Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 71


__ADS_3

Arga merasa curiga karena akhir akhir ini Erika sering kehabisan uang biasanya Erika tidak pernah kehabisan uang seperti ini.


Erika sering kali meminta uang kepada Arga. Bukan Arga keberatan memberika Erika uang tapi Arga bingung kenapa Erika bisa menghabiskan uang yang banyak dalam waktu singkat. Arga pun menyuruh Rey untuk menyelidiki tentang pengeluaran Erika.


Tiba tiba saja Aira membuka pintu ruang nya. Dengan sejuta senyum indah untuk Arga.


Arga langsung berdiri menghampiri Aira, dengan wajah cemas.


"Ai, sama siapa kesini kok gak bilang bilang." Ucap Arga khawatir.


"Sama Ana, tapi aku suruh tunggu di bawah, aku kangen pingin makan siang berdua." Ucap Aira manja.


"Kok Ana gak bilang bilang, kamu gak perlu datang ai, aku bisa jemput, lain kali jangan datang diam diam gini ya, bagaimana nanti kalau terjadi apa apa." Ucap Arga khawatir. Meski Aira datang bersama Ana tetap saja Arga khawatir kalau Aira tidak memberitahu.


"Iya yang, Kamu gak khawatir gitu. Ayo makan, anak kita sudah lapar ni." Ucap Aira beralasan Padahal dia lah yang merasa lapar. Dan jam juga masih menunjukkan pukul sebelas siang.


"Hmmm ayo, Boy kau jangan berani berani membuat mamah mu susah ya, atau papah akan berikan kau hukuman yang berat." Ucap Arga, sambil berlutut mengelus perut Besar Aira.


"Hmm tenang sayang jangan takut mamah akan menjewer papah mu kalau berani jahat padamu." Ucap Aira tersenyum. Mereka berdua sering kali berdialog dengan bayi yang masih diperut Aira.


"Mau makan di mana ai?" Tanya Arga sebelum jalan.


"Di rumah yang." Jawab Aira santai.


"Dirumah?" Ucap Arga heran, karena kalau Aira cuma mau makan di rumah ngapain harus sampai datang kekantor.


"Iya sayang." Ucap Aira menyakinkan.


Ngapain datang kekantor kalau cuma mau makan dirumah. (Batin Arga.)


Terkadang Arga jengkel dengan sikap Aira yang tidak jelas. Tapi ia selalu menahan diri agar tidak marah, karena Arga bisa memaklumi keadaan Aira yang lagi hamil. Walau sedikit membuatnya pusing.


Mereka pun kembali kerumah dengan Ana yang menyetir. Arga pun memberi peringatan kepada Ana, karena tadi membawa Aira kekantor tanpa sepengetahuannya.


"An, bukannya sudah saya bilang, lapor kemanapun kau membawa Aira." Ucap Arga dingin.


Dengan cepat Aira menjawab Arga, karena Aira lah yang melarabg Ana untuk melapor.


"Sayang, bukan salah Ana, tapi aku yang melarangnya melapor."Ucap Aira tersenyum manja.

__ADS_1


"Ya, terap saja dia melanggar perintah ku." Ucap Arga masih datar.


"Maaf tuan, saya tidak akan memgulang kesalahan saya." Ucap Ana serius.


"An berhenti." Ucap Aira sedikit nyaring.


Dengan cepat An langsung memakirkan mobilnya kepinggir.


"Ada apa Ai? apa kau marah, aku menegur Ana." Ucap Arga heran.


"Hmmm, Aku mau itu." Ucap Aira sambil menunjung toko roti.


"An tolong belikan saya, donat toping coklat, keju, dan roti goreng coklat ya. Kalau kamu mau kamu juga boleh beli." Ucap Aira tersenyum. Sambil memberikan uang lima ratus ribu.


Arga tersenyum lucu melihat kelakuan istrinya ini yang hoby makan, karena merasa gemas Arga mencubis pipi Arga yang terlihat lebuh chaby.


"Baik nona." Ucap Ana sopan. Ia segera turun untuk membeli pesanan Aira.


"Ai, baju mu sudah mulai ketat semua, nanti sore kita kemal ya beli baju." Ucap Arga, Ia merasak sesak melihat Aira yang mengunakan baju ketet dengan perut buncit Aira.


"Aku pesan online saja, aku gak mau jika ada wanita lain yang memperhatikanmu." Ucap Aira santai. Memang semenjak hamil Aira sering cemburu tidak jelas. Sikapnya jadi sama seperti Arga yang suka cemburu tidak jelas.


Ana pun datang membawa pesanan Aira. Ia memberikannya kepada Aira dengan sopan.


"Kau gak beli An." Ucap Aira, karena melihat hanya ada pesananya.


"Terimakasih nona, tapi saya lagi tidak ingin makan roti." Ucap Ana sopan.


"Hem padahal kembaliannya masih banyak, kau tidak mau beli yang lain." Ucap Aira, karena ia jarang sekali melihat Ana makan.


"Tidak nona, saya masih kenyang." Ucap Ana, ia oun mulai menyalakan mobil dan menjalankannya.


"Kapan kau makan?" Ucap Aira penasaran.


"Tadi pagi nona." Ucap Ana singkat.


"Ai, kau terus menanya Ana, kau tidak menawarkanku?" Ucap Arga, Arga sengaja mengalihkan pertanyaan Aira kepada Ana. Karena kalau Aira semakin penasaran semakin lain lain juga pertanyaannya. Lagian Arga tidak suka jika Aira mengobrol dengan orang selama masih ada dia di samping Aira.


"Ya sayang ni coba ya." Ucap Aira menyuapi sonat coklat kepada Arga. Setelah itu ia juga memakan donat itu.

__ADS_1


"Enak kan." Ucap Aira tersenyum


"Iya." Jawab Arga senyum. Ia mengecup kepala Aira, Arga selalu merasa gemas melihat tingkah Aira.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman Arga. Aira langsung membawa Arga kemeja makan. Arga pun mengikuti kemauan Aira. Meski Arga merasa sesak melihat Aira yang tak berhenti makan.


"An ayo makan." Ucap Aira, saat melihat Ana mau pergi.


Ana melihat ke Arga sekilas, Arga pun memberi isyarat agar Ana mau mengukuti kemauan Aira.


"Baik nona." Ucap Ana sopan.


Aira pun tersenyum senang karena Ana mau ikut makan bersama mereka.


Tak lama kemudian Erika dan Bella pun datang. Erika tidak mempermasalahkan Ana ikut makan bersama mereka.


Tapi entah kenapa Bella protes dengan kehadiran Ana yang ikut bersama mereka.


"Ngapain kamu ikut makan disini." Ucap Bella jutek, seakan akan menjadi tuan rumah.


"Aku yang menyuruh nya. Kalau kau keberatan kau saja yang pergi." Ucap Aira jutek, tanpa menghiraukan Bella, ia terus memakan dengan santai.


Arga langsung menoleh ke arah Aira, ia tidak menyangka kalau Aira bisa berbicara seperti itu.


Apa ini pengaruh hamil? kenapa dia jadi sinis seperti itu (Batin Arga.)


Erika juga sedikit kaget karena biasanya Aira selalu diam dan tidak mau berdebat dengan orang.


"Hehe kau jangan marah ra, aku cuma bertanya saja, gak papa kok kalau Ana ikut makan disini, jadi kita menjadi ramai." Ucap Bella tersenyum kecut.


Aira pun hanya tersenyum malas menanggapi omongan Bella.


Arga pun langsung mengelus kepala Aira. Ia tidak menyangka kalau Aira jadi sinis seperti itu, tapi Arga merasa senang, karena sebenarnya ia malas melihat Bella yang sudah terlalu lama ikut tinggal bersama mereka.


Awas kau, aku akan membalasnya! (Batin Bella.)


Bella tidak terima Aira berkata seperti itu, ia merasa malu, apa lagi semua diam tidak ada yang membelanya. Bella semakin membenci Aira.


.

__ADS_1


Bersambung 😀😀😀😀


__ADS_2