
Tanpa di duga Erika bertemu dengan Bella di mal tempat dimana mereke nmberbenlanja.
"Tante!" Ucap Bella. Bella langsung datang menghampiri Erika.
"Oh tante sama mamahnya Aira ya." Ucap Bella, ia mengira Erika pergi sendirian.
"Iya Bel. Besok Ibu Hesti dan ibu Siti mau pulang." Ucap Erika.
Haa apa kalian sudah sedekat itu! sial kalau begini aku semakin tidak bisa mendekati Arga. Tante Erika sudah tidak bisa di harap kan! ( Batin Bella.)
Bella begitu kesal melihat keakraban Erika dan Hesti, apa lagi sekarang mamahnya di jahui oleh Erika.
"Kamu sendiri Bel?" Ucap Erika.
"Iya tan, Bella cuma mau keliling saja. Bella lagi pusing menghadapi mamah dirumah. Dari kemarin mamah ngak henti henti nya menyesal dan nyalahin dirinya terus." Ucap Bella berbohong. Dan berharap Erika akan menelaktirnya.
"Nyesalnya beneran atau bohongan." Sahut Siti tiba tiba.
Hesti langsung meremas pelan lengan Siti. "Sit ngak boleh gitu!" Gumam Hesti.
"Mamah Bella beneran menyesal kok. Ibu Siti kok tega ngomong seperti itu, biar bagaimana pun mamah pasti akan sedih melakukan itu, apa lagi sekarang mamah kehilangan sahabat nya." Ucap Bella. Ia langsung memanfaatkan suasana. Bella memasang wajah sendu.
"Maaf kan ucapan ibu Siti ya Bel, kasi tau mamah kamu kalau Aira sekarang baik baik saja." Ucap Hesti lembut.
Bella pun mengangguk dengan wajah yang masih sendu.
Ibu Siti menatap Bella dengan malas. Sementara Erika tidak berkomentar apa apa, karena ia masih kecewa dengan sikap Erika yang ingin mencelakai Aira dan juga calon cucunya.
"Kita pergi dulu ya Bel. Kamu lanjut saja jalannya."Ucap Erika. Ia enggan membahas soal Arumi.
"Iya tan, selamat bersenang senang ya tan." Ucap Bella dengan senyum palsunya
Erika pun langsung mengajak Hesti dan Siti dari hadapan Bella.
Bella sangat kesal karena Erika menghindar dari dia. Padahal Bella tadi sangat berharap Erika mengajaknya berlanja.
Aku harus bisa kembali menarik simpati tante Erika. Aku ngak bisa biyarkan dia menjahu dari ku. Bisa jadi gembel aku. Kalau tante Erika sudah ngak mau membantu ku lagi. (Batin Bella.)
***
Arga tak henti henti nya merayu Aira. Ia terus terus membawa bicara calon bayi mereka yang masih ada di dalam perut Aira.
__ADS_1
"Anak papa sayang. Jagain mamah ya, papa mau kekantor dulu, jagan buat mamah mu susah ya." Ucap Arga mentudahi obrolannya dengan calon bayinya.
"Sayang mau kekantor?" Ucap Aira heran. Soalnya tadi Arga ngak mau kekantor hari ini.
"Iya ai, ada urusan yang harus aku selesaikan. Aku mandi dulu ya." Ucap Arga.
Aira pun langsung menyiapkan baju untuk Arga pakai kerja.
Dasar aneh tadi kata nya ngak mau kekantor, sekarang malah mau kekantor. (Batin Aira.)
Tak lama kemudian Arga pun langsung keluar dari dalam kamar mandi.
"Cepat banget mandi nya yang?" Ucap Aira. Karena biasanya Arga mandinya cukup lama.
"Iya ada urusan yang harus aku selesaikan." Jawab Arga.
Arga mendekat ke arah Aira dan langsung mencium nya.
"Katanya ada urusan?" Ucap Aira menolak.
Arga tidak menjawab Ia kembali mencium bibir Aira dengan mesrah.
"Sayang sakit!" Ucap Aira. Ia langsung melepas ciuman itu saat Arga menggigit bibirnya.
Arga langsung memakai baju nya. Dan Aira membantunya mengerikan rambut Arga.
"Jaga diri baik baik ya Ai, ingat jangan sampai terluka." Ucap Arga serius.
"Iya sayang, nanti kalau pulang jangan lupa ya, bawa kan Ice cram sama bronis coklat, bawanya nanti pas pulang kerja. aku tidak mau jika orang lain yang mambawanya." Ucap Aira sedikit cemberut. Karena Arga sering menuyuruh Ana yang membelikannya.
Bukan Arga tidak mau membelikannya, Arga cuma tidak mau jika Aira menunggu terlalu lama.
"Iya Ai. Kangam cemberut gitu dong." Ucap Arga, sambil mengelus rambut Aira.
Mereka berdua pun keluar sambil Aira menganlungkan tangannanya di lengan Arga.
Asataga apaa mereka, tadi bertengkar sampai buat gue pusing harua apa, sekarang malah gandengan tangan (Batin Fita.)
Tapi Fita juga senang karena Aira dan Arga sangat cepat baikkan nya. Fita juga ikut bahagia karena Aira mendapat kan suami yang sangat menyayangi Aira.
"An panggil semua pelayan disini." Ucap Arga dengan wajah serius.
__ADS_1
"Baik tuan." Ucap Ana. Ia segera mengumpulkan semua pelayan dirumah ini.
"Ada apa yang? apa terjadi sesuatu?" Ucap Aira heran.
"Iya, ada hal penting yang harus aku sampaikan."Ucap Arga serius.
Tak butuh waktu lama semua pelayan datang. Ada sekitar lima belas orang pelayan wanita. Dan lima orang pelayan laki laki. Mereka semua sudah berada dibhadapan Arga.
"Astaga banyak banget pelayan di rumah ini"Gumam Fita. Ia tidak menyadari kalau pelayan dirunah ini sangat banyak.
"Dengar semua! saya ingatkan sekalai lagi! jika terjadi sesuatu dengan istri saya, kalian semua akan saya pecat! Perhatikan apa saja yang istri saya mau, jangan sekali kali ada yang berani membantah atau membuatnya kesal. Saya akan memberilan hukuman yang berat jika di antara kalian ada yang berani berbuat jahat dengan istri saya!" Ucap Arga tegas dengan sorot mata yang tajam.
Aira diam ia sedikit takut melihat Arga seperti itu kepada orang. Ia juga akan lebih hati hati. Karena Aira tidak mau karena dirinya, orang lain yang kena imbasnya.
" Baik tuan." Ucap pelayan itu serempak. Mereka semua sangat takut menatap Arga.
Arga memberikan kode kepada Ana agar semua pelayan itu pergi.
"Kalian semua boleh pergi." Ucap Ana.
Dengan serempak juga mereka pergi dari hadapan Arga. Karena mereka sangat takut belama lama di dekat Arga.
"An kau ikut saya kekantor!"
Aira lamgsung tersenyum lebar mendengar Arga membawa Ana kekantor. Karena ia akan lebih leluasa lagi beegerak jika Ana tidak di aekitarnya. Bukannya Aira kesal dengan Ana. Tapi sikap khawatir yang Ana berikan kepada Aira membuat Aira sedikit risih. Apa lagi Ana sangat formal sekali saat bicara.
"Sayang hati hati ya kerja nya, semangat." Ucap Aira terseyum senang didepan Arga.
Tingakah seperti ini yang membuat Arga semakin sayang dengan Aira. Aira sangat polos dan perhatiannya sangat tulus.
"Iya Ai, jaga diri baik baik ya. Ingat jangan sampai terluka." Ucap Arga ia mengecup dahi Aira sebelum ia masuk kedalam mobil nya.
Aira melambaikan tanganya kepada Arga. Ia masuk kerumah setelah mobil Arga sudah tidak lagi terlihat.
.
.
.
Bersambungπ
__ADS_1
Makasih buat yang sudah mampir dan masih mau membaca. Makasih banyak πππππ