
"Rey segera urus pernikahanku dengan Aira." Ucap Arga saat mereka bedua sedang menikmati makan sianga mereka.
"Apa tuan serius?" Ucap Rey, karena ia rasa ini terlalu cepat. Lagi pula Erika masih tidak merestui hubungan Arga dan Aira.
"Sejak kapan aku bercanda. Dari awal aku memang menginginkan Aira." Ucap Arga serius.
"Bukan begiti tuan, tapi bagaimana dengan mami Erika dan juga keluarga nona Aira, apa tuan sudah memberitahu." Ucap Rey.
"Untuk masalah mami aku sudah menyerah, tapi aku akan coba sekali lagi, aku yakin suatu saat mami pasti akan menerima Aira. Untuk ibu Aira, aku akan datang meminta ijin dan membawnya kesini." Jawab Arga serius.
"Apa nona Aira sudah tau." Ucap Rey.
"Belum." Jawab Arga singkat.
"Apa! belum!" Ucap Rey tidak percaya, bagaimana mungkin Arga mengajak Aira menikah sementara Aira tidak mengetahuinya.
"Kau jangan kaget seperti itu, aku yakin dia pasti setuju, mana mungkin sanggup menolakku." Ucap Arga dengan narsisnya, Entah kenapa semenjak ia bersama Aira ia menjadi narsis.
Rey hanya menghela nafas malas, managgapi omongan Arga.
"Buat kan pesta semeriah mungkin, aku ingin ia bahagia di hari pernikahan kami." Ucap Arga tersenyum.
"Baik tuan, saya akan melakukan yang terbaik untuk tuan dan nona Aira.," Ucap Rey, ia ikut senang karena Arga akan menikah dengan Aira. dan bukan Bella.
****
sepulang dari kantor, Arga pun menyampaikan pernikahannya dengan Aira kepada Erika. Ia pulang lebih cepat seperti biasanya.
"Mi minggu depan Arga akan menikah dengan Aira." Ucap Arga menatap Erika dengan penuh makna.
"Apa! kamu gak dengar ya, biar sampai kapanpun mami gak akan setuju!" Ucap Erika marah, hubungan nya bersama Arga mulai renggang, karena Erika lebih sering bersama Bella dan terus termakan hasutan Bella.
"Mi dengar Arga dulu, Aira tidak seperti yang mami pikirkan, Aira baik dia tidak seperti yang mami pikirkan, besok Arga akan membawa Aira kesini, lebih baik mami mengenalnya dulu sebelum mami menilai Aira yang bukan bukan."Ucap Arga lembut. Biar bagaimanapun sikap keras Erika, Arga yakin Erika pasti akan menerima Aira, setelah mengenal Aira lebih dekat lagi.
__ADS_1
"Ga, dia gak selevel dengan kita, mami juga tidak suka melihat gayanya yang terlalu biasa itu, bahkan penampilannya kala jauh sama anak bi Ijah. Mami ingin punya mantu yang seperti Bella, pintar dan cantik, Bella juga mempunyai selera yang sama seperti mami." Ucap Erika, ia tetap menolak Aira meski Arga sudah meminta nya dengan lembut.
"Mi, Arga tidak melihat orang dari penampilannya. Arga nyaman mi sama Aira. Apa mami mau Arga menikah dengan Bella tapi Arga tidak bahagia." Ucap Arga, ia berusaha meyakinkan Erika.
"Besok malam Arga ingin mengajak Aira untuk makan malam disini, Arga harap mami bersikap baik dengan Aira." Ucap Arga. Ia berharap Erika mau mengenal Aira lebih dalam lagi.
"Terserah kamu, kamu jangan ogomong apa apa atau minta oendapat mami tentang hubungan kamu. Mami tetap tidak setuju." Ucap Erika, ia langsung pergi meninggalkan Arga. Ia sedikit goyah mendengar perkataan Arga yang terus memuji Aira.
Arga menghelakan nafasnya, sungguh ia kecewa dengan sikap Erika yang selalu menjelekkan Aira.
Arga pun langsung kembali kekamarnya, ia langsung mandi dan bersiap, setelah itu ia keapartrmen Aira. Ia ingin menjeput Aira untuk pergi makan malam dirumahnya.
***
"Minggu depan kita akan mengadakan pesta pernikahan kita." Ucap Arga tiba tiba. Saat ini ia berada di apartemen Aira, mereka menikmati pemandangan sore hari dari balon apartemen Aira.
Aira langsung melotot menatap Arga. Tidak ada hujan, angin, petir, badai. Tiba tiba saja Arga mengatakan hal itu.
"Ki.. kita? menikah! minggu depan!" Ucap Aira memastikan.
"Iya, sekarang kau bersiap, malam ini kita makan dirumah ku, aku ingin mengenal kan mu dengan mami." Ucap Arga seolah olah pernikahan ini hal yabg mudah.
"Ta.. tapi tuan."Ucap Aira, ia bingung swmuanya serba mendadak.
"Cepat!" Ucap Arga. Ia tidak memberikan Aira untuk berpikir.
Dengan cepat Aira pun mengganti pakaiannya. Aira menggunakan Dress hitam polos dengan yang di padukan dengan jaket lepis bagian luarnya, Ia juga menggubakan sepatu kets putih. Dan rambutnya ia ikat 1, Aira juga menggunakan tas hitam mini. Tak lupa ia juga menggunakan lipstik berwarna paech. Setelah itu ia keluar menemui Arga dengan segera.
Arga sedikit terpukau dengan penampilan Aira, karena Aira biasanya hanya menggunakan Celah kulot panjang. Tapi kali ini Aira menggunakan Dress mini selutut, yang membuat penampilannya menjadi sangat feminim dan sangat manis di mata Arga.
"Kau tidak boleh berpenampilan seperti ini selain jalan bersamaku." Ucap Arga, ia langsung menggandeng tanagn.
Lah kenapa penampilan ku. Apa aku jelek. Ahhh apa penampilannya sangat jelek. (Batin Aira.)
__ADS_1
Aira menjadi tidak percaya diri, selama dimobil juga ia hanya diam saja, memikirkan penampilannya dan tanggapan Erika tentang dirinya. Ia takut akan mendapatkan hinaan dari Keluarga Arga. Tapi ia juga tidak bisa menolak ajakan Arga.
"Tuan, apa saya jelek."Ucap Aira sebelum mereka turun dari mobil.
"Tidak, kau sangat cantik."Ucap Arga jujur, karena dimatanya, Aira memang sangat cantik.
"Tapi kata tuan saya tidak boleh keluar dengan penampilan seperti ini."Ucap Aira sedikit cemberut.
"Ya, karena aku tidak ingin kalau ada pria lain menatapmu."Ucap Arga, ia pun segera membuka pintu mobilnya.
"Tuan!" Ucap Aira. ia menahan lengan Arga, agar tidak keluar dari mobil.
"Iya, ada apa." Ucap Arga mencoba sabar. Ia tau Aira pasti gugup. Makanya ia tidak ingin menciptakan keributan. Apalagi harus berdebat didepannya Erika, seperti yang ia dan Aira lakukan. Ia ingin hubungannnya terlihat romantis di depan Erika.
"Saya malu tuan." Ucap Aira jujur. Apalagi melihat rumah Arga yang begitu megah, sungguh Aira tidak punya keberanian untuk bertemu dengan mami Arga.
Arga masuk dan mencium kening Aira. Ia berusaha meyakinkan Aira.
"Kau tidak perlu malu, rumah ini akan menjadi rumahmu juga." Ucap Arga penuh dengan kelembutan. Ia pun keluar dari mobilnya dan membuka kan pintu Aira.
Aira pun menghelakan nafasnya, ia mencoba mengatur detak jantung nya yang berdetak kencang. Ia sangat gugup. Meskipun Arga sudah meyakinkannya.
Argapun mengandeng tangan Aira masuk kedalam rumahnya. Semua pelayan menyambut kedatangan mereka.
Aira terkejut melihat banyak pelayan dirumah Arga. Mereka juga masih cantik dan muda.
.
.
Yuhuuuu makasih ya yang sudah selalu mampir. Jangan lupa like dan komenya ya hehehe
Maaf ya Kalau cerita membosankan.
__ADS_1