Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 111


__ADS_3

"Ra ajak sini dong anak lu, gemas gue dari tadi lihat nya." Ucap Feby.


"Hemm iya deh. Bentar ya. Kalau mau." Jawab Aira. Ia pun berdiri dan berjalan ketempat Arga. Memang tidak terlalu jauh dengan mejah nya hanya berjarak beberapa meter saja.


"Eh Aira, apa kabar ra." Ucap Erik menyapa


"Baik rik." Jawab Aira apa adanya.


"Oh ya Bara sama mamah bentar yu. Tuh tante Feby sama Vita mau ketemu." Ucap Aira.


"Hmm tapi bentar aja yah. Bara ngak suka nanti tante Vita sama tante Feby cium cium Bara." Ucap Bara manyun.


"Idih mirip bnget sama papah nya." Ucap Devan.


"Hahaha ni anak benar duplikat nya Arga." Ucap Erik.


"Kenapa emangnya. Kan anak gue. Wajar mirip gue." Jawab Arga sewot.


Aira pun hanya tersenyum menanggapi Devan dan juga Erik, memang suka menjili Arga.


"Oh ya ai, panggil Bima kesini. Kok malah ikut rombongan ibu ibu disana." Ucap Arga. Ia melihat Bima terlihat tertekan gabung dengan teman teman mami nya.


"Sayang telpon aja. Nanti kalau aku kesana malah ngak bisa sama teman aku lagi." Jawab Aira.


"Biar Bara saja pah. Mamah kembali saja keteman mamah. Nanti Bara nyusul." Ucap Bara


"Widiiiiiihhhh Benar benar....


Arga langsung menatap Devan dengan tajam. Ia tidak mau nanti Bara jadi merajuk karena dari tadi Devan menjahilinnya.


"Om Devan kenapa sih, jadi cowo ngak jelas banget." Ucap Bara kesal.

__ADS_1


"Hahaha benar banget sayang. Om Devan ngak jelas." Jawab Arga.


"Ya sudah Bara panggil om Bima. Terus nanti ke tempat mamah ya." Ucap Arga lagi. Ia membiarkan Bara, agar percaya dirinya lebih dalam lagi.


"Oke. siap pah!" Ucap Bara semangat.


"Jangan lupa nanti sapa ya teman teman nya Oma, harus sopan nanti teman oma nya di salim semua ya." Ucap Aira lembut.


"Okeh siap mah, mamah pergi aja kembali ketempat teman mamah. Biar Bara sendiri yang panggil om Bima." Ucap Bara, penuh dengan percaya diri.


"Iya iya. Yang aku balik ya." Ucap Aira kepada Arga.


Arga pun hanya mengagukkan kepalanya setuju.


"Beruntung banget lo bro. Punya istri cantik dan anak yang pintar banget." Ucap Salah satu teman Arga yang duduk dengan mereka.


"Iya gue memang sangat beruntung." Jawab Arga.


"Hmmm Aira mau sma loh pun, itu karena terpaksa bukan keinginan nya hahahaha." Ucap Devan. Entah kenapa dia semakin berani saja sama Arga.


"Idiiiiih Lihat sendiri kan. Suka banget ngancem orang. Kesian banget Aira..


"Jawab Devan.


"Diam ngak lo! lama lama gue lakban juga mulut lo." Ucap Arga lagi.


"Sudah sudah jangan ribut. Ningue kasi lihat lo. Sekarang ni ga. Gue lihat istri loh kaya nya lagi suka perhiasan deh. Gue kan ngak pernah tu lihat Aira pakai perhiasan lengkap seperti sekarang. Ni gue kasi lihat produk terbaru gue. Gue buat nya ngak banyak hanya tiga saja." Ucap Erik. Jiwa bisnis nya selalu keluar dimana pun dia berada.


Erik yakin Arga pasti akan mau. Karena ini menyangkut Aira. Istri yang sangat ia cintai.


"Gimana? lo mau ngak ini akan lounching minggu ini. Istri lo pasti senang banget kalau lo belikan ini. " Ucap Erik semangt.

__ADS_1


"Sok tau lo." Jawab Arga ketus.


Arga pun memperhatikan satu set berlian itu di layar hp Erik. memang sangat bagus. Ia juga sadar akhir akhir ini Aira sering menggunakan perhiasan. Ia akan memberikan hadia untuk Aira. Sudah lama sekali ia tidak pernah memberi Aira kado.


"Ya gue mau. Dengan syarat kedua set berlian yang sama seperti ini. Harus di jual di negara lain." Ucap Arga.


"Oke tenang aja. Lagian ni laku nya pasti di luar negri, karena jarang banget orang indo mau beli dengan harga segini. Kecuali artis Nafita salima. Tapi tenang gue ngak bakal jual ini kedia. " Ucap Erik.


"Emanh berapaan harganya? " tanya Devan penasaran.


"Delapan miliar." Jawab Erik.


"Gila. Mahal banget..


"Lu orang miskin diam."Jawab Arga dia memotong pembicaraan Devan. Karena dari tadi memang sangat kesal dengan Devan.


"Idiiiih, gue bisa juga kali belinya."Jawab Devan. Menyombong kan diri. Padahal tabungan nya saja tidak sampai delapan miliar.


Acara ini berjalan lancar. Rey yang tak pernah memuji Intan. Terus terus saja memuji Intan. Bahkan sedikit kesal, jika intan berjabat tangan teman tamu laki laki.


"Kenapa kau dari tadi tebar pesona dengan para lelaki." Ucap Rey datar.


"Tebar pesona?" Ucap Intan bingung.


" Ya. Aku perhatikan kau dari tadi tersenyum dengam mereka." Ucap Rey.


"Apa aku harus menangis, di hari pernikahan ku." Jawab Intan.


Rey hanya membuang nafas nya kasar. Benar juga yang di katakan Intan. Tapi ia tetap tidak suka melihat Intan tersenyum dengan para tamu laki laki.


Cukup berani Intan menjawab Rey, jika semua akan takut dengan tatapan Rey, itu tidak berlaku dengan Intan.

__ADS_1


Intan tau Rey tidak mungkin berani main tangan dengannya meski seting mendapat teriak dan tatapan sinis. Itu hal biasa bagi Intan.


yuhuuii bersambung....


__ADS_2