
"Skip di kafe,"
dengan langkah yang elegan para gadis langsung menatap mereka, yah mereka tau siapa yang datang, seorang pria dengan stelan jas hitam dengan perpaduan kemeja berwarna krem terlihat sangat cocok dia kenakan,
Mereka masuk dan faiz mendorong kursi niah, faiz menuju meja yang sudah di pesannya lebih dulu kebetulan kafe itu miliknya sendiri jadi faiz dengan mudah memesan meja untuk niah.
Faiz memang terkenal sebagai salah satu pria terkaya di jakarta, selain menjadi direktur faiz juga adalah pemilik hotel yang harganya mencapai miliaran rupiah, faiz juga salah satu orang yang memiliki donasi terbesar di panti asuhan.
jika berbicara tentang apa yang di miliki faiz, itu tidak akan ada habisnya, karena kekayaan yang faiz miliki memang sangat fantastis, jadi tidak heran jika faiz di senangi banyak wanita dan menjadi idola parah kaum hawa, tapi tidak satupun dari mereka mampu meluluhkan hati seorang ceo tampan seperti faiz.
Tapi Sejak faiz bertemu niah, faiz merasa nyaman berada dekat dengan niah, sebab niah memiliki daya tarik yang berbeda, semenjak ibunya sakit, faiz selalu di tuntut oleh ibunya untuk segera menikah, tapi sampai saat ini, jodoh yang faiz inginkan belum di pertemukan dengannya dirinya, namun ketika melihat niah untuk pertama kalinya saat mereka bertemu di taman tadi, faiz seakan tidak percaya bahwa dia memang jatuh cinta pada gadis itu?,
Ya faiz jatuh cinta pada niah, namun faiz belum mengatakan perasaanya pada niah, menurutnya untuk saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengutarakan isi hatinya, mengingat ini adalah hari pertama mereka bertemu.
Pada akhirnya faiz hanya bisa menikmati hari-harinya bersama niah di hari-hari berikutnya, ya setidaknya itulah yang faiz pikirkan.
jika di kehidupan faiz para wanita lah yang selalu mengejar-ngejar faiz, tapi di kehidupan niah, justru faiz lah yang mengharapkan cinta dari wanita yang baru sehari dia kenal.
kalian tau para wanita yang mengenal faiz hanya bisa gigit jari melihat pria yang begitu mereka impikan bisa jadi pendampingnya kini justru sedang duduk manis bersama wanita lain.
"Niah duduklah di kursi biar kakak memindahkan mu!"
"Terimakasih bang!"
"Apa?...bang!"
"Niah Bukannya tadi kamu mau panggil aku kakak."
"Eh iya kak niah lupa maaf ya."
"Ya suda nggak papa, emm..kamu mau makan apa? Coba kamu lihat sendiri menunya."
Faiz memberikan daftar menunya pada niah, dan niah bingung mau pesan apa? Masalahnya semua nama makanan berbahasa inggris karena itu niah hanya diam saja.
"Niah ada apa? Kenapa kamu nggak pesan makanan."
"Ih...kak faiz aku tuh ngga bisa bahasa inggris
__ADS_1
Lalu bagai mana niah pesan makanan." keluh niah dalam hatinya.
Faiz yang mendengar apa yang di katakan niah, mengambil buku menu tadi dan memesan makan untuk mereka, setelah beberapa detik makanan pun di sajikan.
"Permisi mba, pak faiz, ini pesanannya."
Seorang pelayan menghampiri mereka dan menyajikan apa yang mereka pesan.
"iya mba Terimakasih." ucap niah.
"kalau gitu saya permisi dulu." pelayan itupun pergi dan mereka pun mulai menyantap makanan yang suda di pesan oleh faiz.
Setelah selesai dengan urusan perut, faiz mengajak niah Ke mall untuk membeli apa yang niah butuhkan.
"niah setelah ini kita belanja keperluan kamu dulu ya, setelah itu baru aku antar kamu pulang."
"iya kak Terimakasih ya, dan maaf niah merepotkan kakak." niah merasa tidak enak menerima semua kebaikan dari faiz, sebab baru sehari mereka saling mengenal, tapi faiz suda sangat baik padanya, seolah-olah mereka sudah kenal lama.
"Tidak masalah niah, aku juga seneng kok bisa bantuin kamu, lagian dengan adanya kamu aku jadi punya temen buat jalan-jalan." ucap faiz dengan lembut.
"tidak.?"
"emm..kenapa kak faiz tidak punya pacar, Bukankah kak faiz itu punya segala materi, selain baik, kak faiz juga memiliki banyak kelebihan yang lain."
"kelebihan apa maksud kamu.?"
"kelebihan maniss hehehe."
"Dasar kau ini,? sudah habiskan makananmu, nanti tokonya tutup Karena kita kesorean."
"emm..baiklah."
Selesai makan, faiz memindahkan niah kembali
ke kursi roda dan bergegas pergi menuju ketempat selanjutnya, faiz mendorong kursi niah, tapi niah tiba-tiba menghentikannya.
"ada apa niah,?"
__ADS_1
"kak kenapa tidak membayar makanan kita tadi." niah belum tau jika faiz adalah pemilik dari restoran itu jadi wajar saja jika faiz tidak membayarnya.
"iya kau benar, kenapa kita tidak membayarnya, tunggulah di sini kakak ke kasir dulu."
"iya."
"baru kali ini ada wanita yang memintaku membayar makanan di restoran ku sendiri." ucap faiz dalam hatinya.
Faiz berdiri depan pelayan kasir itu, membuat pelayan kasir itu kebingungan kenapa bosnya menghampirinya.
"Ada apa pak, apa bapak butuh sesuatu."
"emm..saya mau membayar bon saya tadi."
"apa?, saya tidak salah dengar kan, bapak mau membayar makanan bapak yang tadi, tapi kenapa?, bapak kan pemilik restoran ini." ucap pelayan kasir itu.
"Sshh...kecilkan suaramu!, Memang kenapa jika aku membayarnya, lagian wanita yang datang bersamaku tidak tau jika aku pemilik restoran ini dan dia memintaku untuk membayar apa yang saya pesan tadi." kesal faiz pada pelayan kasir itu.
"apa itu permintaan dia pak."
"iya."
"ini pak, totalnya seratus enam pulu ribu." ucap pelayan kasir itu.
Sesudah membayar faiz kembali menghampiri niah.
"Kakak sudah membayarnya, ayo Sekarang Kita ke toko, sini biar kakak dorong kursi kamu."
Setelah keluar dari restoran, mereka menuju mobil, setelah sampai, faiz menggendong niah dan memasukannya ke dalam mobil, lalu kemudian menyimpan kursi niah di bagasi mobil, faiz pun kembali dan duduk di samping niah.
Pengunjung yang melihat apa yang faiz lakukan tadi merasa heran, karena selama ini faiz yang mereka kenal tidak seperti itu,
Selama ini faiz memang tidak pernah dekat dengan wanita, faiz lebih sering terlihat sendiri jika sedang berpergian, faiz juga selalu menjaga jarak jika ada wanita yang berusaha mendekatinya, bahkan faiz tidak akan segan menyakiti jika ada wanita yang nekat mendekatinya dengan cara yang salah.
Ketika faiz menggendong niah, salah satu pengunjung yang mengenal faiz memperhatikan mereka.
"Siapa wanita yang bersama faiz itu, dan kenapa faiz terlihat begitu dekat, apa wanita itu adalah kekasih faiz, jika renata sampai tau, pasti akan ada keributan, aku harus cari tau siapa wanita itu, setelah itu aku akan memberi tau renata dan aku akan meminta kenaikan gaji sebagai imbalannya, aku tau renata tidak akan melewatkan apapun jika itu berkaitan dengan faiz." batin orang itu.
__ADS_1