Gadis Pilihan Tuan Muda

Gadis Pilihan Tuan Muda
Part 80


__ADS_3

Arga kembali kekamarnya. Saat melihat sudah waktu nya makan malam. Kebetulan Arga bepapasan dengan Bella. Bella pun langsung menegur Arga dengan senyum terbaiknya.


"Arga."Ucap Bella tersenyum. Ia langsung menghadang Arga.


"Ada apa!" Ucap Arga jutek. Ia sedikit kesal karena sikap Bella terlalu lancang.


"Selamat ya atas kehamilan Aira." Ucap Bella semanis mungkin.


"Hm." Ucap Arga. Ia malas mengubris ucapan Bella. Arga pun langaung berlalu.


Sial, lihat saja suatu saat kau pasti kembali kepadaku!" (Batin Bella.)


Bella marah dengan sikap Arga yang tidak pernah menghiraukannya. Padahal dulu ia lah satu satunya wanita yang paling dimanja Arga.


Perlahan Arga membukan pintu kamarnya, ia melihat Aira yang masih menggunakan selimut di seluruh tibuhnya.


"Apa dia tidak kepanasan seperti itu." Ucap Arga heran. Ia perlahan mendekati Aira.


"Ai, bangun, makan dulu yuk." Ucap Arga lembut.


"Gak! kau makan aja sendiri!" Jawab Aira jutek.


Arga kaget mendengar ucapan Aira. Ia kira Aira tidur nyatanya tidak, Aira tidak tidur dan masih marah dengan nya.


"Ai, maaf ya, tadi aku tidak sengaja membentak mu." Ucap Arga ia membuka selimut yang menutup kepala Aira.


"Gak usah perdulikan aku!" Ucap Aira lagi. Ia membalikkan badannya. Matanya sembab, Aira merasa sedih saat Arga pergi meninggalkannya, dan tidak membujuknya.


"Ai, kau nangis! maaf ai maaf, jangan nangis aku minta maaf." Ucap Arga panik.


"Aku gak papa! sudah ku bilang jangan ganggu aku! aku mau tidur." Ucap Aira lagi, ia bersikeras dan tidak mau mendengar omongan Arga yang terus memohon minta maaf.


"Ai, jangan gini, kamu gak kasian sama bayi kamu. Kamu gak ingat kata Devan jangan banyak pikiran dan harus makan tepat waktu." Ucap Arga lagi. Seusaha mingkin ia membujuk Aira.


"Ya sudah besok Fita kesini kan. Bagaimana malam nya kita dinner sama Fita dan Devan." Ucap Arga.


"Benarkah? sayang seriuskan!" Ucap Aira semangat, ia langsung bangkit dan duduk menghadap Arga.


"Iya ai." Ucap Arga, meski sebenarnya ia malas, tapi ia melihat Aira yang begitu kepo tentang hubungan Devan dan Fita membuat nya berkata seperti itu.


Arga mengusap pipi Aira. "Maaf ya ai, lain kali jangan seperti ini ya." Ucap Arga. Ia merasa bersalah melihat mata Aira yang sembab.


"Iya, aku nyimpan nomor Devan gak bermaksud apa apa, dia kan dokter di keluarga kita." Ucap Aira.


"Iya, sudah ya jangan sedih lagi ya." Ucap Arga lembut.

__ADS_1


Tok...


Tok.


" Tuan, nona, makan malamnya sudah siap." Ucap Intan.


"Ya." Teriak Arga. Intan pun pergi setela mendengar teriakkan Arga.


"Ayo, sekarang kita makan ya." Ucap Arga.


Aira pun hanya menganggukkan kepalanya. Ia lansung memeluk Arga saat mereka sama sama berdiri.


"Maaf ya yang." Ucap Aira, ia tiba tiba sedih mengingat sikap nya tadi.


Aira membenangkan wajahnya didada bidang Arga.


"Iya, gak papa, aku juga minta maaf."Arga membelai lembut belakang Aira.


Aira pun melepaskan pelukkannya, mereka berdua pun langsung pergi keluar kamar dan menuju meja makan.


"Kamu habis nagis ra?" Ucap Bella.


"Kaliam Bertengkar?" Ucap Erika, ia langung melihat ke arah Aira.


"Gak!" Ucap Aira dan Arga bersamaan.


"Gak papa mi, Aira habis nonton drakor, cuma terbawa suasana makanya Aira nangis." Ucap Aira lagi. Ia tidak mau kalai sampai Bella tau kalau mereka habis bertengkar.


Arga pun memgiyakan omongan Aira.


"Hemm benar kah? Mami cuma mau kasi tau kalau hamil jangan sampai sters." Ucap Erika.


"Iya mi." Ucap Aira tersenyum.


"Ya ra, kasian kan bayi kamu." Timpal Bella. Bella yakin Aira dan Arga habis bertengkar. Karena mata Aira yang sangat sembab. Tidak mungkin hanya karena drakor mata Aira sampai seperti itu.


Aira hanya tersenyum. Ia tidak terlalu menanggapi omongan Bella.


Merekapun melanjutkan makannya. Tanpa ada pembahasan lagi. Selesai makan Aira dan Arga kembali masuk kekamar.


"Yang besok aku sama Fita kesalon ya." Ucap Aira saat mereka berada di kamar.


"Iya, asal Ana ikut bersamamu." Ucap Arga.


"Hmmm. Oke makasih ya yang." Ucap Aira senang.

__ADS_1


"Aku malas punya rambut yang samaan." Ucap Aira cemberut.


Arga yang duduk di samping nya melihat perubahan wajah Aira langsung merasa bingung.


"Hmm. Emang samaan sama siapa Ai?" Ucap Arga heran.


"Tuh mantan kamu. Kesayangan mami." Ucap Aira semakin cemberut.


"Hahahaha. Gak ada sama nya yang. Kamu itu lebih cantik, dia gak ada apa apanya." Ucap Arga tertawa, sambil memuji Aira. Arga tidak menyangka kalau Aira berpikir seperti itu. Padahal rambut aja yang sama panjangnya. Kalau bentuk beda.


"Ih kan ketawa, pasti bohong kan!" Ucap Aira kesal.


"Gak ai, aku serius dia gak ada apa apa nya di banding kamu." Ucap Arga sambil mengelus rambut Aira.


"Kamu pasti bohong. Buktinya dulu kamu suka sama dia." Ucap Aira lagi. Ia tidak berhenti hentinya menyudutkan Arga.


"Ai, sudah cukup, dia itu hanya masa lalu. Sekarang cuma ada kamu. Aku gak maubahas dia lagi." Ucap Arga sedikit serius. Bahkan menyebut nama Bella aja Arga malas.


"Awas ya, kalau kamu berani dekatin dia lagi." Ucap Aira serius juga.


"Iya ai, sudah yah. Jangan bahas lagi. Itu sudah berlalu dan gak penting buat aku." Ucap Arga.


"Hmmm. Baik lah."Ucap Aira. Karena ia melihat Arga yang mulai kesal.


"Yang mau salad buah. Ada sikulkas." Ucap Aira tersenyum.


Arga langsung keluar kamar, mengambilkan Aira salad buah yang ada di kulkas. Aira pun langsung tersenyum senang. Karena Arga tidak begitu kesal terhadapnya. Karena Arga langsubg mau memgambilkan ia buah.


Lagi lagi Bella menghanpiri Arga. Karena kamar mereka berdekatan Bella jadi sering mengintai Arga. Ia akan memgambil kesempatan saat ia melihat Arga.


"Kamu mau aku buatkan kopi ga?" Ucap Bella. Saat melihat Arga kedapur Bella juga dengan cepat mengikuti Arga.


"Gak perlu." Ucap Arga jutek. Tanpa melirik kearah Bella. Arga pun langsung kembali kekamar setelah mengambil salad buah itu.


Bella sangat jengkel dengan sikap Arga, Ia mengira Arga kedapur ingin meminum kopi, Tapi ternyata tidak. tapi ia akan berusah lebih keras lagi. Supaya Arga mau melihatnya seperti dulu. Melihat Bella dengan tatapan sayang.


"Aku yakin, suatu saat nanti kau akan kembali kepadaku." Gumam Bella.


"Sepertinya aku harus membawa mama kesini, aku yakin ia akan lebih bisa membatu kan. Dan membuat tante Erika kembali membenci Aira. Aku gak akan biarkan kau hidup tenang setelah merebut apa yang aku miliki" Gumam Bella.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Maaf ya Up nya lama. Makasih buat ulyang sudah hadir di novel ku. 😁😁😁😁


__ADS_2