Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 37


__ADS_3

Aira diam merenung mengingat wajah Fadli yang tampak sangat sedih tadi. Aira merasa bersalah karena Fadli selama ini selalu bersikap baik dan perhatian sama dia. Tai Aira malh membuat dia kecewa seperti ini. Sekarang juga mau ketemu Fadli pasti tidak mungkin karena Arga pasti akan melarangnya.


"Apa kau memikirkan dia!" Ucap Arga, melihat Aira yang dari tadi.


"Saya hanya merasa tidak enak tuan. Selama ini Fadli selalu baik kepada saya. Saya merasa bersalah sudah mengecewakan dia." Jawab Aira jujur. Aira tidak sadar perkataannya membuat Arga kecewa dan juga marah.


"Berhenti memikirkannya! aku tidak suka kau menyebut namanya!"


Aira langsung mengangkat wajahnya ia melihat Arga yang berdiri disampingnya.


"Kenapa tuan marah! saya sudah lama mengenal Fadli! apa saya tidak boleh berteman dengan siapapun lagi. Sementara tuan bisa melakukan sesukanya!" Aira marah, merasa tidak adil dengan sikap Arga terhadapnya.


"Tuan bisa dekat dengan wanita manapun. Bahkan tuan memberikan saya cuti. Mungkin biar tuan bisa berduaan saja sama wanita itu. Kenapa tuan jahat! saya tidak mau meneruskan hubungan yang seperti ini. Saya tidak suka dengan laki laki hidung belang yang egois seperti tuan!" Ucap Aira panjang lebar. Entah dari mana ia mendapat keberanian memprotes Arga. Ia langsung menundukkan wajahnya ia enggan melihat Arga.


"Kau membela dia! Kau mengabaikan perasaanku hanya karna kau merasa bersalah dengannya!" Ucap Arga, ia sangat kecawa dengan perkataan Aira. Apalagi Aira sampai ingin menyudahi hubungan ini. Sungguh Arga sangat marah mendengar ucapan Aira. Yang mengatakan ia pria hidung belang.


"Kau serius ingin menyudahi hubungan ini!" Ucap Arga dengan suara yang sedikit bergetar.


Aira hanya diam ia merasa ragu dengan ucapannya. Matanya sekarang mulai memerah, ia bingung harus menjawab apa.


"Kau tau! aku bisa saja menghancurkan perusahaan om mu sekarang! kau tidak tau diri, sebagai jaminan seharusnya kau bisa menempatkan diri mu." Ucap Arga. Ia sengaja berkata seperti itu agar Aira tidak pergi darinya.


Sebenarnya ia juga terluka dengan perkataannya sendiri, ia tidak ingin menyakiti hati Aira. Tapi Arga juga tidak mau jika Aira pergi darinya.


"Iya saya memang tidak tau diri, biarkan saya kembali ketempat om saya. Dan saya akan bekerja sebagai mana seharusnya." Ucap Aira, ia terluka dengan perkataan Arga. Ia menyeka Air matanya yang sudah terjatuh.


Seharusnya aku tidak terbuai dengan perhatiannya, seharusnya aku paham mana mungkin dia benar benar menyukai gadis seperti aku. Dasar bodoh. (Batin Aira.)

__ADS_1


Aira berusaha berdiri, meski kakinya terasa lemas. Ia ingin pergi dari apartemen ini dan kembali kerumah om nya. Entah apa Mila dan Riska akan mau menerimanya, tapi dia tidak punya tempat lain selain kembali kerumah om nya.


Rey Dimana kau! (Batin Arga.)


Seketika Arga memikirkan Rey, andai ada Rey mungkin Rey bisa menjadi penengah diantara mereka. Arga langsung mengemgam tangan Aira dengan kuat ia menahan Aira yang mau pergi dari apartemennya. Ia sedikit panik karena Aira ingin meninggalkanya. Sungguh ia tidak ingin melihat Aira sedih seperti ini.


"Tetap disini! jangan pernah kembali kerumah itu lagi! dasar bodoh! tidak ada yang mau menerima mu disana!" Ucap Arga dengan suara yang nyaring. Ia tidak rela jika Aira kembali kerumah Arya dan diperlakukan tidak baik oleh istri dan anak Arya.


Ibu Aira mau pulang! Aira tidak mau disini! semua orang tidak menginginkan Aira. (Batin Aira.)


Aira menangis, perkataan Arga memang betul. Tidak mungkin ia diterima disana, dia juga tidak mau berada di apartemen ini. Ia tidak mau terus terusan bergantung dengan Arga. Ia malu apalagi setelah mengetahui ternyata selama ini Arga hanya mengangap dia sebagai jaminan.


Arga langsung menarik Aira dalam dekappannya, Ia langsung mencium bibir Aira dengan sdikit kasar, karena mendapatkan penolakkan dari Aira.


Arga menggendong Aira yang membuat Aira dengan refleks melingkarkan kakinya di pinggang Arga. Aira memukul mukul dada bidang Arga. Ia tidak ingin diperlakukan seperti ini dengan Arga.


"Tuan jahat." Ucap Aira saat Arga melepas ciumannya. Sungguh ia tidak suka jika diperlakukan seperti ini.


Arga kembali lagi mencium bibir Aira dengan paksa. Ia tidak mau Perkataan itu keluar dari mulut Aira.


"Tuan jahat!" Ucap Aira lagi. Aira matanya semakin banyak mengalir. Ia meratapi nasib yang sangat menyedihkan ini.


Arga kembali lagi mencium bibir Aira. Sungguh ia tidak mau Aira mengira ia pria jahat. Ia bingung harus seperti apa menjelaskan perasaannya kepada Aira.


Arga melepaskan lagi ciuman itu. Kali ini Aira hanya diam, dan membuang muka, ia tidak mau melihat wajah Arga yang berada sangat dekat dengan nya.


...Dasar jahat, egois seharus nya aku tidak bertemu dengan mu. ( Batin Aira.)...

__ADS_1


"Maaf kan aku, aku tidak suka jika milikku di ganggu orang lain. Kau milikku! tatap disini, jangan pernah mencoba kabur dari apartemen ini, aku tidak pernah bercanda dalam ucapanku! aku akan membuat perhitungan besar kepada perusahaan om mu. jika kau tidak mau mendengar kan perkataanku!" Ucap Arga penuh kelembutan. Tapi membuat Aira semakin sakit hati mendengarnya.


Aira mengemgam tangan nya kuat menahan amarah yang ada dalam dirinya. Ia sangat sakit hati karena tidak punya daya melawan pria yang ada didepannya ini.


Perlahan Arga menurunkan Aira dari gendongannya. Dengan lembut ia menghadapkan wajah Aira agar mau menatapnya.


Arga menghapus Air mata Aira. Lalu ia mencium dahi Aira dengan lembut. Ia memeluk tubuh Aira cukup lama. Ia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Aira menangis seperti ini.


Arga tau, sekarang Aira pasti akan semakin membencinya. Sungguh ia tidak ingin keadaan ini terjadi. Padahal hari ini ia ingin menghabiskan waktu nya dengan Aira. Sungguh ia sangat merindukan Aira.


Sekarang Arga bertambah khawatir memikirkan Aira. Karena Aira dengan mudahnya ingin menyudahi hubungan mereka. Bagaimana nanti kalau Erika meminta Aira untuk menjauhi Arga. Arga takut jika suatu saat Aira meninggalkan nya.


Entah kenapa berada dipelukkan Arga dan mendapat perlakuan lembut seperti ini membuat Aira nyaman, bahkan ia hampir melupakan kesesihannha. Dan perkataan kasar Arga.


Aira sekarang benar benar bertumpuh dengan badan Arga. Ia tertidur karena merasa lelah dengan pikirannya. Dan juga karena Arga yang terlalu lama memeluknya yang memberi rasa nyaman kepada Aira.


"Apa dia tertidur?" Gumam Arga. karena menyadari Aira yang bersender di dada nya.


Arga tersenyum ternyata Aira benar benar tertidur. Ia tidak menyangka bagaimana mungkin orang bisa tertidur dalam keadaan berdiri seperti ini.


Arga menggendong tubuh Aira, membawa Aira kedam kamar. Ia menutup setengah badan Aira dengan selimut.


"Maaf kan aku. " Ucap Arga pelan. Setelah itu ia mengecup dahi Aira.


Arga pun keluar dari kamar Aira. Ia juga ingin segera pulang, ia ingin berbicara kan hubungannya kepada Erika. Arga ingin meberitahu kepada Erika bahwa dia seirus dan ingin menikhi Aira.


.

__ADS_1


.


__ADS_2