
"Yeeee......!akhirnya nyampe di jakarta,
Aku harus kasih kabar sama bibi kalau aku udah nyampe."
saat sibuk mencari ponselnya tiba-tiba dua preman datang dan mencekal tangannya.
"Aduh....sakit bang, lepasin tangan aku bang."
"Kalau kamu mau aku lepasin serahin semua barang-barang kamu.?"
"Tapi bang aku baru datang dari kampung kalau semuanya abang ambil bagai mana nasip saya di jakarta.?"
"He.!, saya tidak perduli kamu datang dari mana, yang pasti kamu harus serahin semua barang-barang kamu, kalau kamu nggak mau, kami akan bertindak lebih kasar lagi, Ayo Cepat serahin.?"
"Janganlah bang kasih hani aku."
"Ya allah bagai mana ini, aku tidak mungkin
Melawan dua pria berbadan besar ini, apa aku kasih aja yah, tapi bagai mana nasip ku di jakarta."
batin nih merasa sedih.
"He..!, Mala bengong cepat serahkan semuanya.?"
"I iya bang ini ambil tapi setelah ini saya boleh pergi ya."
"Nah kalau nurut gini kan enak, jadi nggak perlu ada kekerasan, sana kalau kamu mau pergi sebelum kami berubah pikiran lagi."
"enak di kamu nggak enak di aku,"
kesal niah dalam hatinya.
"He...bengong lagi ngapain masih di situ pergi sana.?"
"I iya bang maaf."
"aku pergi aja deh dari pada dapet
masalah lagi sama preman ini."
pikir niah.
"Hu hu huhuuu....sepertinya mereka sudah jauh, aduh capek banget istirahat dulu deh,"
saat hendak berjalan lagi tiba-tiba niah terjatuh.
"Adu.....kakiku sakit?.."
"oh ya ampun kenapa aku begitu sial hari ini, tadi ke jambret sekarang ada orang yang nggak Punya mata nabrak aku ya allah lenyap kan saja aku, aku benar-benar nggak kuat."
keluh niah.
"Apa kau baik-baik saja?"
"deg.?"
"Kenapa suaranya terdengar begitu manis, apakah dia malaikat maut yang akan menjemput ku, secepat itu kah allah mengabulkan do.a ku, tapi sepertinya adah yang aneh, Kenapa orang ini memakai pakaian kantor, Apa semua malaikat seganteng ini."
batin niah
Faiz hanya tersenyum karena mendengar apa yang d katakan niah dalam hatinya.
"Emm..kamu baik-baik saja kan."
__ADS_1
"aku engga apa-apa kok."
"duh...kok jadi grogi sih, niah sadar jangan salting gini dong kan tinggal bilang kamu itu nggak Apa-apa atau kenalan dulu gitu biar tau namanya siapa? Tapi kok dia senyum terus yah, apa ada yang lucu sama diri aku."
pikir niah.
"Nama ku faiz."
"Ah iya aku raniah, panggil saja niah,"
"Sumpah? senyumnya itu manis banget. Bikin aku diabet"
Faiz yang mendengar sontak saja tersenyum lebar.
"Eh..kenapa kamu senyum senyum kaya gitu ada yang salah ya sama aku."
"Engga kok! Sini aku bantu."
"Bantu gimana?"
"Bantu kamu berdiri, ayo.!"
Faiz memegang tangan niah dan meletakkannya di pundaknya kemudian mengangkat tubuhnya, niah yang belum siap sontak saja terkejut dan membulatkan matanya.
"hei apa yang kamu lakukan?"
"Menggendong Mu?"
"Iya tau kamu gendong aku, tapi tadi kan kamu cuman mau bantu berdiri, ini kok malah gendong sih, kamu mau bawa aku kemana?"
"Ke penghulu?"
"apa?, gila ni orang baru kenal aja udah langsung ngajak nika " ucap raniah.
"Beneran juga nggak Apa-apa kok yang penting sama kamu."
batin raniah menimpali dengan gaya centilnya.
Faiz hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala Karena tingkah gadis yang baru saja dia kenal.
"Duduklah biar ku periksa dulu kakimu."
"Ya ampun udah ganteng perhatian lagi, cewe mana sih yang bakal nolak di ajak nikah sama dia,
Apa lagi senyumnya, oh ya ampun bener-bener membius aku sampai lupa ****** pulang di buatnya.
Eh...bukan lupa sih tapi karena nggak punya uang buat ongkos."
Batin raniah.
"Dasar gadis polos, andaikan dia tau aku bisa baca pikirkan dia, aku yakin, pasti dia malu banget, tapi kalau di lihat-lihat dia cantik juga, tapi dia dari mana ya, kalau di lihat dari penampilan sepertinya dia dari kampung deh."
lagi-lagi faiz mendengar apa yang di katakan niah,
Karena pikiran niah kemana-mana, faiz memukul kening niah hingga membuatnya meringis.
"Aawww.....kenapa di pukul sih"
Faiz lagi-lagi tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapih.
"Ada apa dengan pria ini kenapa dia memukul kening ku," batin raniah.
"Mikirin apa sih, kok sampai nggak fokus gitu sih"
__ADS_1
"Ah iya bang faiz maaf, habis pemandangannya indah, aku benar-benar sulit mengalihkan pandanganku."
"Dasar cewe aneh," batin faiz.
"Mana kakinya yang sakit biar aku pijet."
niah mengulurkan kakinya yang terasa sakit dan faiz memulai ritual nya hehehe kaya dukun aja.
"ini yang sakit, tapi tolong pelan aja yah."
"Iya, tahan bentar."
Tanpa aba-aba faiz meluruskan kaki niah, karena tak kuat menahan sakit sontak saja niah berteriak dan menangis, hal itu pun membuat faiz bingung dan hawatir pada niah.
"Aduuu...kakikuuuu sakiiiit..! Bang faiz suda jangan di pegang lagi aku nggak kuat nahan sakitnya."
Bekas jatuh tadi memang membuat kaki niah ter kilir dan memar bahkan sebagian dari luka itu ada yang berwarna biru, itu sebabnya niah kesakitan saat faiz memijat dan meluruskan kaki niah.
"Apa kakinya begitu sakit, tapi sepertinya iya deh lukanya saja sampai biru gitu, lebih baik aku bawa dia ke rumah sakit saja." Batin faiz.
"niah jangan nangis, kita ke rumah sakit aja ya, biar aku antar kamu."
"Tapi bang faiz aku nggak punya uang, semua uang dan barang-barang ku udah nggak ada semuanya di ambil orang waktu aku turun di halte bis."
"Kamu nggak perlu mikirin itu, nanti aku yang urus semuanya, lagipula kamu kaya gini itu juga karena aku yang menabrak kamu. Sekarang Kita ke rumah sakit ya."
"Tapi!"
"Tapi apa lagi."
"Itu..anu..emmm."
"niah bicara yang jelas."
"Niah nggak bisa jalan, tolong gendong lagi ya."
"Yang nyuruh kamu jalan siap?"
"Haa...
Apa maksud bang faiz ya, apa dia mau gendong aku emmmm...manis banget, bang faiz sekalian bawa niah pulang ke rumah bang faiz supaya niah bisa dekat terus sama bang faiz hehehe.." batin niah cengengesan.
"Sini bang faiz gendong.."
Sepanjang perjalanan ke mobil niah tak henti-hentinya memandang faiz, dan niah sadar bahwa faiz juga merasa berdebar sangat kencang.
"Bang faiz?"
"Hmm..."
"Bang faiz nggak apa-apa kan?"
"Aku nggak papa kok, emang aku kenapa?"
"Emmm.. Itu jantung bang faiz berdebar kenceng banget!"
"Kedengaran ya?"
"Hehehe bukan kedengaran tapi kerasa?"
"Ah....itu hal yang biasa terjadi pada saat kita mengangkat beban yang berat jantung kita pasti berdebar sangat kencang."
"Apa? Jadi niah berat gitu, kenapa nggak Bilang dari tadi kalau niah berat."
__ADS_1
"Adu....kok jadi gini sih maksud aku kan bukan gitu," batin faiz.