
Arga sudah berada di apartemen Aira. Ia tidak melihat Bella maupun Aira didalam. Ia pun berdecak kesal. Ia memeriksa kamar apartemen itu, ternyata masih ada Aira, yang sedang mengemaskan pakaiannya dengan tangis di wajah nya. Entah kenpa Aira merasa sangat sakit hati karena Arga telah membohonginya.
"Kau mau kemana!" Ucap Arga dengan panik.
Aira tidak menjawab ia terus saja memasukkan bajunya kedalam koper, ia tidak mau lagi menghiraukan ucapan Arga.
Arga mendekati Aira, ia merasa terluka melihat wajah sedih Aira. Ia langsung memeluk Aira dari belakang.
Aira langsung melepaskan tangan Arga dengan kuat.
"Cukup tuan, biarkan saya pergi, saya tidak ingin melihat tuan lagi!" Ucap Aira, ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Arga.
Dengan cepat Arga menahan Aira, Arga mengambil koper ditangan Aira dengan kuat dan melemparnya kesembarang arah.
"Kau tidak boleh pergi! kau tidak boleh kemana mana! kau harus tetap disini!" Teriak Arga. Dengan mata yang memerah.
Aira langsung menangis, ia juga menjadi takut melihat kemarahan Arga. Ia mematung dengan air mata yang berderai dan enggan melihat Arga.
Arga menjadi merasa beralah, ia langsung memluk Aira dengan erat.
"Maaf kan aku maaf." Ucap Arga sambil mengecup lembut kepala Aira.
"Tuan jahat." Ucap Aira lirih, ia bertambah sedih mendapat perlakuan seperti ini.
"Lepaskan saya tuan, saya tidak ingin merusak hubungan orang." Ucap Aira, ia kembali teringat dengan tangisan Bella yang di hianati oleh Arga, dia takut Arga akan memperlakukannya sama seperti Bella.
"Dia hanya masa lalu ku, aku sudah tidak mempunyai hubungan apa apa dengan dia." Ucap Arga, ia berusah untuk meyakinkan Aira.
Aira langsung mendorong tubuh Arga, ia sangat marah kepada Arga, awalnya dia sedikit ragu dengan ucapan Bella. tapi setelah Arga mengatakan bahwa Bella hanya masa lalu nya, Ia menjadi yakin bahwa Arga adalah pria jahat yang tidak mau bertanggung jawab.
__ADS_1
"Masa lalu? setelah tuan mendapatkan apa yang tuan inginkan, dengan mudah tuan mencampakkannya!" Ucap Aira marah, ia lansung dengan cepat berjalan kepintu luar.
"Itu tidak benar! aku tidak pernah mencampakkannya!" Ucap Arga tegas. Ia berdiri di depan pintu menghalangi Aira.
"Tuan pernah tidur dengannya?" Ucap Aira, ia ingin tahu dari mulut Arga sendiri.
Arga terdiam dia enggan menjawab, ia tidak mau jika Aira sedih dan semakin nekad untuk meninggalkannya.
"Saya tanya sekali lagi, apa tuan pernah tidur dengannya!" Ucap Aira tegas, meski ia sudah tau jawabannya tapi ia berharap itu tidak benar.
"Itu tidak penting! dia hanya masa lalu ku."Ucap Arga tegas ia tetap enggan menjawab.
"Minggir tuan Minggir, mulai hari ini dan seterusnya saya tidak ingin melihat tuan lagi, tuan jahat, saya tidak mau menjalin hubungan dengan pria berengsek seperti tuan." Ucap Aira tegas, dengan mata yang memerah. Meski Arga tidak menjawab, ia yakin, Arga adalah pria jahat yang selalu mencampakkan wanita setelah apa yang dia mau di dapatkan.
Arga langsung memukul dinding yang ada disamping pintu dengan kuat, ia kecewa dan juga marah dengan tuduhan yang Aira berikan. Bahkan Aira tidak membiarkan kan untuk menjelaskan semuanya.
Keluar darah segar dari tangan Arga. Mungkin tangannya juga sedikit cedera karena pukulan yang begitu kuat.
"Keluar, jika kau ingin perusahaan om mu hancur!"Ancam Arga. Ia tidak tau lagi harus dengan cara apa menahan Aira.
Aira langsung menghentikan langkah nya. Ia menjadi semakin sedih ia menyesal karena sudah terikat dengan Arga.
"Kau lupa, dengan kontrak mu, hanya aku yang bisa memutuskan, apa kau sanggup membayar denda lima milryar."Ucap Arga lagi. Ia terus saja mengancam Aira agar Aira tidak meninggalkannya.
Aira langsung tersungkur lemas dilantai, tidak mungkin dia bisa meninggalkan apartemen ini, apa lagi mengingat om Arya yang selalu baik dengan nya. Aira sudah janji tidak akan mengecewakan om Arya. Tapi bagaimana dengan Bella wanita yang sudah direnggut dan dicampakkan oleh Arga.
Arga menarik Aira masuk kembali.
"Tenangkan pikiran mu."Ucap Arga. Ia tidak kuat melihat Aira seperti ini. Ia langsung keluar dan mengunci Aira dari luar dengan kode sandi yang sudah dia ubah agar Aira tidak bisa keluar dari apartemen ini.
__ADS_1
***
Erika dan Bella sedang asik mengobrol, mereka berencana akan mendatangi rumah orang tua Aira. Erika ingin memperingati ibu Aira agar menyuruh anaknya untuk menjahui Arga.
Erika semakin membenci Aira, setelah mengetahui Aira tinggal di apartemen Arga. Erika sangat yakin gadis sepeti Aira hanya mengincar dan memanfaatkan Arga saja. Buktinya Arga semakin tidak menghiraukannya, dan terus membela Aira.
"Keluar dari rumahku!" Ucap Arga dengan keras, Arga langsung menarik tangan Bella dengan kuat, ia membawa menyeret Bella Agar keluar dari rumahnya. Sungguh ia sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.
Setelah keluar dari Apartemen Aira, Arga langsung pulang untuk menemui Bella, ia sangat marah dengan Bella yang coba mempengaruhi Aira dengan cara liciknya.
Erika langsung kaget. Ia mengikuti langkah Arga yang menarik paksa Bella keluar.
"Stop Arga! apa yang kamu lakukan! apa semua ini gara gara gadis itu! kamu tidak bisa mengusir Bella, mami yang menyuruh dia untuk tinggal disini!" Ucap Erika marah, ia langsung menarik Bella da memeluk Bella dalam dekappannya.
Bella menangis, merasakan sakit di hatinya, dan juga ditangannya. ia tidak menyangka Arga akan marah dan sekasar ini kepadanya. Padahal ia tadi sudah sangat senang. Sudah berhasil meyakinkan Aira. Tapi nyatanya Arga marah dan semakin menjahuinya. Bella tidak menyangka ia tergantikan oleh Aira, gadis sederhana yang jauh dibawahnya.
"Jangan berani mengusik Aira, atau aku akan membuat perhitungan denganmu!" Ucap Arga sambil menunjuk wajah Bella dan menatap nya tajam. Subgguh Arga sangat jijik dengan sikap Bella. Ia tidak menyangk begitu jauh perubahan Bella, dulu dia mengenal Bella dengan gadis pintar yang baik, tapi sekarang semua berubah, Bella tak lain hanya seorang yang licik dan penuh kebohongan.
Ingin rasanya Arga keluar dari rumah ini, tapi dia juga tidak tega jika harus meninggalkan Erika sendiri apalagi berdua dengan Bella, ia takut Bella mempengaruhi Erika untuk berbuat jahat kepada Aira.
Arga langsung kembali menaiki mobilnya. Dan kembali kekantor untuk meminta bantuan Rey, agar menjelaskan semuanya. Arga tau Aira pasti tidak mau mendengar penjelasaannya, apa lagi bertemu dengannya.
..
Yuhuuuuu, Makasih ya buat yang sudah mampir dan selalu hadir 😁😁😁🤗
Jangan lupa like dan komenya, kalau bisa di favorit dan bintang 5 Hahahahaha
Maaf ya kebanyakan mau nya. 😁😁😁
__ADS_1
Semangat buat para author 💪💪💪💪