Gadis desa dan ceo ganteng pembaca pikiran

Gadis desa dan ceo ganteng pembaca pikiran
Bab 21: gadis desa dan ceo ganteng pembaca pikiran


__ADS_3

"apa kakak ipar baik-baik saja, maaf aku datang terlambat tadi aku sedang menangani pasien,"


"jika kamu sedang sibuk untuk apa kamu datang kesini, Bukankah seharusnya kamu tetap di sana, mereka jauh lebih membutuhkanmu dari pada aku,"


"ya aku juga tau, tapi apa boleh buat ini perintah langsung dari kakak tersayang ku, bukan seperti itu kak," wira melihat kakaknya dengan ekspresi mengejek, yang di sambut langsung dengan bogeman di lengannya.


"hei..itu tidak setimpal dengan apa yang ku lakukan untukmu,"


"apanya yang tidak setimpal, kau menolong niah, dan menyentuh tangan renata dengan gratis bahkan kamu juga memeluknya tadi, jadi kurasa itu suda setimpal, satu bogeman itu hanya teguran untukmu agar kamu berhenti menggodaku,"


Faiz pergi bersama niah tanpa perduli dengan wira yang terus mengomel sepanjang kereta api.


"mana bisa seperti itu kak, aku itu menolong kakak ipar, dan kamu membalas dengan pukulan, apa itu bisa di sebut setimpal,"


"cukup? Ada apa dengan kalian berdua, kenapa kalian bertengkar, lihat semua orang terus memperhatikan kita, apa tidak bisa kita membicarakan hal ini di rumah," niah menengahi mereka berdua, sejak tadi mereka terus bertengkar seperti kucing yang berebut ikan asin, yah...mereka berdua kucingnya dan renata ikan asinnya.


"hm..baiklah adik kecil, sebaiknya kita pulang dulu, karena ini perintah langsung dari kakak ipar mu yang tersayang," ucap faiz menirukan ucapan wira.


"suda berapa kali aku bilang, jangan memanggilku adik kecil," kesal faiz menendang kaki faiz namun tidak mengenainya, karena kurangnya keseimbangan wira akhirnya terjatuh dan mengundang banyak perhatian.


"bug..?"


Faiz berbalik dan melihat wira yang masih berusaha bangun dari tempat dia terjatuh.


"wira Ada apa? Apa kamu terjatuh, kenapa kamu begitu ceroboh, ayo bangunlah biar ku bantu untuk berdiri," faiz mengulurkan tangannya namun di tepis dengan kasar oleh wira.


"ya, apa ada yang mengatakan kalau aku sedang bermain, semua orang juga bisa melihat kalau aku terjatuh, kenapa pertanyaan mu bodoh sekali," lagi-lagi wira menunjukkan senyum mengejek, tapi tidak di hiraukan oleh faiz.


"wira sudahlah, ayo sekarang kita pulang, kalian tau sejak tadi aku sangatlah lapar, apa sekarang kita cari makan dulu sebelum pulang, setidaknya hentikan dulu pertengkaran kalian, aku akan kelaparan jika kalian berdua terus seperti ini,"


"eh..kakak ipar maafkan aku, jangan perduli dengan pertengkaran kami, kami memang senang seperti ini, hal ini pula yang membuat kami berdua jauh lebih dekat, benar begitu kan kak," jelas wira mencoba meminta pembenaran pada kakaknya.

__ADS_1


"hhh...iya niah, tapi jika kamu meminta kami untuk berhenti maka kami akan menuruti apa mau kamu, baik kamu ingin makan kan, ayo sekarang kita ke resto depan, tadi kakak sudah memesan lebih dulu jadi kamu bisa langsung makan,"


"seharusnya sejak tadi kita ke sana, pertengkaran kalian benar-benar membuat ku kelaparan,? Wira sebaiknya kamu juga ikut kami, mungkin kamu juga butuh makan supaya kamu lebih banyak bicara," ucap niah berlalu di oleh faiz yang tersenyum mengejek adiknya.


"baiklah aku datang," jawab wira dengan malas.


Skip restoran.


"kak kamu yakin kita makan di sini?" tanya niah melihat di sekelilingnya.


"iya,?" jawab faiz singkat.


"yang benar saja kak? Coba lihat di sekeliling kita?"


Faiz mengikuti pandangan niah tapi faiz belum juga faham.


"tidak ada yang aneh, memang ada apa di sekeliling kita, apa ada hantu di antara pengunjung di sini?" tanya faiz dengan polos.


"niah apa kamu bisa berpikiran lebih baik, kenapa aku harus melakukan itu, lagi pula ini tempat umum, wajar saja kan jika banyak wanita seperti mereka yang datang kesini untuk melepas penat mereka," jawab faiz menjelaskan namun tidak di gubris niah sama sekali.


"niah kenapa diam saja, apa kamu tidak suka tempat ini, kalau kamu mau kita cari tempat lain saja," ucap faiz membujuk niah.


"cari tempat lain, apa kak faiz ingin membuatku lebih lapar lagi,"


"kakak ipar, jangan pedulikan mereka, kakak tidak akan melirik wanita seperti mereka, jika kakak mau sejak dulu pasti kakak sudah melakukan itu, tapi nyatanya kakakku faiz terlalu pemilih, mungkin karena itu pula dia masih belum menikah," ucap wira setenang mungkin .


"hei...jaga bicaramu, aku tidak seperti itu," kesal faiz menendang kaki wira.


"apa yang salah? Nyatanya apa yang ku katakan memang benar adanya," ucap wira tidak mau kalah.


"sudah-sudah hentikan drama kalian itu sama sekali tidak menghibur," ketus niah menekuk wajahnya.

__ADS_1


"baiklah, kami akan berhenti, tapi berhentilah cemberut seperti itu,"


"emmm," jawab niah dengan senyum malasnya.


"hemm...tidak masalah dengan senyum palsu itu, setidaknya, dia tidak meminta untuk cari tempat lain," bisik wira pada fai, yang di hadiahi cubitan di pinggangnya.


"aduh kenapa kam...? Ucapan wira berhenti saat faiz menyuapinya dengan sepotong ayam.


"nikmati makananmu dan berhentilah membuat keributan seperti wanita edan tadi,"


"wanita edan!, siapa yang kakak ipar maksud?," tanya wira di sela-sela makanan yang di kunyah nya.


"habiskan makananmu sebelum bicara," ketus faiz memukul jidat wira dengan sendok.


"hehehe...maaf,!" ucap wira cengengesan.


"hai...lihat di sana, Bukankah itu faiz direktur tampan yang terkenal itu," ucap salah satu wanita yang sejak tadi memperhatikan faiz.


"kau benar, kalau yang pria yang satunya itu adiknya kan yang bergelar dokter itu," tanya wanita satunya.


"iya, itu wira adiknya faiz, tapi wanita yang bersama mereka siapa? Sepertinya kita baru melihatnya,"


"iya, apa dia ada hubungannya dengan faiz, atau mungkin dengan wira, tapi mana mungkin mereka suka dengan wanita yang penampilannya seperti pembantu," ucap salah satu wanita yang mengundang tawa teman-temannya.


"hhhh....kau benar juga, mungkin mata mereka sedang bermasalah, hingga tidak bisa membedakan mana wanita cantik dan mana wanita jelek," jawab yang satunya lagi.


"sudahlah jangan membicarakan mereka, nanti mereka dengar, lagi pula sulit meyakinkan kumbang jika bunga lebih indah dari pada sampah," ucap salah satu wanita dengan tersenyum mengejek.


"niah jangan dengarkan mereka, kedepannya kamu akan mendengar yang jauh lebih dari yang tadi, kamu cukup kuatkan mental mu, karena kamu bersama sorang pria yang di sukai banyak wanita," ucap wira menjelaskan .


"suda habiskan makananmu, jangan hiraukan mereka, anggap saja mereka salah satu penggemarmu yang bernama haters, jika ada yang berkata buruk tentangmu, makah jangan pernah takut, semakin mereka menghujatmu, kamu juga harus semakin memperkuat dirimu,"

__ADS_1


"baiklah akan aku coba," jawab niah dengan malas.


__ADS_2