Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 100


__ADS_3

Keluarga kecil Arga semakin bahagia. Ia merasa sangat beruntung punya istri seperti Aira. Yang tidak banyak menuntut dan selalu menurut dengan nya. Apa lagi sekarang sudah ada Bara Arga semakin bahagia saja. Rasa lelah saat bekerja hilang saat meliahat istri tercinta dan anak nya menunggu nya di rumah.


"Ai, besok kamu mau jalan jalan ngak?" Tanya Arga.


"Ngak yang, dirumah aja, kalau Bara ikut baru mau." Jawab Aira, karena Arga tidak mau mengajak Bara untuk keluar rumah, padahal umur Bara sekarang sudah dua tahun lebih.


"Ngak bisa ai, Bara masih kecil belum bisa di ajak kemana mana, aku ngak mau nanti ketemu sama rekan bisnis aku, atau orang yang kita kenal , terus dengan gemas mencubit Bara, ngak mau aku ai." Ucap Arga panjang lebar.


"Iya.. ya. Tapi yang, Bara itu harus di ajarkn bertemu dengan orang sejak kecil gini. Biar ngak takut sama orang orang. Dan percaya dirinya itu bagus, kalau cuma bertemu dengan kita aja dirumah gini. Gimana jadinya, takut nya Bara terbiasa dan nda mau mengenl dunia luar." Ucap Aira hati hati.


Aira melihat raut wajah Arga yang tampak berpikir dengan omongannya tadi.


"Ada tuh yang dikampung aku, astaga anak nya itu jadi takut sama orang, karena mamah nya selalu mengurung dia dirumah. Jadi anak yang aneh gitu yang, karena cuma mau sama mamanya. Untung nya perempuan. Bagaimana nanti Bara mau belajar jaga mamahnya kalau sampai ketemu orang saja takut." Ucap Aira lagi.


"Benaran ai? bisa gitu?" Ucap Arga memastikn.


"Iya yang, Kamu ingat ngak waktu ibu sama bapak kesini, Bara ngak mau kan di gendong sama ibu. Itu semua karena Bara jarang melihat ibu sama bapak jadi rasa nya asing. Hayoo sama ibu dan bapak aja Bara agak takut. Apa lagi kalau sama orang lain." Ucap Aira lagi.


"Iya ai, besok kita ajak Bara jalan jaman, aku ngak mau anak jadi penakut..


"Iya betul sekali. Bara harus seperti Papah nya yang pemberani dan tak kenal takut." Ucap Aira memotong ucapan Arga.


Arga tersenyum senang mendengar pujian dari Aira. "Dan harus seperti mamah nya, yang baik hati dan tidak sombong." Ucap Arga.


Arga berdiri sejenak mengambil obat yang ada di lacinya.


"yang, aku ngak mau!" Ucap Aira memajukan bibit nya.

__ADS_1


"Ai, ini untuk kebaikan kamu, aku ngak mau melihat kamu lagi merasakan sakit nya saat melahirkan." Ucap Arga, Arga selalu memberikan Aira pil kb setiap malam nya.


"Aku sudah bilang yang, kamu ngak kasian apa. Nanti Bara sendirian. Belum lagi mami yang selalu merebut Bara dari aku. Apa lagi kalau ibu dan bapak kesini, aku betul betul tidak bisa dekat Bara." Ucap Aira kesal. Karena Semua ingin bermain bersama Bara. Bahkan tidur malam Bara aja sering bersama Erika.


"Iya, nanti kita bicarakn ini. Tapi kali ini kamu minum dulu." Ucap Arga tak terlalu mengubris omongan Aira. Karena Arga benar benar takut kehilangan Aira. Ia pernah mendengar berita ibu hamil selepas melahir kan.


Aira pun menurut omongan Arga. Karena Ia tau juga ketakutan Arga.Tapi Aira akan berusaha menyakinkan Arga dengan pelan pelan agar agar dapat mengerti.


*****


Keesokkan harinya Arga dan Bara pun siap untuk berjalan. Aira sekalian mengajak Arga untuk sarapan diluar.


"Eh anak mamah, sudah ganteng aja." Ucap Aira. Sambil membawa Bara main yang masih di gendongan omah nya.


Bara bangun pagi, biasanya Bara bangun agak siang. Tapi hari ini Bara bangun pagi. Dan Erika pun langsung memandikan Bara. Karena ini juga sudah jam setengah delapan.


"Mi, hari ini kita mau ajak Bara jalan." Ucap Erika.


Erika melihat penampilan Aira yang masih tampak seprti gadis.


"Duh Aira, kamu ini, sekali kali pakai dres kek, perhiasan kamu mana, kok ngak pernah dipakai. Make up yang ibu belikan juga, ngak pernah di pakai. Kamu ini ngak menghargi pemberian ibu." Ucap Erika. Ia sengaja berkata seperti itu, agar Aira segera mengubah penampilan seperti dirinya.


"Kalau kamu seperti ini penampilannya. Arga seperti jalan dengan ponakannya." Ucap Erika lagi.


"Mi! " Ucap Arga tidak terima. Karena ia sudah berusah menyesuaikan penampilannya dengan Aira.


Aira hanya tertawa kecil mendengar celoteh ibu mertunya. Ia sudah biasa dengan cerewet ibu mertuanya.

__ADS_1


"Malah ketawa lagi." Ucap Erika kesal.


Aira masih tampak seperti gadis dengan baju kaos pitih dan celana kulot hitam. Badannya juga sudah tidak gemuk lagi. Karena Erika memberikannya obat penurun badan yang bagus dan aman.


"Bentar Bara mami pakaikan jaket dulu." Ucap Erika, ia tidak melarang Bara pergi bersama mereka. Karena ia pernah merasakan jadi Aira. Saat almarhum suaminya takut mengajak Arga keluar sewaktu kecil.


Bara pun di beri kepada Aira. Erika segera mengambil jaket, topi sepatu dan kaos kaki.


"Mba Sus dan Tina ikut ya. Bawakan kereta dorong Bara sekalian bawa kan air panas di termus kecil untuk buat susu Bara nanti." Ucap Erika lagi.


"Mi kita perginya bertiga aja." Jawab Aira.


"Ngak! Susi sama Tina harus ikut. Jadi kamu ngak terlalu repot, takut nya kalian sampai sore. Kalau kamu protes Bara di rumah saja sama Mami." Ucap Erika. Ia tidak mau ada penolakkan.


"Iya mi." Jawab Aira pasrah.


Arga diam saja karena usulan mami nya bagus. Untuk Aira juga. Karena Bara sekarang sangat aktif semenjak tau jalan. Makanya Arga mengambil dua beby sister. Agar Bara aman. Meski awalnya Aira menolak tapi Arga tatap ingin ada beby sister akhirnya Aira menyetujui untuk keamanan Bara juga.


"Yansudah mi, kita pergi dulu ya. " Ucap Arga saat mereka sudah siap.


"Iya hati hati ya. Cucu oma jangan nakal ya." Ucap Erika. Bara pun tersenyum senang. Sambil melambaikan tangannyan


"Da.. da.. Oma. " Ucap Bara terbata yang mulai sudah bica berbicara.


Erika pun mengantarkan mereka sampai pintu utama. Arga yang menyetir mobil. Ia ingin menikmati momen ini. Dimana ia sebagai kepala kelurga yang memimpin dan akan mengajak anak istrinya berjalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Yuhuuu makasih ya buat yang masih mau bac novel aku😁😁😁


__ADS_2