agar tidak diketahui Anin.
Orang yang datang itu adalah Anin. Kedatangan Anin mengagetkan mereka berdua. Anin tiba diluar dugaan mereka. Anin memang sengaja melakukan itu, ia ingin segera lebih cepat menemui Angga.
Pertama Anin bingung apa yang sedang mereka kerjakan di ruangan dengan lampu yang dimatikan.
"surprisee.... hahahah" teriak Angga dan menyikut Reza agar ikut serta meneriaki agar Anin tidak curiga dan mengetahui apa yang sudah mereka lakukan. Bisa gagal total semua persiapan jika Anin sudah mengetahuinya.
Angga kembali bersikap biasa saja dan berkata senang dengan kedatangan Anin. Sementara Anin masih menatap heran sikap Angga yang sepertinya sangat aneh.
"apa yang sudah kalian lakukan berdua di ruangan gelap begini?" Anin mencurigai dengan tatapan menyelidik.
Supaya Anin tidak makin curiga Angga langsung memeluknya hangat,
Angga berkata kalau dia sedang menyiapkan rencana untuk pergi ke suatu tempat yang menyenangkan bersama Anin. Dia sudah sangat merindukan Anin.
Anin pun tersipu malu mendengarnya. Kemudian membalas pelukan itu.
__ADS_1
Reza pun pergi meninggalkan mereka berdua. Ia diperlakukan seperti obat nyamuk oleh pasangan kekasih ini. Kemudian Angga berkata kalau dia tidak akan membiarkan Anin pergi lagi meninggalkannya.
"kenapa kau tidak memberitahuku jika kau datang lebih awal, maka aku akan langsung datang menjemputmu ke bandara, bagaimana jika nanti kau diculik selagi aku tak bersamamu? aku takkan membiarkanmu pergi lagi" lirih Angga
Anin membalas dengan pelukan hangat, "aku hanya ingin mengejutkanmu. Tapi keliatannya kau tidak terkejut sama sekali"
Angga melepaskan pelukannya dan langsung mendaratkan ciuman di bibir Anin. Tentu saja Anin menikmati rasa manis yang diberikan Angga dan membalasnya.
"berjanjilah kau akan tetap disisiku dan takkan mengecewakanku" ucap Angga setelah memberikan ciuman itu.
Anin mengangguk dan Angga kembali memberikan kecupan.
"beri aku makanan Indonesia" rengek Anin seperti anak kecil bahwasanya ia sangat merindukan makanan Indonesia.
"ayo kita pulang, nenek akan memberikannya padamu" ucap Angga meraih tangan Anin dan mengapitkannya pada sikunya. Lalu dengan Nyaman Anin mengikuti Angga keluar dari ruangan itu.
Saat keluar ruangan Angga meminta bantuan Reza membawakan barang-barang Anin ke apartemen yang sudah disiapkan Angga untuk Anin setibanya Anin di Indonesia.
Seluruh karyawan Angga memperhatikan mereka keluar dari kantor. Mereka memuji pasangan serasi tersebut.
Angga mengendarai mobilnya melaju ke rumah. Sesampainya dirumah, Angga langsung memanggil sang nenek. Mendengar suara Angga menggema sang nenek langsung keluar menyambut Angga.
Melihat Anin datang bersama Angga. Ny Sekar ikut bahagia bahwasanya ucapan yang Angga lontarkan didepan dewan redaksi benar adanya. Anin sudah kembali ke Indonesia. Ny Sekar menyambut Anin dengan ramah. Anin menyalaminya dan memeluknya. Kemudian Ny Sekar mengajak mereka makan malam bersama. Tentu Anin tertarik untuk mengikutinya.
Di meja makan sudah terhidang berbagai macam makanan khas Indonesia. Ada rendang, gado-gado, sambal ati, kerupuk, dan lain-lain.
"silahkan dinikmati, nin... Nenek tahu kamu pasti sudah merindukan masakan seperti ini" ujar Ny Sekar
Angga mengambil sepotong rendang dan menaruhnya di piring Anin. Ny Sekar yang melihat Angga memperlakukan Anin begitu istimewa hanya tersenyum ikut bahagia.
"yang jelas Anin lebih merindukanku daripada makanan ini" Ujar Angga menimpali.
__ADS_1
Ny sekar dan Anin hanya tertawa melihat tingkah kekanak-kanakan Angga.
Makan malam berlangsung dengan tenang dan bahagia.
Setelah makan malam selesai, Ny Sekar mengajak Anin untuk minun teh bersama. Mereka kini berkumpul bersama di ruang tengah. Di ruangan ini banyak foto terpasang. Foto-foto leluhur Angga yangmana semua wajah pada foto tersebut mirip dengan Angga.
"Angga adalah generasi terakhir yang tersisa pada garis keturunan keluarga Budiman" ucap Ny Sekar pada Anin sambil menggenggam tangan Anin. Lalu Anin tersenyum, ia menyadari maksud sang nenek.
"tenang nek, Anin sudah berada disini... nenek tak perlu lagi cemas" Angga memotong pembicaraan sang nenek.
Anin mengenggam lembut tangan sang nenek. Membenarkan ucapan yang dikatakan Angga.
"tinggallah disini cukup lama, mengobrollah. Nenek akan tinggalkan kalian berdua.." Ny Sekar meninggalkan mereka diruangan itu.
Angga pindah posisi lebih dekat dengan Anin. Memeluk Anin seperti anak kecil, merebahkan kepalanya dipangkuan Anin. Mendorong pelan kepala Anin dan kembali mendaratkan kecupan di bibir Anin.
Anin yang kaget, Angga tiba-tiba melakukan itu, mencubit pinggang Angga hingga Angga merintih kesakitan.
"nanti dilihat nenek" bisik Anin
"tidak apa-apa,, nenek kan pernah muda" canda Angga.
Anin menyentuh tiap wajah Angga.
"aku mencintaimu" ujar Angga tiba-tiba. Anin tersenyum, ia sangat tahu hal itu.
"weekend ini ayo kita ke Bali" ucap Angga ingin melancarkan rencananya.
"Kenapa mesti jauh-jauh ke Bali?" Anin terlihat bingung, ia baru saja sampai malah diajak pergi ketempat yang jauh. Seperti tidak ada tempat lain saja.
"itu tidak jauh, dengan pesawat kita bisa tiba dalam waktu singkat," Angga bangkit dari posisinya.
"aku kan tadi sudah bilang akan membawamu ke tempat yang menyenangkan dan menghabiskan waktu bersamamu" lirih Angga memelas.
__ADS_1
"Baiklah,, awas saja jika itu tidak menyenangkan" ujar Anin.
Angga mengenggam tangan Anin dan mencium punggung tangan Anin. Memperhatikan jari manis Anin, tempat dimana ia akan melingkarkan cincin yang sudah ia persiapkan.