Fated To Love You

Fated To Love You
47


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Icha berdering. Icha di telepon Alia, Ia memberitahukan sesuatu pada Icha tentang pabrik itu. Saat ini Alia di depan pabrik dan menelpon “Icha, dengarlah. Sesuatu yang buruk yang terjadi.”


“Ada apa?” Icha terkejut mendengarkan


“Beberapa anggota geng datang kemari dan mengatakan sudah membeli pabrik. Dia mengambil alih pabrik sekarang.”


“Ini salah suamimu! Dia menjual pabriknya. Pria jahat itu! Kamu harus pulang. Kami butuh semua orang untuk protes.” Alia meminta Icha bergegas untuk kembali ke kampung halamannya.


Saat Icha menutup panggilan itu, Reza menatap dan bertanya ada apa? Lalu Icha berkata Ia harus kembali sekarang ke kampung halamannya. Masalah sedang terjadi, Ia tak bisa kembali ke rumah Angga. Kemudian Reza berkata Ia akan mengantar Icha ke pelabuhan kalau begitu.


****


Angga frustasi sejak kepergian Icha yang baru saja. Ia melampiaskan pada kue yang sudah dibelinya tadi. Dia memakan kue itu dan bergumam kalau kue ini enak sekali apalagi karena siput sudah tidak ada. “Kuharap kau bertemu katak, dasar Siput.”


Angga bahkan berteriak kalau dia sudah bebas dan tertawa keras. Padahal sebenarnya Ia sedang stress karena di tinggalkan oleh Icha.


Banyak hal konyol yang Ia akukan karena frsutasi dengan sikap Icha. Ia menatapi ponselnya saat Icha tidak mengiriminya pesan, padahal dia menunggu. Ia bahkan berharap Icha akan menelponnya dan memohon maaf padanya. Tapi saat melihat tak ada apapun di ponselnya, Angga menjadi sedih dan kecewa.


Kini Angga merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia kemudian melihat kembali foto yang dia ambil diam-diam ketika Icha tidur. Angga tampak gamang, apakah dia akan menghapus foto ini atau tidak? Dia hanya tinggal menekan kata Ya di foto itu, maka foto tersebut akan hilang. Tapi ternyata Ia memilih tidak.


Dia memperbesar foto itu dan melihat hanya pada wajah Icha saja. Pikiran berkecamuk di kepalanya. Apakah mungkin dia sudah memiliki perasaan pada Icha?


Lalu tiba-tiba ponselnya berdering, secepatnya Ia menjawab karena berpikir itu panggilan dari Icha. Namun Ia salah, itu adalah panggilan dari Presdir Dodo Industries.

__ADS_1


"Ini aku, Anggara Budiman. Istrimu di sini. begitu pula kakak iparmu dan suaminya. Sebaiknya kamu kemari jika tidak ingin mereka terluka dan menandatangani perjanjian jual beli ini.” Suara Presdir Dodo Industries terdengar mengancam


Angga terlihat geram dan langsung bergegas berlari sangat cepat menuju pabrik. Meskipun Ia harus ke pelabuhan terlebih dahulu. Ia berharap masih ada kapal tersisa yang akan membawanya menyeberang dan sampai ke pulau itu dengan cepat. Ia mengkhawatirkan Icha, takut terjadi apa-apa padanya.


Presdir Dodo Industries memang orang yang menakutkan. Ia bisa melakukan apa saja demi tujuannya. Bahkan anak buahnya terdiri dari sekolompok gangster yang berbahaya.


Untung saja masih ada kapal yang akan membawa Angga menyeberang. Saat Angga sampai di Pulau itu, Ia langsung menuju pabriknya berada. Angga melihat Presdir Dodo Industries dan anak buahnya sedang main golf mini dengan ketiga sandera dibelakangnya. Dia tersenyum licik pada mereka. Sanderanya itu adalah Icha, Alia dan Zaki.


Sudah sampai di hadapannya, Angga berkata “Kenapa kamu melakukan ini? Sudah kubilang aku tidak akan menjual pabrik ini dan aku sudah membayar kompensasinya” Angga bersikeras menuntut Presdir Dodo Industries menghentikan niatnya.


“Kami punya prioritas sendiri. Kami tidak bisa menemukan tempat lain untuk membuang limbah. Ini merugikan perusahaan kami. Sangat merugikan.” jawab Presdir Dodo Industries tak kalah sangar. Ia sudah putus asa karena tidak menemukan tempat yang cocok untuk membuang limbah industrinya.


“Tempat ini adalah rumah kedua anakku. Aku tidak akan membiarkan kamu menghancurkannya.” tegas Angga lagi


“Anggaa..” Icha tertegun mendengarnya.


Icha masih tertegun menatap Angga yang bertingkah seperti pahlawan penyelamatnya. Icha merasa bersalah sudah mengira Angga menjual pabrik ini. Ia merasa bersalah sudah marah-marah tak jelas pada Angga.


Presdir Dodo Industries tersenyum meremehkan pada Angga.”Kamu bernyali juga.”


Dia memberi isyarat agar Angga maju dulu. Ia menantang Angga untuk berhadapan dengannya.


Lalu Angga berkata, Ia akan melayani tantangan Presdir Dodo Industries tapi itu hanyalah perlawanan satu lawan satu. Angga meminta Presdir Dodo Industries mengusir anak buahnya.

__ADS_1


Setelah Presdir Dodo Industries mengusir anak buahnya yang seperti preman. Lalu Angga memasang kuda kuda layaknya kungfu panda “Yyyyyaaaaattt”


Ia malah kelihatan lucu. Angga melayangkan tinju tepat ke dada pria itu. Tapi bukannya pria itu jatuh, malah tangan Angga yang mengerang kesakitan. Lalu Presdir Dodo Industries tertawa keras dan Ia langsung membalas memukul wajah Angga sampai membuat Angga jatuh tersungkur.


“Ini menyedihkan. Kau takkan menang melawanku. Tanda tangani saja dokumen itu dan berikan pabrik ini padaku” Presdir Dodo Industries memaksa Angga.


Namun Angga tak menyerah, Ia melihat stik golf tergeletak di lantai dan mencoba bangkit lagi untuk melawan. Angga pura pura memasang kuda kuda kembali sambil memberi isyarat pada Zaki untuk mengambil benda itu.


Zaki memahami isyarat Angga dan perlahan-lahan mengambil stik golf yang berada dibelakang Presdir Dodo Industries dan memukulkannya ke punggung Presdir Dodo Industries hingga membuat pria itu pingsan. Mereka berhasil mengalahkan Presdir Dodo Industries dan menyelamatkan pabrik itu.


Setelah itu, tiba-tiba saja Alia merasakan perutnya sakit. Ia mengalami kontraksi dan sudah pembukaan penuh. Bayinya akan lahir. Dia menjadi panik dan tak seharusnya melahirkan di Pabrik ini.


Namun untuk membawanya ke rumah sakit itu sudah tak mungkin, “Di sini. Mustahil. Aku tidak bisa melahirkan di sini!” Alia menolak sambil merintih kesakitan.


“Dengarkan aku baik baik. Dahulu wanita biasa melahirkan di rumah. Aku akan membantumu, percaya padaku. Untuk meningkatkan peluang keselamatan bayi, sangat penting untuk melahirkan bayi di lingkungan yang bersih. Kita hanya perlu menciptakan lingkungan ini bersih dan menyelamatkan bayimu" Lalu Angga menyuruh Zaki menyiapkan air panas dan gunting yang sudah disterilkan. Ia akan membantu Alia melahirkan disini. Lalu Angga menyuruh Icha yang mengawasi bayinya jika keluar.


Saat membantu istrinya melahirkan, Zaki memuji Angga dengan mengatakan bahwa Angga adalah orang yang baik dan Ia meminta maaf atas perbuatannya.


”Maksudmu karena sudah mencebakku, mencampur sampanye dengan suplemen perangsang?” ujar Angga mengerti maksud Zaki saat ia meminta maaf


“Kamu sudah tahu? Ini tidak ada hubungannya dengan Icha.” jawab Zaki meluruskan kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Lalu Angga memandang Icha dengan keheranan "Tidak ada hubungannya dengan Icha?"


Sementara itu, Icha tidak mendengarkan pembicaraan mereka. Ia tengah menyemangati Alia untuk mendorong bayinya keluar.

__ADS_1


Akhirnya bayi mereka keluar. Zaki menengok untuk melihat kepala bayinya. Tapi dia malah pingsan setelahnya. Mereka berhasil menyelamatkan bayi itu untuk sampai ke dunia.


Lalu Angga menyuruh Icha mengeluarkan bayinya. Setelah itu, terdengar suara tangis bayi, Bayinya lahir dengan selamat.


__ADS_2