
Arga dan Aira sedang berada di sebuah supermarket besar. Ia hanya pegi berdua dengan Aira. Dan Bella diantar pulang kerumah oleh Rey.
Arga tidak mau jika Bella membututi atau mengusik Aira. Makanya Rey disuruh mengawasi Bella selama Arga dan Aira jalan. Arga tidak mau jika Bella mengikutinya dan membuat keributan.
"Tuan, apa tuan sering berbelanja seperti ini." Ucap Aira, Aira dan Arga berjalan sambil menyelusuri lorong dan Arga yang mendorong troli.
"Ya." Jawab Arga singkat. Ia sedikit gugup saat membohongi Aira. Meskipun ini hanya hal sepele.
"Wah tuan hebat. Ternyata tuan bisa juga ya tanpa Rey." Ucap Aira senang.
Jadi dia pikir aku tidak bisa tanpa Rey! Rey yang tidak bisa tanpa aku, dari mana pikiran bodohnya itu, bisa bisanya dia menganggap ku lemah seperti itu. (Batin Arga.)
"Kenapa kau tidak ada mengambil sesuatu." Ucap Arga, Ia sedikit kesal dengan ucapan Aira, dan dari tadi hanya Arga yang mengisi troli ini yang sudah terisi penuh. Arga merasa sangat senang. Ini adalah hal pertama yang ia lakukan. Sebelumnya Arga tidak pernah berbelanja seperti ini. Apalagi sambil membawa troli.
"Habisnya tuan begitu semangat jadi saya tidak enak. lagian trolinya juga sudah penuh." Ucap Aira teesenyum sambil menunjuk troli.
"Tunggu lah disini! aku akan mengambil troli kosong lagi." Ucap Arga semangat. Ia segera berjalan cepat mengambil troli kosong. Bahkan Arga tidak meminta bantuan karyawan lain, ia ingin melakukan semuanya sendiri. Ia senang ketika Aira memujinya. Itu sangat jarang sekali terjadi.
Aira menunggu ia tidak kemana mana sambil melihat lihat isi troli yang sudah dipenuhi oleh Arga.
"Kenapa dia belanja sebanyak ini. Apa semua ini untuk aku. Lah ini bisa untuk berbulan bulan untuk aku yang hidup sendiri." Gumam Aira, ia merasa lucu dengan sikap Arga. Yang melewati batas wajar.
"Aira." Teriak seorang pria yang berjalan cepat menujunya.
"Fadli? kami disini! Ngapaiin? " Ucap Aira saat melihat ternyata orang yang memanggil nya adalah Fadli.
"Belanja la ra, jadi ngapain lagi."Ucap Fadli. Ia memang sering berbelanja seperti ini. Dikarenakan kan ia juga hidup sendiri di apartemen.
"Ra, kok nomor kamu gak bisa aku hubungi? kamu ganti nomor kah Ra?" Tanya Fadli. Sebenarnya ia sangat rindu dengan gadis yang ada didepannya ini. Ingin memeluk tapi ia takut akan membuat marah sang pujaan hati.
"Gak kok aku gak ganti nomor. Nomor aku masih yang lama." Jawab Aira, ia baru sadar selama ini Fadli memang tidak pernah menghubunginya.
__ADS_1
Aira pun mengambil hp yang ada di kantong hoodienya ia dan Fadli pun mencocokkan nomor mereka. Sehingga mereka berjarak sangat dekat.
Tap..
Tap..
Tap..
Langkah kaki Arga dengan cepat menghampiri Aira dan juga Fadli bahkan ia meninggalkan troli yang ia bawa setelah melihat Aira berbicara dengan jarak yang sangat dekat dengan seorang pria.
Arga langsung menarik lengan Aira dengan kuat, ia juga tidak sengaja melakukan itu, ia panik dan juga marah karena Aira berjarak dekat dengan pria itu. Apalagi setelah mengetehui pria itu adalah Fadli, Orang yang mampu membuat Aira terseuyum dan tertawa. Arga merasa sedikit tidak percaya diri jika harus bersaing dengan Fadli.
"Tuan." Ucap Aira bingung karena melihat wajah Arga yang marah.
Kenapa dia? bukannya dia tadi sangat senang? Sekarang kenapa lagi dia. ( Batin Aira. )
"Berhenti bekerja dengannya! dan ikut lah bersamaku." Ucap Fadli dengan tegas. Bahkan ia menggeggam tangan Aira. Dan menatap sinis Arga. Fadli belum jelas mengetahui siapa pria dibalik masker ini. Tapi dia yakin itu adalah Arga. Karna Om Aira yang mengatakan kalau Aira bekerja diperusahaan Jk group sebagai Asisten Arga.
Fadli merasa sangat marah ia mengira Arga memperlakukan Aira dengan kasar. Saat melihat Arga menarik tangan Aira dengan kuat.
"Tuan sudah, jangan bertengakar di depan umum. Kenal kan ini Fadli teman saya waktu sekolah dulu." Ucap Aira dengan gugup karena kedua pria ini saling berisitegang di hadapan nya, Aira merasa sangat takut jika mereka sampai berkelahi.
"Ra, mulai sekarang jauhi dia! ikut lah bersamaku."Ucap Fadli serius.
"Siapa kau! berani mengatur calon istriku!"
"Apa maksud mu! kau jangan asal bicara!" Ucap Fadli, jarak mereka semakin dekat.
"Jelaskan!" Ucap Arga menatap Aira. Ia ingin Aira mengatakannya sendiri.
Aira melihat secara bergantian wajah Fadli dan juga Arga. Ia merasa sangat takut berada di tengah tengah mereka.
__ADS_1
"Jelaskan!" Ucap Arga sedikit meninggikan suaranya.
Fadli langsung maju alangkah dan menarik kerah Arga. Ia marah karena yang dia lihat Arga selalu bersikap kasar kepada Aira.
Dengan cepat Aira melepaskan tangan Fadli dari kerah baju Arga. Aira tidak mau mereka berdua ribut di tempat ramai seperti ini.
"Dia pacarku!" Ucap Aira. Ia menatap dalam mata Fadli yang terlihat langsung memerah.
Maaf maaf maaf kan aku ( Batin Aira.)
Aira tau selama ini Fadli menyimpan rasa terhadapnya. Tapi Aira memang merasa belum pantas menjalin kasih dengan siapapun karena ia ingin fokus dulu membantu ibu dan adiknya. Sekarang Aira merasa bersalah, karena telah melukai perasaan Fadli.
"Kau dengar kan! Kau lihat bahkan dia tidak mau jika kau melukaiku." Ucap Arga dengan senyum kemenangan.
"Ra." Ucap Fadli. Ia merasa hilang semangat, karena selama ini Fadli berubah demi Aira. Supaya Aira bisa melihat keseriusan dari dalam dirinya. ia tidak menyangka gadis yang selama ini ia suka. ternyata sudah menjadi milik orang lain.
"Maaf." Ucap Aira. Ia langsung menarik tangan Arga, ia ingin segera keluar dari supermarket ini. Ia tidak bisa melihat wajah Fadli yang tampak kecewa dengannya.
Arga menahan langkahnya, sebelum ia pergi ia ingin memberi peringatan untuk Fadli agar menjauhi Aira.
"jangan ganggu calon istri ku!" Ucap Arga tegas penuh dengan kemenangan.
Arga langsung memanggil salah satu karyawan yang ada di dekat mereka. Ia menyuruh karyawan itu untuk membawa belanjaan mereka kekasir.
Fadli menggenggam erat tangannya menahan kemarahannya. ia mematung melihat kepergian Aira dan juga Arga. Ia merasa sangat hancur setelah mengetahui Aira sudah punya kekasih.
Seharusnya malam itu ia mengatakan dengan jelas perasaannya kepada Aira. Seharusnya ia bisa mencegah Aira agar tidak berhubungan dengan Arga. Fadli menyesal, seharus nya ia tidak lalai. Dan terus berada di samping Aira.
Fadli juga merasa khawatir ia takut kalau Aira mendapat kan perlakuan buruk oleh Arga.
Halooo semua nyaaaa.
__ADS_1
Makasih ya sudah baca novel aku. Makasih banget 😀😀😘
Love banyak banyak buat kalian semua😘😘😘😘❤❤❤❤❤❤