Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 30


__ADS_3

Arga membawa Aira ke apartemennya Ia tidak mau jika Aira tinggal dirumah Arya lagi, di mana Mila dan Riska memperlakukan Aira seperti pembantu. Arga terlihat marah saat mengingat kejadian itu.


Sementara Aira dia sudah tertidur, Aira merasa lelah karena pikirannya, ia juga tipe orang yang muda tertidur, di dekat Arga juga Aira merasa aman.


Mereka sudah sampai Di apartemen Arga, Sementara Rey tadi Arga menyuruhnya untuk pulang beristirahat.


Arga melihat Aira yang tertidur, Ia merasa prihatin dengan gadis yang ada di mobil bersamanya.


"Kenapa kau mudah sekali tertidur. Untung kau bersama pria baik sepertiku, kalau pria lain sudah pasti dia akan mengganggu mu. Dasar gadis bodoh!" Ucap Arga pelan, sebelum ia keluar dari mobilnya ia mencubit pelan dagu Aira, ia merasa gemas melihat Aira tertidur seperti ini.


Arga menggendong Aira sampai di apartemennya. Ia berjalan dengan sangat hati hati, Agar Aira tidak terbangun dari tidurnya.


Sudah lama Arga tidak pernah datang ke apartemen ini, dulu apartemen ini lah tempatnya memadu kasih dengan Bella, ia dan Bella sering sekali tidur di apartemen ini, bahkan bisa dibilang hidup seatap.


Apartemen ini tetap bersih karena setiap minggu Arga selalu membayar orang untuk membersihkan Apartemen ini. Semua masih tampak sama saat ia bersama Bella, tidak ada yang berubah.


Hanya ada satu kamar di apartemen ini, Arga membuka pintu kamar itu pelan, ia segera menaruh Aira di kasur dengan hati hati, Agar Aira tidak terbangun, setelah itu Arga kembali keluar, ia memilih tidur di sofa luar, ia takut hilang kendali saat bersama Aira.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua malam, Arga masih saja terjaga, ia tidak bisa tidur, memikirkan nasib Aira selama ini yang tinggal dirumah Arya, belum lagi setelah ini Erika pasti akan meminta penjelasan, sudah pasti Erika akan menolak hubungan nya bersama dengan Aira.

__ADS_1


JLEB..


Aira membuka pintu kamar itu dengan kuat sehingga sedikit menimbulkan bunyi. Arga dan Aira langsung saling menatap.


Ya Aira terbangun, saat ia melihat ruangan asing tempat ia tidur ia segera bangun dan untuk keluar dari kamar ini.


Kenapa tuan Arga ada disini? kemana dia membawaku? apa dia berniat akan mencium ku lagi. (Batin Aira.)


Aira melihat sekeliling ruangan ini tidak ada orang kecuali dia dan Arga. Aira semakin gugup, takut kalau Arga akan menciumnya lagi.


"Apa yang kau cari?" Ucap Arga sambil mendekat ke Aira.


Aira merasa was was ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil melangkah mundur.


"Hey kau kenapa?" Ucap Arga, ia terus mendekati Aira, Aira kembali masuk kemamarnya dengan langkah mundur. Arga terus mendekatinya sampai Aira tersadar di dinding kamar.


"Apa yang tuan lakukan, saya tidak mengizinkannya." Ucap Aira gugup


Arga langsung mengerti apa yang ada di pikiran Aira ia tersenyum dan semakin mendekatkan wajahnya dengan Aira, ia sengaja ingin mengira Aira. Air semakin menutup mulutnya rapat dwngan tangannya ia juga menutup matanya. Aira merasa sangat gugup melihat ketampanan Arga dari dekat.

__ADS_1


Arga langsung menyentil dahi Aira, ia tersenyum melihat kelakuan polos Aira.


"Aw sakit." Ucap Aira. Ia langsung membuka matanya ternyata Arga sudah tidak ada di depannya, Arga sekarang berada di depan pintu


"Cepat tidur, atau tidak aku akan menciummu atau lebih dari itu." Ucap Arga, ia tersenyum setelah mengatakan itu.


Tanpa menjawab Aira langsung kembali ke kasur dan langsung berbaring ia segera menutup matanya, dan menutup tubuhnya dengan selimut dari ujung kaki hingga kepalanya, Ia berharap agar Arga segera pergi dari kamar ini.


Cepat pergi, aku tidak mau melihat pria mesum seperti mu. Tuhan tolong aku. (Batin Aira.)


Arga langsung menutup pintu itu, Ia kembali ke sofa berbaring di sofa itu.


"Bagaimana mungkin ada gadis yang sepolos dia. Dasar bodoh!" Gumam Arga.


Karena sudah larut malam bahkan mau menjelang subuh akhirnya Arga tertidur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2