Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 103


__ADS_3

"Yang bangun." Ucap Aira terus mambangun kan Arga.


Aira terus saja mengoyang giyang tubuh Arga. "Sayang bangun!" Teriak Aira.


"Kenapa sih ai!" Arga melihat masih pukul empat subuh.


"Ada apa! kamu kenapa!" Ucap Arga kesal.


"Mau makan sate." Ucap Aira santai.


"Ai... nanti pagi aja, jam segini dimana kita cari sate." Jawab Arga.


"Ya sudah kalau kamu ngak mau, aku pergi sendiri aja!" Ucap Aira sedikit kesal dengan Arga, tapi ia juga merasa tidak apa jika harus pergi sendiri.


"Ya, pergi sana! " Ucap Arga. Ia pun kembali melanjut kan tidur nya. Ia merasa lelah karena Aira meminta memijit kakinya hingga jam dua malam.


Aira pun langsung pergi. Hanya menggunakan baju tidur yang di lapisin jaket Arga. Tak lupa ia juga membawa Atm dan sejumlah uang. Ia pergi menggunkan motor pak satpam yang dirumahnya.


Aira mulai menelusuri jalan. " Wahh segar nya udara pagi ini." Ucap Aira senang.


Satu jam lamanya baru Aira menemukan warung sate yang buka dua puluh empat jam.


Aira pun segera memarkirkan motor nya.


"Pak pesan sate ayam nya ya 50 tusuk."


"Oke de. Pake lontong ya de. Di bungkus apa makan disini." Ucap Penjual itu ramah. Ia mengira Aira masih anak SMA.


"Makam sini pak. Lontong nya satu aja ngak usah di potong." Jawab Aira.


"Oke." Ucap Penjual itu, walau sedikit aneh melihat pesanan Air yang banyak dan makan sendiri. Tapi penjual itu tidak ambil pusing yang penting sate nya laris.


"Pa eh, kaya kenal sama neng itu kaya pernah lihat di mana gitu." Ucap istri penjual itu.


"Iya kah bu, mungkin perasaan ibuk ajak kali." Ucap Bapak itu.


"Ya kali ya pak." Ibu itu pun menyampari Aira.


"Mau minum apa dek. " Ucap Ibu itu.


"Mau minum Es teh sama teh hangat bu. Dua ya." Ucap Aira ramah.


Setelah menunggu cukup lama akhir nya sate Aira datang. Ia langsung melahap nya, seperti orang yang kelaparan.


"Buk sate nya enak. Saya mau tambah peccal nya lagi. Sama lontong nya dua. Gak usah diiris. " Ucap Aira. Padahal sate nya masih banyak. Tapi ia merasa itu tidak cukup. Bumbu sate nya sngat las di lidah Aira.


Aira memakan sate itu sambil memegang lontong yang belum di potong di tangan satu nya. Ia mencolek lontong sate itu ke bumbu dan terus mengulang nya.


"Ahh kenyang." Ucap Aira, sate dan lonting itu habis di santap oleh nya.


Penjual itu pun sempat tidak percaya bahwa Air bisa menghabis kannya.


"Berapa bu." Ucap Aira.


"130.000 neng." Ucap Ibu itu.

__ADS_1


Aira pun meberi uang dua ratus ribu kepada ibu itu.


"Bu saya minta nomor hp nya dong. Bisakan kalau saya pesan, catat di kertas aja bu, soalnya saya lupa bawa hp."Ucap Aira.


"Iya bisa. Ini neng." Ucap Ibu itu smbil memberikan nomornya dan uang kembalian Aira.


Aira pun menerimanya. Dan menaruh nomor dan kembalian itu di kantong jaket Arga.


"Makasih ya bu."


"Ehh iya neng sama sama."


Aira pun kembali menelusuri jalan menggunakan motor metik milik satpam nya itu.


Matahari mulai terlihat. Aira malah menunggu di dekat sekolah. Dimana para penjual pentolan, cilok, es campur, gorengan berteger di pinggir jalan.


ia menunggu pesanan nya. Agak lama karena para penjual itu baru mulai menyiap kan bahan dan membuat pesanan Aira.


Apa lagi Aira memesan Masing masing seharga seratus ribu.


"Banyak amat mba pesan nya." Ucap Penjul itu.


"Iya. Lagi pingin. Bisa buat kan saya es dulu kah pak. Saya haus." Ucap Aira kepada penjual Itu. gorangan itu. Yang kebetulan gerobaknya lebih dekat dengan tempat Aira duduk.


"Oke. Tapi saya cuma ada es teh mba.


"Iya ngak papah." Ucap Aira.


Sementara di kediaman Arga menjadi ribut karena tidak ada nya Aira. Bahkan satpam dan para penjaga rumah tidak mengetahui kepergian Aira.


"Astaga kalian semua tidak becus! Aku sudh membayar kalian mahal. Tapi kalian semua bahkan tidak tau kalau istri ku pergi dari rumah." Arga marah. Ia berdecak kesal dengan aura dingin nya.


Arga begitu emosi setelah melihat cctv rumah, kepergian Aira yang menggunakan motor seorng diri.


Erika juga ikut memarahi satpam dan penjaga rumah itu.


"Kalian ini gimana sih. Sebanyak ini sampai tidak menyadari kepergian Aira. Saya tidak mau tau. Kalau sampai menantu saya kenapa kenaa kalian semua akan kena imbas nya." Ucap Erika kesal.


"Arga kamu juga. Kok bisa Aira pergi kamu ngak tau! kalian bertengkar?" Ucap Erika. Ia ikut panik. Karena Aira tidak pernah bertingkah seperti ini.


"Ngak mah. Kita ngak bertengkar." Arga pun mengingat kejadian subuh tadi saat Aira meminta nya untuk membelikan sate tapi ia tidak mau.


"Astaga ai." Ucap Aira.


"Ada apa! kenapa? " Ucap Erika.


Arga segera menghubungi Rey.


"Ya tuan, ada apa?"


"Rey, Aira kabur dari rumah..


"Apa! " Ucap Rey kaget.


"Saya akan kesana. Kita akan mencari non Aira. Saya juga akan menghubungi orang untuk mencari non Aira." Ucap Rey. Ia langsung mematikan panggilan itu. Dan langsung dengan capat menuju kerumah Arga.

__ADS_1


"Duh.... pusing mami pernikahan Rey tinggal menghitung hari, Aira malah kabur. Duh kamu apain sih Aira sampai kabur gitu." Ucap Erika menyalahkan Arga.


Arga pun bingung ia terduduk lemas di bangku.


"Oma.. mamah hilang ya. Mamah mana." rengek Bara. Ia juga ikut panik melihat semua orang mencari Aira.


"Kamu jangan nangis sayang. Mamah bntar lagi pulang kok." Ucap Erika. mencoba menenangkan Bara. Ia membawa Bara kekamarnya.


Beberapa meniy kemudia Aira benaran datang dengan membawa tentengan plastik yang berisi makanan. Yang ia beli di dekat sekolahan tadi.


Aira masuk kerumah dan melihat satpam yang baru saja keluar dari rumah.


"Pak maaf ya, saya pinjam motornya ngak bilang. Soalnya ngak enak bangunjn bapak." Ucap Aira tanpa merasa bersalah. Ya karena Aira memang tidak tau apa apa.


Satapn itu sampai melongo melihat Aira bahkan ia tida km sanggup menyahut Aira. Ia merasa senang Aira kembali dengan keadaan selamat.


Aira pun memasuki rumah nya. Bi Ijah melihat Aira. Ia juga hanya bisa bergumam menyebut nama Aira. Mereka semua bahkan tidak berani bersuara memberi tau kepada Arga kalau Aira sudb kembali. Setelah mendapat amukan dan ancaman dari Arga.


Aira langsung duduk di dekat Arga uang menunduk sambil memicit micit dahinya.


"Ngak kerja yang?" Ucap Aira santai. Sambil menaruh makanan itu di atas meja.


Arga lngsung terperanjat kaget saat mendengar suara Aira.


"Astaga ai! " Ucap Arga. Ia langsung memeluk Aira dengan kuat.


"Kamu dari mana? kenapa ngak bilang? kenapa pakai motor...


"Yang.. sudah aku sesak nafas kamu peluk gitu. Kamu kenapa sih." Ucap Aira heran. Melihat kepanikkan Arga.


Arga memegang wajah Aira, ia mengecup dahi, pipi, dagu dan mata Aira. "Kalau mau jalan bilang. Jangan pergi sendiri. Apa lagi naik motor seperti itu." Ucap Arga lagi.


"Kan aku sudah bilang yang mau mkan sate. Kamu nya tadi yang bolehin aku pergi sendiri." Ucap Aira.


Erika pun datang menghampiri Aira dengan mengending Bara. "Astaga Aira kamu dari mana! ini lagi apa yang kamu bawa. Lain kalai ngomong ra Kalau mau keluar. Jangan pergi sendiri." Ucap Erika panjang lebar.


Bara pun langsung meminta turun dan langsung memeluk Aira. "Mamah dari mana. jangan kabur kabur." Ucap Bara.


"Mamah ngak kabur sayang. Mamah lagi cari makanan. Ni ayok kita makan." Ucap Aira.


"Bi ijah tolong ambilin saya piring dan juga gelas." Ucap Aira.


Aira pun mengambil salah satu gorengan itu. Dan langsung memakannya.


Dengan cepat Arga mencegah nya. " Ini apa ai. kamu jangan makan sembarangan nanti kamu sakit." Ucap Arga mengambil gorengan itu dari tanagan Aira.


"Arga. Ini bukan racun. Aku ingin makan ini." Ucap Aira kesal.


Arga pun membuka semua bungkusan itu. "Astaga ai, apa semua ini. untuk apa kamu beli ini. Ngak ngak, kamu ngak boleh makan ini." Ucap Arga. Ia terap melarang Aira memakan makanan yang sudah susab payah Aira dapat kan.


"Ya ra duh.. kamu ngapain sih bawa makanan begitu. Nanti kamu sakit. Sudah kalau kamu mau cemilan seperti itu. Nanti biar di buat kan sama bi ijah saja." Ucap Erika.


"Ngak mau mi. Aira mau nya ini." Ucap Aira.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2