
Sampai nya di kampung halaman Aira mereka di sambut hangat oleh ibu Hesti, bima, Ibu siti dan Mita.
Mereka langsung di hidangkan makanan yang banyak, Ibu hesti dan ibu Siti memasak berbagai macam makanan untuk menyambut kedatangan mereka.
"Wah rumah ibu dan rumah ibu Siti sudah berubah ya." Ucap Aira seang, meski ia sudah tau, tapi ia tidak menyangka bahwa Arga akan membangun rumah sebagua ini untuk ibunya. Dan juga ibu Hesti.
"Ya itu semua suami kamu yang melakukan. Terimah kasi ya tuan Arga, atas kebaikan yang tuan lakukan untuk saya. Jika tuan perlu sesuatu jangan sungkan bilang saja, saya akan berusaha membantu tuan." Ucap bu Siti panjang lebar.
"Saya yang harus berterimakasih, karena bu siti sudah baik dengan keluarga Aira." Jawab Arga sopan.
"Haaa yang saya lakukan tidak sebanding dengan yang tuan berikan, semua orang di kampung ini menjadi hormat kepada saya, saat mengetahui kalau saya ini teman dekat nya ibu hesti. Sekarang kan ibu Hesti menjadi orang yang sangat di segani disini. Semua orang menjadi sangat baik. Benar ya ada uang kita disayang." Ucap bu Siti panjang lebar.
Arga dan Aira tertawa mendengar nya, sikap ibu siti yang polos dan ceplas ceplos membuat Arga senang melihat nya.
Ibu hesti pun tersenyum bahagia melihat kebaikkan Arga.
Makasih ya allah karena sudah memberikan anak saya suami yang sempurna dan baik hati. (Batin Ibu hesti.)
"Ayo makan, gak habis habis tu kalau mendengar semua ocehan bu Siti." Ucap Ibu Hesti tersenyum.
Mereka pun semua langsung menuju kemeja makan.
"Bim bagaimana dengan kuliah mu." Ucap Arga. Ia tidak ingin jika Bima menjadi terlena dengan semua fasilitas yang ia berikan.
"Alhamdulillah kak baik." Jawab Bima sopan.
"Hem bagus lah, laki laki harus bisa menghasil kan banyak uang untuk membahagiakan keluarga nya. Kalau bisa jangan pacaran dulu, sebelum mendapatkan pekerjaan yang tetap." Ucap Arga.
Mendengar itu Mita langsung terbatuk, membuat semua mata tertuju padanya, begitu juga dengan Bima Eksperi wajahnya langsung berubah gugup.
"Ada apa dengan kalian berdua, kalian pacaran." Ucap Aira. Ia bisa melihat kegugupan di wajah Bima.
Arga juga baru menyadari ternyata ada gadia lain yang ikut makan bersama mereka.
"Siapa dia." Ucap Arga datar dan bingung.
"Oh, itu ponakan saya tuan, orang tua nya sudab meinggal dua tahun yang lalu, makanya ia ikut bersama saya."Ucap Ibu siti, Ia memberi kode ke Mita untu memperkenalkan diri.
"Sa.. saya Mita tuan." Ucap Mita gugup.
"Ya, di lanjut makannya." Ucap Arga.
__ADS_1
"Kalian belum jawab, apa kalian berdua pacaran?" Ucap Aira iya penasaran. Melihat gelagat Bima yang tidak biasa.
"I.. iya." Jawab Bima gugup. Sementa Mita ia langsung menunduk takut dan malu.
Ibu Hesti dan ibu Siti langsung kaget memdengar nya, begitu juga dengan Aira. Sementara Arga hanya bersikap biasa, meski sedikit kecewa. Ia tidak mau jika Bima melakukan kesalahan yang pernah ia lakukan dulu saat bersama Bella.
"Eh.. eh.. kapan kalian pacarannya. Aduh kok gini ya." Ucap Ibu Siti, ia bingung harus bagaimana menaggapinya.
"Iya, kok kalian diam diam di belakang kita." Ucap Bu Hesti.
"Sudah lah ma, gak papa, bagus dong kalau Bima sama Mita pacaran jadi hubungan kita semakin erat." Ucap Aira, sambil mengunyah. Hanya tinggal Aira saja yang masih makan.
"Bukan gitu sayang.Ibu hanya heran, kok Bima gak ada cerita." Ucap Hesti.
"Iya ni si Mita juga diam diam aja. Kalian harus ingat ya, jangan lakukan hal yang aneh aneh. Sekolah dulu yang benar." Ucap Ibu Hesti.
"Iya bu, Bima janji akan jaga Mita dengan baik dan gak akan berbuat yang macam macam." Ucap Bima dengan sungguh.
"Duhh kamu itu tau tau aja janji. Awas ya kalau gak bisa tepati ibu jewer kamu." Ucap Hesti. Hesti setuju dengan hubungan Bima dan Mita, dengan begitu ia dan ibu siti bisa menjadi besanan. Dan menjadi keluarga sunguhan.
"Ya, dengar tu, Mit kasi tau kakak ya kalau Bima macam macam." Ucap Aira.
Mita pun terenyum malu. Ia senang hubungannya dengan Bima direstui.
"Duh sayang, kamu itu habis makan, jangan langsung tidur, gak bagus juga buat bayi kamu kalau kamu gak melakukan apa apa." Ucap Hesti.
"Tapi Aira ngantuk bu." Ucap Aira. Ia selalu merasa sedih jika keingina nya tidak terpenuhi.
"Loh loh. kok langsung sedih gitu." Ucap Bu siti.
Arga langsung mengelus pungung Aira. "Jangan sedih sayang, ibu pasti berkata benar." Ucap Arga ia berusaha menenagkan Aira.
"Kamu duduk duduk saja dulu ya, nanti beberapa menit kemudian baru tidur." Ucap bu Hesti. Ia tidak tau kalau Aira menjadi sangat sensitif saat hamil.
"Tapi Aira gak papa kan tidur." Ucap Aira manja. Arga memberikan kode agar Hesti mengiyakan.
"Iya gak papa." Ucap Hesti. Ia mengikuti kemauan Aira.
Arga pun membawa Aira kekamar.
"Apa perut mu sakit ai?" Ucap Arga lembut. Ia melihat Aira mengelus ngelus perutnya.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya tidak sabar bertemu dengan anak kita." Ucap Aira tersenyum.
"Hem, aku juga begitu, aku tidak sabar melihat wajah nya." Ucap Arga semangat.
Mereka berdua pun berbincang hangat, Sampai Aira merasa sangat ngantuk. Ia pun tidur setelah cukup lama mengobrol dengan Arga.
***
Malam pun tiba, setelah selesai makan malam dan menidurkan Aira, Arga kembali keruang tv, ia ikut berkumpul dengan Hesti dan Bima kebetulan juga masih ada Ibu Siti dan Mita.
"Eh kok kekuar lagi." Ucap Ibu Siti.
Arga pun langsung duduk di sofa.
"Ada yang mau saya bicarakan bu." Ucap Arga sedikit serius menampakkan kewibawaan nya.
Hesti pun menganguk setuju dan siap mendengar kan.
"Gini bu. Semenjak hamil, Aira menjadi sangat sensitif, ia mudah tersingung dan juga sedih, bahkan ia bisa merajuk jika keinginan nya tidak terpenuhi. Saya harap kita semua bisa menjaga perasaannya dan menuruti semua kemauannya. Karena selama ini saya tidak pernah melewatkan sedikitpun yang Aira ingin kan." Ucap Arga panjang lebar, ia tidak mau jika kejadian yang tadi terulang kembali.
"Makasih ya nak Arga sudah sangat memperhatikan Aira. Tapi ibu mau kasi saran, tidak semua keinginan ibu hamil itu harus di ikuti, jika kemauan Aira tidak masuk akal dan tidak sehat kamu jangan mengikutinya. Itu semua untuk kebaikan Aira dan bayi kalian." Jewab Ibu Hesti.
"Iya bu terimakasih." Ucap Arga. Ia sedikit lega karena sudah memberi tahu kepada orang rumah.
"Duh beruntung banget ya kak Aira dapat suami seperti tuan Arga sangat pennyayang dan perhatian." Ucap Mita, ia kagum dengan sifat Arga.
"Iya, Mit bibi sangat senang, semoga kelak Bima bisa ya ngikutin jejaK Arga." Ucap Hesti.
"Bisa dong. Bima akan sunguh sunguh kuliah, dan mencari pekerjaan yang bagus." Ucap Bima menyanggupi.
"Hem buktikan jangan janji mulu. Kurangi tu game nya." Ucap Hesti.
Sementara ibu Siti cuek, ia sibuk menonton sinetron kesukaannya.
.
.
.
**Yuhuuu bersambung😁
__ADS_1
Makasih buat semua nya😘😘😘
Love banyak banyak buat semuanyaaaa 😍😍❤❤❤❤❤❤**