
"niah apa kamu marah?, maafkan mas,! Mas, tidak bermaksud menertawakan mu, bisa tolong lihat mas,!"
Rania berkali-kali menghembuskan nafas dengan kasar, dan berusaha mereda kekesalannya.
"aku tidak marah kok mas, jangan di pikirkan dan menyetir lah dengan hati-hati," ucap rania dan di setujui faiz tanpa banyak bertanya.
"baiklah,! Tidurlah jika kamu mengantuk, nanti mas akan bangunkan jika kita sudah sampai,"
"emm.." ucap rania dan berangsur-angsur menutup matanya, sementara faiz menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
"ppiiiiip...." pak madi segera membuka gerbang dan memberi hormat pada tuan mudanya.
"selamat datang tuan mudah," ucap pak madi tapi hanya di abaikan oleh majikannya.
Di dalam rumah bu ranti mendengar suara mobil karena kebetulan bu ranti ada di lantai bawah jadi dia bisa mendengar suara mobil yang datang.
"apakah itu faiz dan rania? Hemm sebaiknya aku periksa siapa yang datang, aku juga ingin melihat seperti apa cincin pilihan mereka," ucap bu ranti berjalan ke arah pintu.
Faiz turun dari mobil dan perlahan membuka pintu di sebelah rania, "nak kamu baru pul....?" faiz melihat ibunya yang baru keluar dari dalam rumah dan segera memberi kode agar ibunya tidak membuat suara sedikitpun.
"sshhhuuutttt....jangan sekarang bu niah lagi tidur," ucap faiz berbisik bahkan hampir tidak terdengar.
Hanya anggukan kepala bu ranti yang jadi pertanda bahwa dia di mengerti maksud anaknya.
Faiz membawa rania ke kamarnya sementara bu ranti ke kembali lagi ke kamarnya, dia bisa menunda melihat cincin itu di esok hari dan sepertinya anak-anak dia semuanya sangat lelah dan butuh istirahat.
"heeem..sudahlah masih ada hari esok, lebih baik aku istirahat lagi," ucap bu ranti memakai selimutnya.
Di kamar rania, faiz menidurkan rania dengan sangat hati-hati, faiz tidak ingin rania terbangun dan membuat tidurnya terganggu,
Setelah menidurkan rania, faiz mengendap-endap keluar seperti maling yang takut kepergok oleh tuan rumah.
Sementara di tempat lain, di sebuah klub malam, sorang gadis cantik mengenakan dress berwarna hitam dengan rambut sebahu mencoba menghabiskan malam dengan beberapa minuman keras, entah sudah berapa gelas yang berhasil melewati kerongkongannya, dia tidak perduli dengan beberapa pasang mata yang memandangnya dengan tatapan menjijikan.
__ADS_1
"hey...beri aku satu lagi?"
"nona,! Anda sudah menghabiskan begitu banyak dan itu akan baik untuk anda,!" Ucap pelayan itu.
"saya hanya meminta satu gelas lagi,! Tapi kenapa kamu begitu banyak bicara,!" Renata mulai kehilangan keseimbangan dan pergi meninggalkan tempat itu dalam keadaan mabuk?
Dua orang pria yang memperhatikannya sejak tadi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, mereka mengikuti Renata dan membekapnya masuk ke dalam mobil jip lalu meninggalkan tempat itu.
"hhhhh....akhirnya aku bisa mendapatkan gadis cantik ini,! Apa kamu tau,? Sejak tadi aku ingin mendekatinya, tapi dia sama sekali tidak memberiku kesempatan," ucap pria yang bernama jack.
dengan seringai jahatnya, jika di lihat, dialah dalang dari penculikan renata.
"bos,! Apa yang akan kita lakukan dengan gadis ini?" tanya anak buah jack.
"apa lagi jika bukan untuk di nikmati? Bukankah hal ini yang selalu kita lakukan jika mendapatkan barang bagus"
"tapi bos? Sepertinya wanita ini tidak asing bagiku,"
"apa maksudmu,?"
"dari mana kamu tau?
"saya pernah melihatnya di salah satu acara tv, di mana wanita ini di perkenalkan sebagai putri pak wijaya,"
"hemm ..kalau begitu, itu bukanlah masalah besar, bukankah itu akan jauh lebih baik jika kita sedikit bermain-main dengan gadis anak orang kaya, lihatlah kulit dan tubuhnya,! Bukankah ini semua terlihat nikmati, kita akan rugi jika kita tidak mencicipinya,"
Tangan kasar dan berotot itu terus menggerayangi tubuh renata, dalam keadaan tidak sadarkan diri, tentu renata tidak akan tau apa yang terjadi pada dirinya.
"cepat kita bawah dia ke gudang yang berada di bukit, saya tidak ingin ada yang mengganggu pesta kita malam ini," ucap jack pada anak buahnya.
"baik bos,?"
mobil itu melesat dan hilang di gelapnya malam, membawa tubuh renata di ambang kehancurannya,
__ADS_1
Mobil di parkir dan kedua orang itu segera turun dan membawa tubuh renata. Masuk ke dalam gudang penyimpanan yang sudah lama terbengkalai.
"hhhhh....nona manis, tidurlah sebentar saja, biarkan kami bermain-main dulu denganmu? jack meribek dan menarik dress renata dengan satu kali hentakan hingga yang tersisa hanya pakaian dalamnya saja,"
"Hey..kamu keluar dulu,, biar aku lebih dulu," ucap jack pada anak buahnya yang sejak tadi terus menelan air liurnya.
"baik bos panggil aku jika anda sudah selesai,"
Di balik jendela tuah menampakan cahaya remang-remang, kesadarannya belum pulih sepenuhnya, dengan tertatih renata bangun dan mendapati dirinya dalan keadaan tidak baik-baik saja.
"a..apa,! Apa yang terjadi? Hiks...hiks...ke...kenapa aku seperti ini,"
dua orang asing itu berhasil menggagahi tubuh renata dan meninggalkannya begitu saja dalam keadaan tidak berbusana.
Renata meraba setiap inci dari tubuhnya, ada rasa perih yang mereka tinggalkan, bahkan hampir seluruh tubuh penuh dengan lembab,! renata sadar sesuatu yang buruk telah terjadi.
"tidak? Si...siapa,! yang be..berbuat ini padaku? Hiks..apa yang? Hiks...hiks.. Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana bisa aku seceroboh ini, jika ayah sampai tau jawaban apa yang harus kukatakan,! Aarrgggg?....hiks...hiks...ibu maafkan renata Bu, tolong maafkan bu,"
Dengan tertatih renata berusaha berdiri, meski terasa perih di bagian selangkangannya dia tidak perduli sama sekali, renata melihat sekelilingnya mencari pakaian yang dia kenakan tadi malam,
Setelah menemukanya, langsung saja dia pakai meski baju itu sudah tidak utuh lagi.
"siapapun kalian,! Aku akan temukan di manapun kalian berada," ucap renata memandangi dirinya dari atas sampai bawah, dan terlihat sangat menyedihkan.
renata keluar dari gudang itu, tempat itu terlihat asing bagi renata, tapi apa yang terjadi pada dirinya membuatnya sadar agar tidak mengeluh, saat ini dia hanya perlu pulang dan mencari tau siapa pelakunya.
..."mbo darmy,!"Apakah renata sudah pulang?" tanya pak adi pada asistennya....
"belum tuan,! Terakhir kali saya melihat non itu tadi malam tuan, saya sempat bertanya non renata mau kemana, tapi
Non renata tidak menjawab dan langsung pergi saja tuan,"
"ya sudah mbo asih boleh pergi,!"
__ADS_1
"iya tuan saya parmisi," ucap mbo asih kembali ke aktifitasnya.
"ya allah...kemana lagi anak itu,?" ucap pak adi berusaha tenang, namun jauh didalam lubuk hatinya merasa sangat hawatir. Bagaimana tidak hawatir,! jika seorang anak gadis yang dari semalam pergi tanpa pamit dan belum pulang hingga pagi ini.